Evaluasi Kepatuhan Pengobatan Pasien TB Paru Aktif dan TB Paru Laten Menggunakan MARS-5 dan Pill Count di Puskesmas Playen I, Karangmojo I, Karangmojo II, dan Ponjong I, Gunungkidul, Yogyakarta
Abstract
Penyakit tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan bersifat menular. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kepatuhan dan faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien TB aktif dan TB laten di Puskesmas Playen I, Karangmojo I, Karangmojo II, Ponjong I di Gunungkidul Yogyakarta. Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan desain potong lintang. Kriteria inklusi adalah penderita TB paru aktif dan TB paru laten, berusia ≥12 tahun, sedang menjalani pengobatan TB di puskesmas, dan bersedia mengikuti penelitian. Kriteria eksklusi, yaitu pasien TB ekstra paru, pasien TB resisten obat, dan tidak menjawab kuesioner dengan lengkap. Subyek penelitian berjumlah 36 responden (13 pasien TB paru aktif, 23 pasien TB laten) yang dilakukan menggunakan total sampling. Kepatuhan diukur dengan MARS-5 dan pill count, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher’s exact. Hasil menunjukkan tingkat kepatuhan pada TB paru aktif 53,3% dan TB laten 85,7%. Mayoritas faktor sosiodemografi tidak berhubungan signifikan dengan kepatuhan (p>0,05), kecuali jenis kelamin yang menunjukkan hubungan signifikan (p=0,008), di mana perempuan lebih patuh dibanding laki-laki. Perbedaan hasil antara MARS-5 dan pill count disebabkan oleh potensi bias self-report pada kuesioner. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengukuran kepatuhan yang objektif serta intervensi spesifik berdasarkan jenis kelamin untuk meningkatkan keberhasilan terapi TB.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Ayuni Q, Khairudin H. Waspada dengan Bakteri Penyebab Tuberkulosis [Internet]. 2023. Tersedia dari: https://tbindonesia.or.id/waspada-dengan-bakteri-penyebab-tuberkulosis/
Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2022 [diakses 2 Mei 2024]. Tersedia dari: https://kemkes.go.id/id/indonesia-health-profile-2022
Tobin EH, Tristram D. Tuberculosis Overview. In: Stat Pearls. Treasure Island (FL). StatPearls Publishing; 2024 [diakses 5 Mei 2024]. Tersedia dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441916/
Sotgiu G, Centis R, D’Ambrosio L, Migliori GB. Tuberculosis Treatment and Drug Regimens. Cold Spring Harb Perspect Med. 2015;5(5):a017822.
Dinas Kesehatan Gunungkidul. Dinas Kesehatan DIY Dorong Rumah Sakit Skrining Tuberkulosis Melalui Elektronik Medical Record [diakses 20 Juni 2024]. Tersedia dari: https//dinkes.gunungkidulkab.go.id/dinas-kesehatan-diy-dorong-rumah-sakit-skrining-tuberkulosis-melalui-elektronik-medical-record/
Ulfah, Windiyaningsih C, Abidin Z, Murtiani F. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Pada Penderita Tuberkulosis Paru. The Indonesian Journal of Infectious Diseases. 2018;4(1):1–14.
Fang XH, Shen HH, Hu WQ, Xu QQ, Jun L, Zhang ZP, et al. Prevalence of and factors influencing anti-tuberculosis treatment non-adherence among patients with pulmonary tuberculosis: A cross-sectional study in Anhui Province, Eastern China. Med Sci Monit. 2019;25:1928–35.
WHO. Global Tuberculosis Report 2022 [diakses 26 Juni 2024]. Tersedia dari: https://www.who.int/teams/global-programme-on-tuberculosis-and-lung-health/tb-reports/global-tuberculosis-report-2022
Du L, Chen X, Zhu X, Zhang Y, Wu R, Xu J, et al. Determinants of Medication Adherence for Pulmonary Tuberculosis Patients During Continuation Phase in Dalian, Northeast China. Patient Prefer Adherence. 2020;14:1119–28.
Kemenkes RI. Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020-2024. Jakarta: Kemenkes RI; 2021.
