PERSEPSI PETANI MITRA OKIAGARU AGRICOOP TERHADAP PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) PADA TANAMAN HORTIKULTURA DI KABUPATEN CIANJUR, JAWA BARAT
Abstrak
Abstrak
Sektor hortikultura mengemban andil vital pada sistem ekonomi Nusantara, pada Kabupaten Cianjur yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah petani. Namun, terdapat kesenjangan antara potensi besar sektor hortikultura dengan masih rendahnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP), terutama di kalangan petani mitra Okiagaru implementasi Good Agricultural Practices (GAP), khususnya bagi lingkup petani mitra Okiagaru Agricoop. Riset ini bermaksud guna menelaah perspektif petani mitra Okiagaru Agricoop mengenai aplikasi Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya tanaman hortikultura di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. GAP merupakan pedoman standar pertanian yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini memakai tata cara naratif kualitatif serta prosedur kuantitatif. Penghimpunan informasi dilangsungkan lewat instrumen angket, diskusi mendetail, maupun peninjauan situs. Bedah fakta diproses memakai statistika eksplanatif bagi menggambarkan persepsi petani terhadap berbagai aspek penerapan GAP dan dan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis konjoin. Simpulan observasi mengindikasikan yakni sebagian besar petani mempunyai impresi baik perihal penerapan GAP, terutama dalam meningkatkan kualitas hasil panen dan keberlanjutan lingkungan. Faktor utama yang memengaruhi persepsi petani meliputi pengalaman petani, ketersediaan sarana, dan keberlanjutan, biaya penerapan GAP, pengetahuan tentang GAP, dan penyuluhan. Studi ini menyimpulkan bahwa peningkatan persepsi positif terhadap GAP dapat dicapai melalui edukasi, pelatihan, dan pemberian insentif untuk produk bersertifikat GAP.
Kata kunci: Good Agricultural Practices, Persepsi Petani, Hortikultura, Okiagaru Agricoop.
Abstract
The hortikultura domain possesses a pivotal function inside the Indonesian financial system, encompassing Kabupaten Cianjur yang demonstrates a substantial escalation in the quantity of petani. Nonetheless, a disparity exists between the immense possibilities of the hortikultura field and the minimal execution of Good Agricultural Practices (GAP), particularly amidst petani mitra Okiagaru Agricoop. This research endeavors to scrutinize the perspective ofOkiagaru Agricoop's partner farmers towards the application of Good Agricultural Practices (GAP) in horticultural crop cultivation in Cianjur Regency, West Java. GAP is an agricultural standard guideline that aims to increase productivity and product quality, maintain environmental sustainability, and improve farmers' welfare. This research employs narrative-focused analytical techniques and numerical procedures. Information gathering was executed via surveys, intensive consultations, and site inspections. Fact processing was performed utilizing explanatory metrics to depict petani impressions regarding diverse facets of the Good Agricultural Practices adoption and arithmetic systems with an integrated evaluation methodology. The findings of the exploration reveal that the preponderance of farmers have a positive perception of the implementation of GAP, especially in improving crop quality and environmental sustainability. The main factors that affect farmers' perceptions include farmer experience, availability of facilities, and sustainability, cost of implementing GAP, knowledge about GAP, and counseling. The study concludes that increasing positive perceptions of GAP can be achieved through education, training, and incentivization for GAP-certified products.
Keywords: Good Agricultural Practices, farmer perception, horticulture, Okiagaru Agricoop.
Teks Lengkap:
684-696Referensi
Charina A., , Kusumo, R.A.B., Sadeli, A.H., Deliana, Y. (2018). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Petani dalam Menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Sistem Pertanian Organik di Kabupaten Bandung Barat. Padjadjaran: Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran.
Asngari, P. S. (2015). Implementasi Good Agricultural Practices (GAP) pada Komoditas Hortikultura. Jurnal Agribisnis Indonesia, 3(2), 134-146.
[BSIP] Badan Standardisasi Instrumen Pertanian. 2024. Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP) Padi di Sumatera Utara. Medan (ID): Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Sumatera Utara.
[BPS] Badan Pusat Statistik. (2018). Hasil Survei Pertanian Antar Sensus (SUTAS). BPS
Gunawan, Haryanto Y. (2020). Tingkat adopsi inovasi pengelolaan tanaman terpadu padi sawah. J Kommunity Online. 1(2):111–122.
Handayani, R., & Susilo, E. (2021). Dampak Ketersediaan Sarana Pertanian Tanpa Pelatihan Terhadap Motivasi dan Produktivitas Petani. Jurnal Manajemen Sumberdaya Pertanian, 15(3), 212-224.
Kristiana, L., Sholeh, M. S. (2020). Implementasi GAP (Good Agricultural Practices) Pada Petani Hortikultura dan Strategi Pengembangannya di Kabupaten Pamekasan. JSEP: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 13(3), 242-252.
Latifah A, Nahraeni W, Masithoh S, Rahayu A. 2020. Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Jeruk Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.) di Desa Bageng, Kabupaten Pati. J Agribisains. 6(1):50–54.
Mulyani, S., Hartono, D., & Sari, N. (2019). Keberlanjutan Praktik Pertanian Berkelanjutan dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan Petani di Jawa Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan dan Pertanian, 11(3), 210-222.
Nahreni, W., Mashithoh, S., Rahayu, A., Awaliyah, L. (2020). Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Jeruk Pamelo (Citrus Maxima (Burm.) Merr.). Jurnal Agribisains ISSN 2442: 254, 6(1)
Novia, R. A. (2011). Respon Petani Terhadap Kegiatan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (Slptt) Di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Mediagro 7(2), 48– 60.
Prasetyo, B., Nugroho, A., & Widodo, D. (2019). Persepsi Nilai Kualitas dan Pengaruhnya Terhadap Adopsi Teknologi Pertanian di Wilayah Timur Indonesia. Jurnal Teknologi Pertanian, 12(1), 34-45.
Pranoto, B., & Lestari, D. (2017). Validitas dan Reliabilitas Analisis Konjoin dalam Studi Preferensi Petani Terhadap Teknologi Pertanian. Jurnal Statistik dan Aplikasi, 5(2), 112-120.
Rahman, F., & Setiawan, E. (2021). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberlanjutan Pertanian Berbasis Good Agricultural Practices di Indonesia. Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Desa, 14(1), 34-45.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). New York: Free Press.
Susanto, A., Wijaya, R. (2018). Pengaruh Pengalaman Bertani Terhadap Adopsi Inovasi Pertanian di Daerah Pedesaan Jawa Barat. Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian, 7(1), 78-88.
Untari, F. D., Sadono, D., & Effendy, L. (2022). Partisipasi Anggota Kelompok Tani dalam Pengembangan Usahatani Hortikultura di Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Jurnal Penyuluhan, 18(01), 87-104.
Wulandari, S., & Santoso, H. (2020). Pengaruh Pengetahuan Petani Terhadap Adopsi Praktik Pertanian Berkelanjutan di Jawa Tengah. Jurnal Agribisnis Indonesia, 8(2), 145-156.
DOI: https://doi.org/10.24198/agricore.v10i2.68912
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##










