Pertumbuhan Porang (Amorphophalus muelleri Blume) sebagai Tanaman Sela di Antara Pohon Karet

Dora Fatma Nurshanti, Benyamin Lakitan, Rofiqoh Purnama Ria, Strayker Ali Muda, Lya Nailatul Fadhilah, Susanti Diana, Fitra Gustiar

Abstrak


Tantangan utama dalam budidaya porang adalah meningkatkan kemampuan adaptasi tanaman terhadap naungan, sehingga porang dapat tumbuh dengan baik di bawah kanopi pohon perkebunan. Percobaan ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan siklus hidup pertama tanaman porang yang berasal dari ukuran bulbil yang berbeda pada tanaman sela di antara pohon karet. Percobaan ini dilaksanakan di kebun karet rakyat yang telah berumur 20 tahun, pada bulan Agustus 2021 - Januari 2022, di Desa Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Spilt-Split Plot dengan 3 faktor. Petak utama terdiri atas perlakuan naungan yaitu tanpa naungan (N0) dan ditanam di antara pohon karet (N1), dan anak petak  yang terdiri dari perlakuan berat bulbil yaitu bulbil  2 g - 3,9 g (B1), bulbil 4 g - 5,9 g (B2), dan bulbil 10 g -15,9 g (B3); anak-anak petak terdiri atas  morfologi bulbil yaitu tanpa turberkel (D0) dan tuberkel menonjol (D1). Hasil percobaan menunjukkan porang yang ditanam di antara tanaman karet lebih cepat muncul tunas dan mempercepat pecah selubung pertiole 33 HST dan 43,94 HST. Selain itu, tuberkel yang menonjol juga mempersingkat waktu kemunculan tunas selama 45,52 hari. Selanjutnya berat bulbil yang lebih tinggi yakni 10 g – 15,9 g  juga memengaruhi morfologi tanaman porang di antara panjang midrib 14,17 cm, lebar anak daun 5,61 cm,  serta luas daun 212,81 cm. Naungan menjaga kelembapan substrat namun sedikit memperlambat kemunculan tunas dan membuat tunas lebih pendek, namun memperpanjang tangkai daun, meningkatkan luas daun, serta mengurangi ketebalan daun. Selain itu, semakin besar bobot bulbil, semakin cepat pertumbuhan tunas dan tanaman porang. Kondisi bulbil dengan tuberkel menonjol mempercepat kemunculan tunas di atas permukaan tanah dibandingkan dengan bulbil yang masih dalam kondisi tanpa turberkel.


Kata Kunci


Adaptasi, Cahaya, Intensitas, Kanopi, Lingkungan.

Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24198/agrikultura.v36i3.57918

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

Jurnal Agrikultura terdaftar dengan ISSN 0853-2885(cetak) dan ISSN 2685-3345 (online).

Telah terakreditasi selama lima tahun sebagai Jurnal Ilmiah berdasarkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK No.105/E/KPT/2022 tanggal 07 April 2022 (Vol. 32 No. 3 Tahun 2021 hingga Vol. 37 No. 2  Tahun 2026) dan diindeks dalam SINTA 2

Jurnal Agrikultura © Copyright 2022. All Rights Reserved.


JURNAL INI TERINDEKS DI