Plans-Rubió P, Godoy S, Toledo D, Domínguez A, Caylà J, Parron I, et al. Factors Associated with Non-Adherence to Tuberculosis Preventive Treatment among Adult Contacts of Pulmonary Tuberculosis Cases with Latent Tuberculosis Infection in Catalonia, Spain, in 2019−2021. Trop Med Infect Dis. 2024;9(3):54.
Sugiyono. Metode Penelitian & Pengembangan Research and Development/R&D. Sofia Y, editor. Bandung: Alfabeta; 2017.
Chan AHY, Horne R, Hankins M, Chisari C. The Medication Adherence Report Scale: A measurement tool for eliciting patients’ reports of nonadherence. Br J Clin Pharmacol. 2020;86(7):1281–8.
Purwatiningsih D. Pengaruh Medication Therapy Management Terhadap Kepatuhan, Outcome Klinik dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus (tesis). Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Vik SA, Maxwell CJ, Hogan DB, Patten SB, Johnson JA, Romonko-Slack L. Assessing Medication Adherence Among Older Persons in Community Settings. Can J Clin Pharmacol. 2005;12(1):e152-e164.
Kambuno NT, Senge YH, Djuma AW, Barung EN. Uji Tuberkulosis Laten Pada Kontak Serumah Pasien BTA Positif Dengan Metode Mantoux Test. Jurnal Info Kesehatan. 2019;17(1):50–63.
Bakhtiar MI, Wiedyaningsih C, Yasin NM, Kristina SA. Hubungan Karakteristik, Kepatuhan, dan Outcome Klinis Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Kabupaten Bantul. Maj Farm. 2021;17(2):256–69.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014.
Amaltullah SD, Oktayana IP, Putri DD, Sahadewa S. Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Sebagai Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis (Tb) Paru di Puskesmas Modopuro. Prosiding Seminar Nasional Kusuma III. 2024;2(1):61–9.
Pramono JS. Literature Review: Risk Factors of Increasing Tuberculosis Incidence. Pannmed. 2021;16(1):106–13.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Tuberkulosis: pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta: PDPI; 2021. p. 1–78.
Frick M. An Activist Guide to Rifapentine for The Treatment of TB Infection. New York: Treatment Action Group; 2019 [diakses 30 Desember 2024]. Tersedia dari: https://impaact4tb.org/wp-content/uploads/2019/05/rifapentine_guide_2019_web_final2.pdf
Faradillah, Misnaniarti, Syakurah RA, Amalia E. Determinan Keberhasilan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis di Wilayah Kabupaten Muara Enim. PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2021;5(1):135–45.
Xu M, Markström U, Lyu J, Xu L. Detection of Low Adherence in Rural Tuberculosis Patients in China: Application of Morisky Medication Adherence Scale. Int J Environ Res Public Health. 2017;14(3):248.
Kondoy PPH, Rombot DV, Palandeng HMF, Pakasi TA. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis Paru di Lima Puskesmas di Kota Manado. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik. 2014;2(1):1–8.
Tirore LL, Ersido T, Handiso TB, Areba AS. Non-adherence to anti-tuberculosis treatment and associated factors among TB patients in public health facilities of Hossana town, Southern Ethiopia, 2022. Front Med (Lausanne). 2024;11:1360351.
Reyaan IBM, Faustincia I, Zazuli Z. Dampak Intervensi Edukasi dan Aplikasi Pengingat Minum Obat terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas di Kota Bandung. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi. 2023;13(4):256–65.
McNamara A, Normand C, Whelan B. Patterns and determinants of health care utilisation in Ireland. Dublin: Health Service Executive; 2013 [diakses 27 Juni 2024]. Tersedia dari: http://hse.openrepository.com/hse/handle/10147/301630
Rahmi U. Analisis Faktor Kepatuhan Berobat Penderita Tuberculosis Paru di Bandung. Wiraraja Medika. 2020;10(1):23–8.
Setyowati L, Emil ES. Analisis Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Tuberkulosis Menggunakan Medication Adherence Rating Scale (MARS). JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan). 2021;5(1):14–8.
Tama TD, Adisasmita AC, Burhan E. Indeks Massa Tubuh dan Waktu Terjadinya Konversi Sputum pada Pasien Tuberkulosis Paru BTA Positif di RSUP Persahabatan Tahun 2012. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia. 2016;1(1).
DOI: https://doi.org/10.15416/ijcp.2026.v15i1.65113
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy is indexed by









