Pengaruh Konsumsi Yodium Garam terhadap Kejadian Stunting pada Anak di Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran

Yolando Ambarita, Yudi Ardiansyah Saputra, Yolanda Putri Hariyana, Nadwah Purnada Indallah, Elviana Dian Mustika, Bambang Hermanto, Buntora Pasaribu, Alexander M. A. Khan

Abstrak


Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak yang ditandai lebih rentan terhadap penyakit dan berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif serta kondisi anak memiliki tinggi badan yang tidak normal pada umumnya. Salah satu faktor stunting dapat disebabkan oleh kurangnya asupan garam beryodium. Oleh karena itu, penting untuk mengkonsumsi garam yang mengandung yodium agar terhindar dari kekurangan asupan yodium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi pada konsumsi garam beryodium dengan masalah stunting yang ada di Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif antara konsumsi yodium pada kejadian stunting di desa masawah dan ketetapan WHO terhadap konsumsi yodium pada anak. Survey dilakukan ke 6 posyandu yang tengah melakukan imunisasi terhadap anak di Desa Masawah. Sebanyak 73% atau sekitar 159 sampel garam mengandung yodium dan 27% atau sekitar 58 sampel garam tidak mengandung yodium serta sampel ketiga anak penderita stunted hanya 1 anak mengkonsumsi garam beryodium. Berdasarkan ketetapan yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) dapat diduga pada 2 anak penderita stunted ini salah satu faktornya dikarenakan tidak mengkonsumsi garam beryodium, karena yodium adalah salah satu mikronutrien untuk memenuhi kebutuhan perkembangan pada masa emas pertumbuhan 1.000 hari pertama pada anak.

Kata Kunci


stunted; gizi; penyakit; pertumbuhan; posyandu

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alfi, A. N. (2022). Hubungan Antara Faktor Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (Gaki) Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Baduta Di Kabupaten Enrekang. (Issue 8.5.2017). https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/16649/

Awaludin. (2019). Analisis Bagaimana Mengatasi Permasalahan Stunting Di Indonesia. Jurnal Kedokteran, 35(4), 60.

De Onis, M., & Branca, F. (2016). Childhood stunting: A global perspective. Maternal and Child Nutrition, 12, 12–26. https://doi.org/10.1111/mcn.12231

Fauziah, I., & Krianto, T. (2022). Pengaruh Budaya Pangan Lokal Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan Stunting Pada Anak Anak (6-59 Bulan): Systematic Review. Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(8.5.2017), 2003–2005. www.aging-us.com

Ferraninda, F., Kusumajaya, H., & Ardiansyah, A. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyakit Hipertiroid Pada Pasien Poliklinik Penyakit Dalam Di UPTD RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno Provinsi Bangka Belitung Tahun 2022. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 14(01), 41–48. https://doi.org/10.34305/jikbh.v14i01.673

Indah Nurdin, S. S., Octaviani Katili, D. N., & Ahmad, Z. F. (2019). Faktor ibu, pola asuh anak, dan MPASI terhadap kejadian stunting di Kabupaten Gorontalo. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia, 3(2), 74–81. https://doi.org/10.32536/jrki.v3i2.57

Mustika, W., & Syamsul, D. (2018). Analisis Permasalahan Status Gizi Kurang Pada Anak di Puskesmas Teupah Selatan Kabupaten Simeuleu. Jurnal Kesehatan Global, 1(3), 127. https://doi.org/10.33085/jkg.v1i3.3952

Nasution, I. S., & Susilawati, S. (2022). Analisis faktor penyebab kejadian stunting pada anak usia 0-59 bulan. Florona : Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(2), 82–87. https://doi.org/10.55904/florona.v1i2.313

Nasution, Z., Lubis, L., Nurhayati, I., Irianti, E., Mahdian, & Zahara, R. (2023). Perilaku Menyusui atau Pasien Pasien Dan Keanekaragaman Makanan Anak Stunting Di Utara Sumatra. Journal of Research and Community Service, 17-09. 1741–1747

Noorhasanah, E., & Tauhidah, N. (2021). Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting Anak Usia 12-59 Bulan. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 4(1), 37–42. https://doi.org/10.32584/jika.v4i1.959

Nurhidayah. (2021). Peguruang: Conference Series. 3-11, 10–14

Nurmayanti, R., Mustafa, A., & Maulidiana, A. R. (2020). Hubungan Jenis Kelamin, Pengetahuan Ibu Tentang Gizi, Asupan Iodium dan Kejadian Stunting pada Anak di Kota Malang. Harena: Jurnal Gizi, 3(2), 2774–7654.

Pratiwi, A. D., Dewi, I., & Sumi, S. S. (2020). Hubungan Penggunaan Garam Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-60 Bulan Di. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 15, 316–320.

Puspita, D., Yudhistia, R., & Kesuma, S. (2021). Pengembangan Metode Analisis Kandungan Yodium Dengan Metode Rapid Test Kit. Jurnal Ilmiah Indonesia, Mei, 1(5), 488–495. http://cerdika.publikasiIndonesia.id/index.php/cerdika/index10.36418/cerdika.v1i5.90488

Syafikri, D., Mardhia, D., Yahya, F., & Andriyani, N. (2019). Pemberdayaan Kelompok Setia Kawan dalam Produksi Garam Beryodium di Desa Labuhan Bajo, Sumbawa. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 45–52. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.6.1.45-52

Sudargo, T., Kusmayanti, N. A., & Hidayati, N. L. (2018). Defisiensi Yodium, Zat Besi, dan Kecerdasan. UGM PRESS.

WHO. (2007). Assessment of iodine deficiency disorders and monitoring their elimination. WHO Library Cataloguing. https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/82b512a6-57b8-45f3-8539-30b2f7f63564/content




DOI: https://doi.org/10.24198/jaki.v10i2.64812

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##

Jurnal Ini Terindeks di:


 width= width= width= width= width= width= width= width= width=


 

Penerbit:

Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Jl. Raya Bandung-Sumedang KM. 21 Jatinangor