INTEGRASI ANOMALI GRAVITASI DAN MAGNETIK UNTUK KARAKTERISASI STRUKTUR PENGONTROL KESTABILAN LAHAN PADA RENCANA KOTA BARU SEMPAJA UTARA, KOTA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR
Abstrak
ABSTRACT
This study aims to integrate gravity and magnetic anomaly analysis to characterize subsurface structures as an indicative basis for determining prospective zones for new city development in North Sempaja. GGMPlus gravity data were processed using complete Bouguer anomalies and regional-residual separation, while NOAA-WMM magnetic data were processed using TMI, RTE, and TDR and TDX derived filters. The processing results indicate contrasting geophysical response zoning, where the west-central sector is characterized by high to moderate gravity and magnetic anomalies, indicating relatively more compact and homogeneous rock conditions. In contrast, the east to southeast sectors and the Bukit Berambai area are dominated by low anomalies and NW-SE and NE-SW trending structural lineaments related to the complexity of shallow structures. The integration of gravity and magnetic results provides an initial indication that the west-central sector is more prospective for regional development, while the eastern sector requires further mitigation considerations. The interpretations presented are indicative and based on geophysical proxies, so verification through geotechnical investigations is still necessary.
Keywords: gravity, magnetic, subsurface structure, Bouguer anomaly, land stability, North Sempaja
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan analisis anomali gravitasi dan magnetik untuk mengkarakterisasi struktur bawah permukaan sebagai dasar indikatif penentuan zona prospektif pengembangan kota baru di Sempaja Utara. Data gravitasi GGMPlus diolah melalui anomali Bouguer lengkap serta pemisahan regional-residual, sedangkan data magnetik NOAA-WMM diproses menggunakan TMI, RTE, dan filter turunan TDR serta TDX. Hasil pengolahan menunjukkan adanya zonasi respon geofisika yang kontras, di mana sektor barat-tengah dicirikan oleh anomali gravitasi dan magnetik tinggi hingga sedang yang mengindikasikan kondisi batuan relatif lebih kompak dan homogen. Sebaliknya, sektor timur hingga tenggara dan kawasan Bukit Berambai didominasi oleh anomali rendah serta pola kelurusan struktur berarah NW-SE dan NE-SW yang berkaitan dengan kompleksitas struktur dangkal. Integrasi hasil gravitasi dan magnetik memberikan indikasi awal bahwa sektor barat-tengah lebih prospektif untuk pengembangan kawasan, sementara sektor timur memerlukan pertimbangan mitigasi lanjutan. Interpretasi yang disajikan bersifat indikatif dan didasarkan pada proksi geofisika, sehingga verifikasi melalui investigasi geoteknik tetap diperlukan.
Kata kunci: gravitasi, magnetik, struktur bawah permukaan, anomali Bouguer, kestabilan lahan, Sempaja Utara
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Adhika Junara Karunianto, D. H. (2017). Penentuan Anomali Gayaberat Regional dan Residual Menggunakan Filter Gaussian Daerah Mamuju Sulawesi Barat. Eksplorium, 38(2), 89–98. doi:https://doi.org/10.55981/eksplorium.2017.7933
Aga Rizky, I. D. (2022). Analisis Fasies dan Lingkungan Pengendapan pada Formasi Pulau Balang Cekungan Kutai. Jurnal Ilmiah Geologi Pangea, 9(1), 20-27. doi:https://doi.org/10.31315/jigp.v9i1sp.9405
Aisyah Salsabila, A. R. (2025). Identifikasi Dan Interpretasi Struktur Bawah Permukaan Kawasan Gunung Bromo-Semeru Dengan Metode Gravitasi. Inovasi Fisika Indonesia, 14(2), 171-177. doi:https://doi.org/10.26740/ifi.v14n2.p171-177
Amanda, R. R. (2025). Studi Literatur Pengaruh Sesar Geologi terhadap Kestabilan Lereng Tambang Batubara di Indonesia. Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik, 3(5), 188-204. doi:https://doi.org/10.61132/venus.v3i5.1195
Brahmeswari Sulandari, A. S. (2023). Deliniasi Struktur Sesar Lampung-Panjang dan Identifikasi Potensi Sumberdaya Alam Berdasarkan Anomali Magnet Daerah Bandar Lampung. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 24(4), 195-203. doi:https://doi.org/10.33332/jgsm.geologi.v24i4.721
Chulliat, A. W. (2020). Model Magnetik Dunia AS/Inggris untuk 2020-2025: Laporan Teknis. National Centers for Environmental Information. doi:10.25923/ytk1-yx35
Cici Novianda, L. M. (2024). Identifikasi Struktur Bawah Permukaan berdasarkan Data Anomali Gaya Berat Citra Satelit di Desa Pematang Buluh Tanjung Jabung Barat. Jurnal Geofisika, 22(2), 27-31. doi: http://dx.doi.org/10.36435/jgf.v22i2.591
Cooper, G. a. (2006). Meningkatkan Data Medan Potensial Menggunakan Filter Berdasarkan Fase Lokal. Computers & Geosciences, 1585-1591.
Dicky Alviandi Rais, A. M. (2020). Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Sebagai Pengontrol Sebaran Mineralisasi Di Dusun Plampang Dan Sangon, Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Geocelebes, 4(2), 93 – 101. doi:https://doi.org/10.20956/geocelebes.v4i2.8924
Eghi, A. J. (2025). Pengaruh Ukuran Butir Batupasir terhadap Kekuatan dan Ketahanan Batuan pada Formasi Balikpapan dan Pulau Balang. Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik, 3(5), 93-111. doi:https://doi.org/10.61132/venus.v3i5.1138
Fauzi Daffa Hanatha, H. H. (2024). Integrasi Metode Gravity dan Metode Geomagnetik Menggunakan Dekonvolusi Euler untuk Delineasi Struktur pada Sistem Panas Bumi di Kawasan Candi Umbul-Telomoyo, Magelang, Jawa Tengah. Jurnal Geosains dan Teknologi, 7(1), 19-28. doi: https://doi.org/10.14710/jgt.7.1.2024.19-28
Geospasial, B. I. (2020). Atlas Nasional Indonesia. BIG.
Hamzah Umar, M. D. (2018). Studi Fasies Pengendapan Formasi Pulau Balang Daerah Benanga Lempake Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Teknik Geologi : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 1(1), 37-57. From https://e-journals.unmul.ac.id/index.php/TG/article/view/6419/3693
Jamaluddin, D. R. (2024). Analisis Lingkungan Pengendapan dan Karakteristik Material Organik Daerah Air Putih, Kota Samarinda, Indonesia. Jurnal Geosains dan Teknologi, 6(3), 203-214. doi: https://doi.org/10.14710/jgt.6.3.2023.203-214
Jannatul Firdausi Nuzula, A. P. (2023). Penentuan Fasies Sentral Gunung Api Purba Menggunakan Metode Gravitasi Pada Kawasan Gunung Ijo, Pegunungan Kulonprogo. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika, 4(2), 32-38. doi:https://doi.org/10.29303/goescienceed.v4i2.233
Meno Hardianza, A. I. (2025). Identifikasi Batuan Reservoir Panas Bumi di Daerah Tambang Sawah, Lebong Provinsi Bengkulu menggunakan Data Gravitasi Satelit GGMPlus dengan Inversi 2D. Jurnal Fisika Unand, 14(2), 177-183. doi:https://doi.org/10.25077/jfu.14.2.177-183.2025
Miller, H. S. (1994). Kemiringan Medan Potensial: Konsep Baru untuk Penentuan Lokasi Sumber Medan Potensial. Journal of Applied Geophysics, 32, 213-217.
Muhaimin Nirwandi, P. N. (2024). Identifikasi Terduga Struktur Pada Daerah Panas Bumi Suoh Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung Berdasarkan Data Geomagnetik. Repository Itera. From https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2412180020?utm_source=chatgpt.com
Muhammad Januar Tazali, S. D. (2024). Identifikasi Struktur Sesar Menggunakan Data Anomali Bouguer Daerah Samarinda, Kalimantan Timur. Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika, 8(2), 10-16. doi: https://doi.org/10.24198/jiif.v8i2.53055
Neja Mujini Salbitha Cahyani, R. A. (2024). Analisis Struktur Kawasan Bukit Berambai Dengan Metode Fault Fracture Density, Daerah Berambai, Sempaja Utara, Kec. Samarinda Utara, Kalimantan Timur. Jurnal Teknik Geologi : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 7(1), 34-42. doi: http://dx.doi.org/10.30872/jtgeo.v7i1.18224
Nurshafiqa, A. H. (2025). Integrasi Metode Geomagnetik dan Fault Fracture Density (FFD) untuk Interpertasi Bawah Permukaan Daerah Manifestasi Panas Bumi Dondang, Kutai Kartanegara. Jurnal Fisika dan Terapannya, 10(1), 38-55. doi:https://doi.org/10.17509/wafi.v10i1.81236
Selvi Misnia Irawati, H. H. (2022). Integrated Magnetotelluric (MT), Gravity and Seismic Study of Lower Kutai Basin Configuration. J. Eng. Technol. Sci., 54(1), 27-41. doi:https://doi.org/10.5614/j.eng.technol.sci.2022.54.1.3
Syafira Aulina Refiani, A. F. (2023). Interpretasi Sebaran Anomali Magnetik di Daerah Prospek Panas Bumi Sumani, Sumatera Barat. Jurnal Fisika Unand, 12(3), 388–394. doi:https://doi.org/10.25077/jfu.12.3.388-394.2023
DOI: https://doi.org/10.24198/bsc.v23i3.68840
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.