Identifikasi Alkaloid Ekstrak Etanol dan Fraksi Kulit Carica pubescens dengan Kromatrografi Lapis Tipis
Abstrak
Tanaman Carica pubescens merupakan komoditas dataran tinggi yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Optimalisasi pemanfaatan limbah kulit buah Carica memerlukan data ilmiah mengenai kandungan metabolit sekunder, khususnya golongan alkaloid yang memiliki aktivitas farmakologis luas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kualitatif senyawa golongan alkaloid pada ekstrak etanol dan fraksi kulit buah Carica (Carica pubescens) menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Ekstraksi dilakukan secara remaserasi dengan etanol 70%, dilanjutkan fraksinasi bertingkat (n-heksan, etil asetat, dan air). Analisis KLT menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak metanol-kloroform (0,5:9,5) dengan pembanding piperin serta pereaksi semprot Dragendorff. Hasil analisa ekstrak etanol dan fraksi etil asetat menunjukkan hasil respon positif alkaloid dengan terbentuknya bercak jingga kecokelatan, dengan nilai Rf 0,94 serupa dengan nilai Rf baku pembanding piperin. Berdasarkan hasil profil kromatografi mendukung dugaan keberadaan senyawa golongan alkaloid secara kualitatif.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Pudjiraharti, S., Rahayu, S., & Widodo, P. Pengembangan komoditas Carica sebagai pangan lokal unggulan kawasan Dieng. Jurnal Pembangunan Wilayah. 2013; 9(2): 87–95.
Nisa, K., Handayani, R., & Prasetyo, B. Pemanfaatan tanaman famili Caricaceae dalam pengobatan tradisional Indonesia. Jurnal Etnofarmasi Indonesia. 2019; 4(1), 15–23.
Sari IP, Lestari D. Phytochemical and antioxidant profile of Carica pubescens from Dieng Plateau. J Appl Pharm Sci. 2020; 10(4): 112–118.
Dewick PM. Medicinal natural products: alkaloid biosynthesis and pharmacological activity. 3rd ed. Wiley; 2017.
Putra DA, et al. Bioactive compounds in mountain papaya (Carica pubescens): a review. Biodiversitas. 2022;23(5):2456–2463.
Lestari D, Prasetyo B, Handayani R. Aktivitas antioksidan dan antibakteri ekstrak buah Carica pubescens dari Dieng. J Farmasetika. 2021;6(3):201–209.
Wagner H, Bladt S. Plant Drug Analysis: A Thin Layer Chromatography Atlas. 2nd ed. Springer; 2016
Sarker SD, Nahar L. An introduction to natural products isolation and structure elucidation using chromatographic techniques. Methods Mol Biol. 2017;1645 :1–25.
Tatiana, S., Ivanova, L., & Petrova, M. Solvent partitioning approach in alkaloid-rich plant extracts. Asian Journal of Pharmaceutical Research. 2021; 11(4) : 221–228.
Kurniawan, D., Susanti, H., & Hidayat, R. Fraksinasi bertingkat ekstrak tanaman obat sebagai pendekatan pemisahan metabolit sekunder. Jurnal Ilmu Kefarmasian. 2019; 17(1): 45–52.
Santoso, B., Handayani, R., & Lestari, D. Distribusi metabolit sekunder pada berbagai bagian tanaman Carica sp. Jurnal Farmasi Indonesia. 2017; 14(2):85–92.
Rahmawati, N., Nugroho, A., & Pratiwi, Y. Potensi senyawa bioaktif pada limbah kulit buah tanaman tropis. Journal of Herbal Medicine. 2020; 21: 100–108.
Harborne, J. B. Phytochemical Methods: A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis. London: Springer; 2016
Rohman, A. Analisis Fitokimia: Prinsip, Teknik, dan Aplikasi. Yogyakarta: UGM Press; 2019
Sherma, J., & Fried, B. Handbook of Thin-Layer Chromatography (3rd ed.). CRC Press ; 2017
Yuliana, M., Suryani, N., & Hasanah, U. Optimasi fase gerak KLT untuk pemisahan senyawa alkaloid. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. 2020;18(3), 233–240.
Dewi, R., Handayani, S., & Prasetyo, B. Studi fraksinasi bertingkat dalam pemisahan senyawa alkaloid dari bahan alam. Jurnal Farmasi Sains dan Terapan. 2022;9(2), 85–92.
Wulandari, L. Kromatografi Lapis Tipis: Teori dan Praktik dalam Analisis Farmasi. Edisi Revisi. Jember: PT. Taman Kampus Pres; 2022.
Zahra, F., et al. Comparative Study of Alkaloids in Carica Species using Thin Layer Chromatography. Journal of Herbal Medicine Research. 2025; 14(1) : 5-15.
Yadav RNS, Agarwala M, Kumar S. Qualitative and quantitative analysis of alkaloids in medicinal plants. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research. 2020; 62(1):12–18.
Ramadhan, M. Keterbatasan Metode Kromatografi Konvensional dalam Identifikasi Senyawa Organik. Jurnal Sains dan Teknologi. 2021; 18(4), 201-209
Ardiansyah, R. Optimasi Sistem Kromatografi Lapis Tipis dalam Analisis Metabolit Sekunder. Jurnal Kimia Analisis Indonesia. 2022; 12(2), 45-52.
Fahmi, A., & Kurnia, D. Advanced Phytochemical Analysis: From TLC to LC-MS. Academic Press Indonesia; 2024











