Kombinasi Teknologi Fitoremediasi Tanaman Melati Air (Echinodorus palaefolius) dan Filtrasi dalam Pengolahan Limbah Budidaya Perikanan
Abstrak
Kegiatan budi daya perikanan dengan padat tebar yang tinggi akan menghasilkan limbah cair dan padat yang sebagian besar mengandung bahan organik, tingkat kekeruhan, dan padatan tersuspensi yang tinggi. Penerapan teknik fitoremediasi dan filtrasi menjadi salah satu upaya untuk mencegah pencemaran maupun kerugian akibat pembuangan limbah budidaya perikanan dengan cara yang hemat biaya serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas melati air sebagai fitoremediator dan filtrasi dalam mengolah limbah organik budidaya perikanan untuk memperbaiki kualitas air sehingga dapat menurunkan kadar limbah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu perlakuan kepadatan tanaman melati air dan waktu pengamatan. Analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan uji lanjut Duncan dengan tingkat signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan nilai DO berkisar 4,6-6,9 mg/L; pH berkisar 5,24-7,28; suhu berkisar 26,5-30,11 0C; ammonia berkisar 0,0001-0,0045 mg/L dan ammonium berkisar 0,2399 – 1,1898 mg/L; dan nitrat berkisar 1,6-14,75 mg/L. Perlakuan kombinasi kepadatan tumbuhan melati air sebanyak 10 rumpun dan filtrasi efektif dalam menurunkan kadar nutrien (nitrat); dan 5 rumpun untuk menurunkan kadar ammonia dan ammonium. selama 40 hari proses fitoremediasi, tanaman melati air mengalami peningkatan yang signifikan dalam tinggi tanaman, lebar daun, dan jumlah daun. Laju pertambahan tinggi tanaman berkisar antara 0,19 hingga 0,24 cm per hari. Kesimpulan dari prnrlitian ini, yaitu perlakuan kombinasi kepadatan tumbuhan melati air sebanyak 10 rumpun dan filtrasi efektif dalam menurunkan kadar nutrien (nitrat); dan 5 rumpun untuk menurunkan kadar ammonia dan ammonium.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Ahmad, H., & Adiningsih, R. (2019). Efektivitas metode fitoremediasi menggunakan tanaman eceng gondok dan kangkung air dalam menurunkan kadar BOD dan TSS pada limbah cair industri tahu. Jurnal Farmasetis, 8(2), 31– 38.
Ain, S. Z., & Noviana, L. (2021). Efektivitas melati air dalam menurunkan kadar BOD, COD dan TSS pada air limbah laundry. Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal, 1(1), 1– 14.
Aji, K. B., Amin, M., & Yuwana, D. S. A. (2021). Analisa pengaruh filtrasi terhadap penurunan BOD dan COD pada limbah rumah tangga di Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang, Tengah Kota Magelang. Reviews in Civil Engineering, 5(2),70-75.
[APHA] American Public Health Assosiation. (2005). Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater. Waldorf, Maryland: American Public Health Association Publication Sales. 264p.
Delis, P. C, Effendi, H, Krisanti, M, & Hariyadi, S. (2015). Treatment of aquaculture wastewater using Vetiveria zizanioides (Liliopsida, Poaceae). AACL Bioflux, 8(4), 616-625.
Effendi, H., Utomo, B. A. Darmawangsa, G. M. & Sulaeman, N. (2016). Fitoremediasi limbah budiadaya ikan lele (Clarias sp.) dengan kangkung (Ipomea aquatic) dan kakcoy (Brassica rapa Cbinensis) dalam sistem resirkulasi. Ecolab, 9(2), 80-92.
Febrianto, J., Purwanto, M. Yanuar J.R., & Santos. B. W. (2016). Pengolahan air limbah budidaya perikanan melalui proses anaerob menggunakan bantuan material bambu. Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan, 1(2).
Goldman, C.R., and Horne, A.J. (1983). Limnology. McGraw-Hill Book Company.
Harihastuti, N., Purwanto, P., & Istadi, I. 2015. Separation of H2S and NH3 gases from tofu waste water-based biogas using activated carbon adsorption. AIP Conference Proceedings. American Institute of Physics; Semarang, pp,1–7.
Oktavia, Z., Budiyono, & Dewanti, N. A. Y. (2016). Pengaruh variasi lama kontak fitoremediasi tanaman kiambang (Salvinia molesta) terhadap kadar cadmium (Cd) pada limbah cair home industry batik “X” Malang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(5), 238-245.
Nugroho, P. (2012). Panduan Membuat Pupuk Kompos Cair. Pustaka Baru Press
Rahayu, U., & Hermiyanti, P. (2020). pemanfaatan tanaman melati air untuk menurunkan kandungan BOD dan COD limbah cair perusahaan karton di Pasuruan. Prosiding Perikanan dan Kelautan, 1– 6.
Rahim, A. R. 2018. Pemanfaatan limbah tambak ikan untuk budidaya cacing tanah Lumbricus rubellus. Jurnal Perikanan Pantura (JPP). 1(2), 1-7.
Safitri, M., & Purnomo, Y. S. (2023). Efektivitas Media Cangkang Kerang dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) dengan Metode Slow Sand Filter (SSF). INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 2(6), 1147-1154.
Saputra, A. D., Haerudin, H & Widyorini, N. (2016). Efektivitas kombinasi mikroorganisme dan tumbuhan air Lemna minor sebagai bioremediator dalam mereduksi senyawa amoniak, nitrit, dan nitrat pada limbah pencucian ikan. Journal Management of Aquatic Resources, 5(3), 80-89.
Sari, I, & Thohari, I. (2021). Pengaruh fitoremediasi tanaman melati air (Echinodorus palaefolius) terhadap penurunan kadar fosfat pada limbah laundry. Jurnal Penelitian Kesehatan “SUARA FORIKES” (Journal of Health Research “Forikes Voice”), 12(1), 10– 13.
Toepak, E. P., Tambunan, J., Febrianto, Y., Purwanto, F & Tukan, D.N. (2020). Pengaruh fitoremediasi kangkung (Ipomea aquatica), apu-apu (Pistia stratiotes) dan eceng gondok (Eichornia crassipes) terhadap kualitas air kolam budidaya ikan lele (Clarias sp.) Jurnal Jejaring Matematika dan Sains, 2(1), 25-28.
Wang, L., Ji, B., Hu, Y., Liu, R., & Sun, W. (2017). A review on in situ phytoremediation of mine tailings. Chemosphere, 184,594–600. https://doi.org/10.1016/j.chemosphere.2017.06.025
Wetzel, R. G. (2001). Limnology: Lake and River Ecosystems. Penerbit Academic Press.
Wulandari, L., Fatimah, I., Handayani, T., Yulintine., & Maryani. (2023). Fitoremediasi limbah budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan menggunakan kiambang (Salvinia molesta) dan kayu apu (Pistia stratiotes). Akuakultur Sebatin, 4(2), 1-9.
DOI: https://doi.org/10.24198/jaki.v11i1.67607
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##
Jurnal Ini Terindeks di:
Penerbit:
Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung-Sumedang KM. 21 Jatinangor













