City branding Kabupaten Sumedang melalui program Sumedang Happy Digital Region
Abstract
Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Kebijakan Perpres No.95 Tahun 2018 tentang peraturan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta Sumedang yang memiliki nilai indeks SPBE rendah dan dihadapkan dengan tiga disrupsi, di antaranya pandemi, digital, dan milenial. Latar bekakang inilah yang mendorong Kota Sumedang diharuskan untuk membuat sebuah inovasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi city branding melalui Program Sumedang Happy Digital Region yang dilakukan oleh Diskominfosanditik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu sebuah metode yang menjabarkan fenomena atau keadaan sosial dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Teknik penentuan key informant adalah purposive sampling dan teknik validasi data yang digunakan yaitu triangulasi data/sumber. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan program city branding menekankan kelebihan Kabupaten Sumedang serta melakukan kerja sama dengan Provider Jaringan untuk mendukung identitas sebagai Kabupaten Digital, nominated outcomes atau tujuan yang ingin dicapai ialah meciptakan sistem e-government untuk meningkatkan reputasi kota. Tidak hanya itu, Kota Sumedang juga mendorong adanya peningkatan pelayanan publik digital untuk menarik investor, sehingga dapat meningkatkan perekonomian, dan menarik wisatawan ke Kabupaten Sumedang. Dalam upaya menyebarkan informasi menggunakan komunikasi on air dan off air, coherence atau tindakan yang dilakukan untuk mendukung program yaitu melalui tools berupa aplikasi atau website yang dapat diakses yaitu E-office, E-office Desa, dan Tahu Sumedang.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Akinyode, B. F., & Khan, T. H. (2018). Step by step approach for qualitative data analysis. International Journal of Built Environment and Sustainability, 5(3). https://doi.org/10.11113/ijbes.v5.n3.267
Budianta, A. (2020, July 12). Menuju Pemerintahan Digital. Kementrian Keuangan Republik Indonesia. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13266/Menuju-Pemerintahan-Digital.html
Dinnie, K. (2011). City Branding: Theory and Cases. Britania Raya: Palgrave Macmillan.
Etikan, I. (2016). Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1. https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11
Go, F. M. (2011). City branding: Theory and cases. Place Branding and Public Diplomacy, 7(3), 218–222. https://doi.org/10.1057/pb.2011.18
Kartajaya, H. (2010). Perjalanan Pemikiran Konsep Pemasaran. PT. Gelora Aksara Pratama.
Kavaritzis, M. (2004). From Marketing to City Branding: Towars a Theoritical Framework for Developing City Brands. Place Branding and Public Diplomacy, 1(1), 58–73.
McQuivey, J. (2013). Digital Disruption: Unleashing the Next Wave of Innovation (American F). Amazon Publishing;
Nugraha, A. R., Sjoraida, D. F., & Novianti, E. (2022). Analisis strategi humas pemerintahan era milenial dalam menghadapi tata kelola informasi publik. PRofesi Humas, 6(2), 286. https://doi.org/10.24198/prh.v6i2.37095
Pemerintah Kabupaten Sumedang. (2018). Profil Sumedang Simpati.
Rainisto, S. (2009). How to Brand Nations, Cities and. Destinantions: A Planning Book for Place Branding. Palgrave Macmillan.
Skog, D. A., Wimelius, H., & Sandberg, J. (2018). Digital Disruption. Business & Information Systems Engineering, 60(5), 431–437. https://doi.org/10.1007/s12599-018-0550-4
Sugiarsono, J. (2009). City branding Bukan Sekedar membuat Logo dan Slogan. Majalah SWA.
Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian kualitatif. CV. Alfabeta.
Sugiyono. (2014). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Utomo, P., Safitri, E., & Azis, A. (2022). The Influence Of City Branding And City Image On Visiting Decisions And Their Impacts On Visit Interest Back To Madiun City. Epicheirisi, 6(2).
Wibisono, Y. (2007). Membedah Konsep & Aplikasi CSR (Corporate Social Responsibility). PT.Gramedia.
Wirania, S. (2016). Branding : Memahami dan Merancang Strategi Merek. PT. Remaja Rosdakarya.
Wyld, D. C. (2004). The 3 Ps. Journal of E-Government, 1(1), 17–22. https://doi.org/10.1300/J399v01n01_03
Yananda, R., & Salamah, U. (2014). Branding Tempat : Membangun Kota, Kabupaten, dan Provinsi Berbasis Identitas (1st ed., Vol. 1). Makna Informasi.
Yuswohady, Fatahillah, F., Tryditia, B., & Rachmaniar, A. (2019). Millenilas Kill Everything (1st ed., Vol. 1). Gramedia Pustaka Utama.
DOI: https://doi.org/10.24198/comdent.v1i1.44684
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 Femilia Yuniawati, Iriana Bakti, Aat Ruchiat Nugraha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Comdent: Communication Student Journal Indexed by:
Editorial Office of Comdent: Communication Student Journal:
Faculty of Communication Science, Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung-Sumedang KM. 21 Jatinangor, Sumedang 45363, Jawa Barat, Indonesia
WA: +6283111519064 (Anggi Lestari)
Telephone: +62227796954
Faxmile: +62227794122
Email: comdentunpad@gmail.com
Comdent: Communication Student Journal Supervised by: