ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TANI KAKAO SAMBUNG PUCUK DI DESA KOTANAGAYA, KECAMATAN BOLANO LAMBUNU, KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Abstrak
Abstrak
Studi ini bertujuan mengkaji karakteristik pelaku usahatani, konfigurasi operasional usahatani, dan viabilitas finansial komoditas kakao yang direhabilitasi melalui metode sambung pucuk di Desa Kotanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei, yang melibatkan wawancara dan kuesioner pada 23 responden yang ditetapkan melalui simple random sampling. Penilaian kelayakan ekonomi dilakukan dengan mengaplikasikan indikator Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), Internal Rate of Return (IRR), serta Payback Period (PP). Hasil analisis menegaskan bahwa sistem usahatani kakao sambung pucuk berada dalam kondisi layak secara finansial, tercermin dari nilai NPV yang positif, rasio Net B/C dan Gross B/C yang melebihi satu, IRR yang melampaui suku bunga acuan, serta periode pengembalian investasi yang relatif singkat. Dengan demikian, teknik sambung pucuk terbukti meningkatkan efisiensi agronomis dan profitabilitas, sekaligus memiliki potensi untuk diadopsi secara lebih luas dalam program rehabilitasi kakao di daerah lain.
Kata kunci: Kelayakan Finansial, Kakao Sambung Pucuk, Usahatani.
Abstract
This study aims to examine the characteristics of farmers, farm operational configurations, and financial viability of cocoa commodities rehabilitated through the grafting method in Kotanagaya Village, Bolano Lambunu District, Parigi Moutong Regency. The study used a quantitative descriptive design with a survey approach, involving interviews and questionnaires with 23 respondents selected through simple random sampling. Economic feasibility assessment was conducted by applying the indicators of Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP). The analysis results confirmed that the grafted cocoa farming system is in a financially viable condition, reflected by a positive NPV value, Net B/C and Gross B/C ratios exceeding one, an IRR exceeding the benchmark interest rate, and a relatively short investment payback period. Thus, the grafting technique has been proven to increase agronomic efficiency and profitability, while also having the potential for wider adoption in cocoa rehabilitation programs in other regions.
Keywords: Financial Feasibility, Cocoa Top Grafting, Farming.
Teks Lengkap:
90-97Referensi
Alamsyah, N., Fattah, M. A., & Anwar, A. R. (2022). Analisis kelayakan usahatani kakao (Theobroma cacao) dengan metode sambung pucuk di Desa Tarengge Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur. Jurnal Ilmiah Agribisnis, 7(2), 101–110.
Basri, A. (2009). Dasar-dasar fisiologi tanaman kakao sambung pucuk. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Statistik Kakao Indonesia 2022. Jakarta: Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.
Djuwendah, E. (2017). Revitalisasi perkebunan kakao rakyat Indonesia. Jurnal Agribisnis Terapan, 1(2), 55–67.
Dosa, M. F., Porajow, O., & Pangemanan, L. R. J. (2022). Analisis kelayakan usahatani kakao di Desa Kopandakan Dua Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow. Agri-Sosioekonomi, 18(1), 55–65.
Farhanandi, A., Nurhidayat, S., & Kusuma, D. (2022). Ilmu usahatani dan ekonomi pertanian. Yogyakarta: Deepublish.
Gunawan, I., & Endang, T. (2014). Teknik sambung pucuk tanaman kakao. Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, Sukabumi.
Halimah, T., Antara, M., & Christoporus. (2021). Analisis kelayakan finansial usahatani kakao di Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Agrotekbis, 9(1), 23–30.
ICCO (International Cocoa Organization). (2022). Quarterly Bulletin of Cocoa Statistics. London: ICCO.
Ilham, M., Wibowo, S., & Nuraini, R. (2018). Budidaya tanaman kakao berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Agroforestri Tropika, 6(3), 122–131.
Kristanto, B. (2015). Agribisnis kakao: Strategi pengembangan dan pemberdayaan petani. Jakarta: Penebar Swadaya.
Kusuma, R., & Mayasti, N. (2014). Analisis kelayakan usaha pertanian berbasis perkebunan. Jurnal Sosio Ekonomika, 10(2), 145–153.
Muqsith, A., Hidayat, F., & Rahayu, T. (2021). Analisis kelayakan finansial usaha pertanian. Jurnal Ekonomi Pertanian, 13(3), 202–211.
Mursalat, A., Hidayat, T., & Abdullah, S. (2023). Potensi pengembangan komoditas kakao di Indonesia. Jurnal Agro Inovatif, 4(2), 99–109.
Prawiro, S. (2018). Peranan harga dalam sistem agribisnis pertanian. Bandung: Alfabeta.
Profil Desa Kotanagaya. (2023). Data potensi desa dan profil masyarakat Desa Kotanagaya Kecamatan Bolano Lambunu. Pemerintah Desa Kotanagaya.
Puspitasari, E., & Dwiastuti, R. (2018). Analisis kelayakan finansial usaha agribisnis tanaman perkebunan. Jurnal Agriekonomika, 7(1), 35–46.
Rivai, S. (2019). Manajemen biaya produksi pertanian. Makassar: Universitas Hasanuddin Press.
Shinta, A. (2011). Ilmu usahatani. Malang: Universitas Brawijaya Press.
Siregar, A., Lubis, S., & Nasution, E. (2011). Budidaya kakao unggul dan teknik sambung pucuk. Medan: Universitas Sumatera Utara Press.
Suwandi, S. (2015). Teknologi perbanyakan vegetatif tanaman perkebunan. Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, Sukabumi.
Suyono, T., & Damanik, R. (2019). Efektivitas rehabilitasi tanaman kakao terhadap produktivitas perkebunan rakyat. Jurnal Agrin, 23(2), 66–74.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
DOI: https://doi.org/10.24198/agricore.v11i1.67961
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##










