Uji Stabilitas Formulasi Emulgel Ekstrak Etanol 96% Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.)
Abstrak
Kulit bawang merah (Allium cepa L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki potensi sebagai bahan aktif obat herbal. Namun, pemanfaatannya masih terbatas dan sering berakhir sebagai limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas fisik sediaan emulgel ekstrak etanol 96% kulit bawang merah dengan berbagai konsentrasi ekstrak. Emulgel diformulasikan menggunakan basis karbopol 940 dan dilakukan uji organoleptis, pH, daya sebar, daya lekat, serta viskositas.Hasil uji organoleptis menunjukkan adanya perubahan warna sediaan menjadi semakin coklat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, tanpa memengaruhi bau maupun konsistensi semi solid. Nilai pH seluruh formula masih berada dalam rentang aman sesuai SNI (4,5–8,0) dan pH kulit (4,5–7,5). Uji daya sebar menunjukkan peningkatan diameter sebar sejalan dengan penurunan viskositas, sedangkan uji daya lekat mengalami penurunan dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak. Formula tanpa ekstrak (F0) memiliki viskositas tertinggi, sedangkan penambahan ekstrak menurunkan viskositas secara bertahap.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Fitriyani NW, & M. (2022) ‘Tinjauan Literatur Mikrobiom pada kulit dalam perpektif dermatologi’.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Suryandari, M., & Kusumo, G. G. (2022). Artikel Penelitian Identifikasi Senyawa metabolit Sekunder Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) dari Berbagai Macam Pelarut Identification of Secondary Metabolites of Onion Peels Extract (Allium cepa L.) of Various Solvent. Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science, 7(2), 131–135.
Prabowo & Noer (2020). Uji Kualitas Fitokimia Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum).
Anand Ganapathy, A., Hari Priya, V. M., & Kumaran, A. (2021). Medicinal plants as a potential source of Phosphodiesterase-5 inhibitors: A review. Journal of Ethnopharmacology, 267, 113536. https://doi.org/10.1016/j.jep.2020.113536
Matulyte, I., Jekabsone, A., Jankauskaite, L., Zavistanaviciute, P., Sakiene, V., Bartkiene, E., Ruzauskas, M., Kopustinskiene, D. M., Santini, A., & Bernatoniene, J. (2020). Theessential oil and hydrolats from myristica fragransseeds with magnesium aluminometasilicate as excipient: Antioxidant, antibacterial, and anti-inflammatory activity. Foods, 9(1), 37–49.
Lidia, Amalia, K., & Azzahra, N. (2017). Pengembangan Formulasi Sediaan Emulgel Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) dan Uji Antioksidan Dengan Metode DPPH.Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi, 2(1),27–32.
Ajazuddin, Alexander, A., Khichariya, A., Gupta, S., Patel, R. J., Giri, T. K., & Tripathi, D. K. (2013). Recen texpansions in an emergent novel drug delivery technology: Emulgel.Journal of Controlled Release,171(2),122–132.
Sreevidya, V. S. (2019). An Overview on Emulgel. International Journal of Pharmaceutical and Phyto pharmacological Research, 9(1), 92–97.
Wahyuddin, M., Kurniati, A., & Aridewi, G. A. P. (2018). Pengaruh Konsentrasi Carbopol 940Terhadap Stabilitas Fisik Sediaan Masker Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Sebagai Anti Jerawat.Jf Fik Uinam, 6(1),25–33.
Megawati, Roosevelt, A., & Akhir, L. O. (2019). Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Ekstrak Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Sebagai Obat Sariawan Menggunakan Variasi Konsentrasi Basis Carbopol. Jurnal Farmasi Sandi Karsa, 5(1), 5– 10.
Badriyah & Farihah 2022. Analisis ekstraksi kulit bawang merah (Allium cepa L.) menggunakan metode maserasi. J.Sintesis Vol 3(1), pp:30-37.
Arisanty, I., & Pupita.(2013). Konsep Dasr Manajemen Perawatan Luka. Jakarta: EGC
Faradiba, F., A., & Ruhama, M., (2013), Formulasi krim wajah dari sari buah jeruk lemon (vitis vinifera l.) dengan variasi konsentrasi elmugator, Majalah Farmasi dan Farmakologi, 17(1), 17- 20
Dominica & Handayani 2019. Formulasi dan Evaluasi Sediaan Lotiondari Ekstrak Daun Lengkeng (Dimocarpus Longan) sebagai Antioksidan. jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 6No. 1
Handayani, Prima Astuti dan Nurcahyanti, Heti. (2014). Jurnal Bahan Alam Terbarukan edisi 1. Vol:3.
Garg, A., Aggarwal, D., Garg, S. &Singla, A.K.(2002). Spreading of Semisolid Formulations, An Update. Pharmaceutical Technology;2002;84-105.
Prahasiwi, R.D., Hastuti, E.D., 2018. Formulasi Gel Antioksidan Ekstrak Etil Asetat Tangkai Buah Parijoto (Medinilla Speciosa Blume) Dengan Basis Carbopol Dan Uji Aktivitas Antioksidan Dengan Metode DPPH. Prosiding HEFA (Health Events for All), 2(2), 242-249.
Nugraha, L.S.T., (2012). Pengaruh kadar NaCMC Sebagai Bahan Pengental Terhadap Karakteristik Fisik Lotion Repelan Minyak Akar Wangi (Vetiveria zizanioides L.). Skripsi. Semarang : Akademi Farmasi Theresiana.
Saryanti, D., Nugraheni, D., Astuti, N. S., & Pertiwi, N. I. (2019). Optimasi Karbopol Dan Hpmc Dalam Formulasi Gel Antijerawat Nanopartikel Ekstrak Daun Sirih (Piper betle Linn). Jurnal Ilmiah Manuntung, 5(2), 192–199
Suhesti Ts. Formulasi Sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak Etanol Daun Nagasari ( Mesua Ferrea L . ) vol. 1, no. 1, 2021.
Hapsari, T. R. (2014). Prospek Uwi Sebagai Pangan Fungsional dan Bahan Diversifikasi Pangan. Buletin Palawija, 0(27), 26–38
kayanti dkk. (2019). Formulasi Sediaan Krim Pelembab Ekstrak Air Buah Semangka (Citrullus lanatus). Journal Of Pharmacy Science And Practice, volume 6 nomor 1.
Sinko, P.J., 2011. Martin Farmasi Fisika dan Ilmu Farmasetika Edisi 5. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta. P 723.
Lumentuta, N. E. (2020). Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Krim Ekstrak Etanol Kulit Buah Pisang Goroho (Musa Acuminafe L.) Konsentrasi 12.5% Sebagai Tabir Surya. Jurnal Mipa, Vol 2 Nomor 42- 46.
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.










