PALEOTEMPERATUR KALA MIOSEN TENGAH BERDASARKAN ANALISIS KELIMPAHAN FORAMINIFERA PLANKTONIK PADA DAERAH CISANGKAL, KECAMATAN LANGKAPLANCAR, KABUPATEN PANGANDARAN, JAWA BARAT
Abstrak
Dinamika kondisi suhu yang selalu berubah-ubah terjadi dari masa lampau hingga saat ini dan mempengaruhi keberadaan mikroorganisme laut seperti foraminifera. Lokasi penelitian yang secara administratif terletak pada daerah Cisangkal, Kecataman Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, dengan koordinat 108°30’41,61’’ BT dan 7°36’17,10’’ LS sampai 8°30’40,48’’ BT dan 7°36’19,78’’ termasuk dalam Formasi Pamutuan memiliki potensi informasi yang banyak mengenai paleotemperatur berkenaan dengan foraminifera yang melimpah,
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur dan paleotemperatur. Melalui analisis kuantitatif diperoleh sebanyak 16.072 individu foraminifera planktonik dengan total 60 spesies yang didapatkan dari total 10 conto batuan yang ada dari satuan Anggota Tuff Napalan Formasi Pamutuan (Tmpt). Terdapat total 6192 individu spesies penciri temperatur hangat, 1896 individu temperatur sedang, dan 584 individu temperatur dingin. Melihat dari dominansi spesies penciri temperatur hangat pada daerah penelitian mengindikasikan bahwa paleotemperatur pada daerah tersebut masuk ke dalam kategori temperatur yang relatif hangat (>20°C).
Kata Kunci : Foraminifera Planktonik, Formasi Pamutuan, Paleotemperatur
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Akmaluddin, K. W., Kano, A., and Rahardjo, W. 2010. Miocene warm tropical climate: evidence based on oxygen isotope in Central Java, Indonesia. International Journal of Environmental and Earth Sciences, 1, 52-56.
Armstrong, H., & Brasier, M. 2005. Microfossils. Blackwell Publishing
Arnold, Anthony J. and Parker, William. 1999. Biogeography of Planktonic Foraminifera. In: Gupta, Barun K Sen. 2002. Modern Foraminifera. Louisiana State University. Kluwer Academic Publishers.
Barrera, E. 1985. The evolution of Miocene surface and near-surface marine temperatures: oxygen isotopic evidence. The Miocene ocean: Paleoceanography and biogeography, 163, 49.
Bolli, H.M., and Saunders, J.B., 1985. Oligocene to Holocene low latitude planktonic foraminifera. In Bolli, H.M., Saunders, J.B., and Perch Nielsen, K. (Eds.), Plankton Stratigraphy: Cambridge (Cambridge Univ. Press).
Haq, B. U., & Boersma, A. (Eds.). (1998). Introduction to marine micropaleontology. Elsevier.
Jurnaliah, Lia. 2013. Variasi Komposisi Dinding Cangkang Foraminifera Bentonik Kecil Resen Perairan Semarang (Lembar 1409), Jawa Tengah. Bulletin of Scientific Contribution, Volume 11, Nomor 1, April 2013: 11-15
Keller, G. 1985. Depth Stratification of planktonic Foraminifers in the Miocene Ocean. Geological Society of America Memoir 163.
Nurruhwati, I. (2012). Evolusi perairan Teluk Jakarta berdasarkan sedimen dan foraminifera. Disertasi. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Postuma, J. A (1971). Manual Planktonic Foraminifera. Elsavier Pub. co, Amsterdam, New York.
Pringgoprawiro, H., & Kapid, R. 2000. Foraminifera: Pengenalan Mikrofosil dan Aplikasi Biostratigrafi. ITB. Bandung.
Rumsih. 2023. Kelimpahan Foraminifera Bentonik Kecil Daerah Cisangkal, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Bulletin of Scientific Contribution, Volume 22, Nomor 1, April 2024 : 15-22
Suhartati, M. N. 1988. First Note of Brackish Water Agglutinated Foraminifera from Jawa. Tropical Biodiv. 5(1):57–63
Simandjuntak, T.O. Surono. 1992. Peta Geologi Lembar Pangandaran, Jawa . Bandung: Pusat Pemetaan dan Pengembangan Geologi.
DOI: https://doi.org/10.24198/bsc.v23i3.59458
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.