Studi tentang Perilaku Agresi Verbal pada Anggota Komunitas Marah-Marah di X

Shella Khansa Nabila, Eka Riyanti Purboningsih, Zainal Abidin

Abstrak


Fitur komunitas dalam media sosial X (Twitter) memungkinkan penggunanya berkumpul berdasarkan kesamaan minat atau tujuan tertentu, salah satunya adalah Komunitas Marah-Marah yang memiliki lebih dari satu juta anggota. Komunitas ini menjadi ruang bagi pengguna untuk mengekspresikan kemarahan dan perasaan negatif lainnya, yang sering disampaikan secara terang-terangan melalui kata-kata kasar atau ungkapan sensitif. Meskipun tergolong sebagai agresi verbal, ekspresi semacam ini kerap dianggap wajar dalam komunitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika proses terjadinya perilaku agresi verbal pada anggota Komunitas Marah-Marah di X. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi terhadap tiga partisipan yang dipilih dengan teknik maximum variation sampling dan dianalisis dengan thematic analysis. Hasil penelitian menghasilkan tujuh tema utama: (1) komunitas menyediakan wadah aman untuk marah, (2) faktor internal menjadi pemicu kemarahan, (3) perasaan dipenuhi oleh kemarahan, (4) pikiran ikut memproses kemarahan, (5) tubuh ikut merasakan kemarahan, (6) kemarahan akhirnya diungkapkan, dan (7) dampak setelah mengungkapkan kemarahan. Temuan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai dinamika agresi verbal di Komunitas Marah-Marah dan menjadi landasan bagi penelitian lanjutan.

Kata Kunci


agresi verbal, komunitas virtual, Komunitas Marah-Marah, general aggression model

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Allen, J. J., Anderson, C. A., & Bushman, B. J. (2018). The general aggression model. Current Opinion in Psychology, 19, 75-80.

Amellia, A. R., Sari, A. E., Zulfiqor, A. A., Cahyo, N. G., & Nisa, P. K. (2024). Pola interaksi online pengguna X terhadap komunitas "Marah-Marah" di platform X. Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat, 2(3), 54-67.

Anderson, C. A., & Bushman, B. J. (2002). Human aggression. Annual Review of Psychology, 53(1), 27-51.

Anggraini, L. N. O., & Desiningrum, D. R. (2020). Hubungan antara regulasi emosi dengan intensi agresivitas verbal instrumental pada suku batak di ikatan mahasiswa Sumatera Utara Universitas Diponegoro. Jurnal Empati, 7(3), 1103-1111.

Baihaqi, M. A., Nurjanah, D. S., & Chodijah, M. (2020). Analog shocking therapy sebagai metode katarsis terhadap ketenangan jiwa pada karyawan. Syifa al-Qulub, 4(2), 1-10.

Baqi, S. A. (2015). Ekspresi emosi marah. Buletin Psikologi, 23(1), 22-30.

Bisri, M., & Saputra, D. B. P. (2022). The correlation between anonymity and verbal aggression of university students social media users. MOJPC: Malaysia Online Journal of Psychology & Counselling, 9(2), 42-51.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in Psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Darwis, A. M., & Harsono, Y. T. (2022). Hubungan antara fanatisme dengan perilaku agresi pada suporter sepak bola PSM Makassar. In Seminar Nasional Psikologi dan Ilmu Humaniora (SENAPIH) (pp. 165-177).

Handoko, A., & Ali, M. (2021). Hubungan fanatisme suporter sepakbola terhadap agresi Gubernur Cup di Provinsi Jambi. Jurnal Pion, 1(1), 34-43.

Hani, D. S., & Ratnasari, C. I. (2023). Klasifikasi masalah pada komunitas marah-marah di Twitter menggunakan long short-term memory. Jurnal Media Informatika Budidarma, 7(4), 1829-1837.

Harefa, S. V. N. (2024). Psikologi agresi mengungkap motivasi dan konsekuensinya. Circle Archive, 1(4).

Islah, F. M., & Akhdisholikhah, R. (2023). Riset-riset dalam cyberpsychology. Zahir Publishing.

Khaira, W. (2023). Kemunculan perilaku agresif pada usia remaja. Intelektualita, 11(02)..

McLaughlin, S., Bonner, G., Mboche, C., & Fairlie, T. (2010). A pilot study to test an intervention for dealing with verbal aggression. British Journal of Nursing, 19(8), 489-494.

Mukhoyyaroh, T. (2020). Anonimitas dan deindividuasi pada remaja pengguna sosial media. Jurnal Penelitian Psikologi, 11(1), 26-32.

Nurhaliza, W. O., & Fauziah, N. (2020). Komunikasi kelompok dalam virtual community. Komunida: Media Komunikasi dan Dakwah, 10(01), 18-38.

Rosalinda, R., & Satwika, Y. W. (2019). Hubungan antara kontrol diri dengan perilaku agresi verbal pada siswa kelas x smk “x” Gresik. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 6(2).

Saputra, W. N. E., Hanifah, N., & Widagdo, D. N. (2024). Perbedaan tingkat perilaku agresi berdasarkan jenis kelamin pada siswa sekolah menengah kejuruan Kota Yogyakarta. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 2(4), 14.

Sitanggang, Y. A., Lani, T., & Raziansyah, R. (2023). Hubungan konsep diri dengan kontrol diri dalam tindakan agresivitas di media sosial pada keluarga yang memiliki remaja di wilayah Astambul. Journal Health & Science: Gorontalo Journal Health and Science Community, 7(2), 195-202.

Warini, S., Hidayat, Y. N., & Ilmi, D. (2023). Teori belajar sosial dalam pembelajaran. ANTHOR: Education and Learning Journal, 2(4), 566-576.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.




DOI: https://doi.org/10.24198/jpsp.v10i1.68086

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Jurnal ini terideks di:


width= width=  width= width=  width=