DAMPAK DAN MITIGASI ABRASI MELALUI IMPLEMENTASI MANGROVE UNTUK TANGGUL PELINDUNG (MANTAP) PROGRAM SEDARI KANG HARI FT CIKAMPEK
Abstrak
Abrasi merupakan salah satu ancaman utama bagi masyarakat Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, khususnya di Dusun Karangsari yang Kawasan berhadapan langsung dengan lautan . Abrasi telah menyebabkan kerusakan permukiman, tambak, jalan, jembatan, fasilitas ibadah, dan infrastruktur pendidikan, serta memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Mangrove untuk Tanggul Pelindung (MANTAP) sebagai upaya mitigasi abrasi berbasis ekologi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, studi dokumentasi, dan literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi wilayah, dampak abrasi, dan pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abrasi telah mengurangi luas daratan, merusak infrastruktur dan aset masyarakat, menghambat mobilitas, interaksi sosial, menimbulkan kecemasan, serta menurunkan pendapatan nelayan dan budidaya tambak. Implementasi MANTAP dilakukan melalui revitalisasi tambak tidak produktif menjadi kawasan konservasi dan penanaman lebih dari 20.000 mangrove selama periode 2023–2026. Program ini dipadukan dengan perbaikan dua ruang kelas Sekolah Patra Bahari yang ditujukan untuk aktivitas sekolah 120 siswa serta pelibatan kelompok masyarakat dalam pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan mangrove. MANTAP membangun fondasi perlindungan ekologis melalui penguatan vegetasi pesisir sekaligus memperkuat gotong royong, kesadaran lingkungan, dan keberlanjutan penghidupan masyarakat.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFDOI: https://doi.org/10.24198/focus.v9i1.72707
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Terindeks Di:










