Relasi Ruang Publik Dan Pers Menurut Habermas
Abstract
Jurnalisme merupakan sebuah kegiatan pengelolaan informasi yang memiliki rentang sejarah panjang berbarengan dengan perkembangan konsep ruang publik. Penelitian ini berupaya untuk mengkaji asal mula jurnalsme publik dengan menggunakan pandangan Jurgen Habermas mengenai ontologi ruang publik, sejarah pers, dan hubungan ruang publik dengan pers. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep publik yang melekat pada ruang publik memiliki pengertian berbeda dalam sejarah, hingga ditemukannya konsep ruang publik yang sejalan dengan pandangan kita saat ini. Ruang publik dalam pandangan Habermas memiliki dua bentuk; ruang publik politik dan ruang publik sastra. Melalui dua konsep ruang publik tersebut peneliti menemukan kerterkaitan ruang publik dengan perkembangan pers hingga munculnya konsep jurnalisme publik.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Atton, C. (2002). Alternative Media, London: Sage Publications Ltd.
Berry, D. (2008). Journalism, Ethics and Society. England: Ashgate Publishing Limited.
Dowd, D. (2000). Capitalism and its Economics: A Critical History. London: Pluto Press.
Eaman, R. (2009). Historical Dictionary of Journalism, Maryland: Scarecrow Press. Inc.
Fulcher, J. (2004). Capitalism; Very Short Introduction. New York: Oxford University Press Inc
Habermas, J. (1989). The Structural Transformation of the Public Sphere. (trans) Thomas Burger, Britain: Polity Press.
Hardiman, F.B. (2009). Menuju Masyarakat Komunikatif: ilmu, Masyarakat, Politik dan Postmordenisme Menurut Jurgen Habermas. Yogyakarta: Kanisius.
______________. (2009). Demokrasi Deliberatif: Menimbang ‘Negara Hukum’ dan ‘Ruang Publik’ dalam Teori Diskursus Jurgen Habermas, Yogyakarta: Kanisius.
Haryatmoko. (2007). Etika Komunikasi; Manipulasi Media, kekerasan, dan pornografi, Yogyakarta: Kanisius.
Iggers, J. (1999). God New Bad News: Journalism Ethics and the Public Interest. Colorado: Westview Press.
Jones, P. (2009). Pengantar Teori-Teori Sosial. (terj). Achmad Fedyani Saifuddin, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
McQuail, D. (1997). Audience Analysis. London; Sage Publication.
Mwangi, S.M. (2009). International Journalism in 21st Century Communication a Reference Handbook (ed) William F. Eadie. California: Sage Publications, Inc.
Rundel, J. (2002). Jurgen Habermas, dalam Teori-Teori Sosial; Observasi Kritis terhadap Para Filsuf Terkemuka (ed) Peter Beilharz, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Schmandt, H.J. (2002). Filsafat Politik: Kajian Historis dari Zaman Yunani Kuno Sampai Zaman Modern, (terj) Ahmad Baidlowi & Imam Bahehaqi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Santana, K.S. (2005). Jurnalisme Kontemporer, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Siswanto, J. (1998). Sistem-Sistem Metafisika Barat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Stell, J. (2009). The Idea of Journalism. in 21st Century Communication a Reference Handbook (ed) William F. Eadie. California: Sage Publications, Inc.
Turow, J. (2009). Media Today: An Introduction to Mass Communication. New York: Routledge.
Wellmer, A. (1991). Reason, Utopia, and the Dialectic of Enlightenment, dalam Habermas and Modernity, Richard J. Bernstein. Cambridge-Massachusetts: The MIT Press.
Wiryawan, H. (2007). Dasar-Dasar Hukum Media, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
DOI: https://doi.org/10.24198/jkj.v1i1.12228
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2017 Jurnal Kajian Jurnalisme

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Kajian Jurnalisme Indexed by:
Editorial Office of Kajian Jurnalisme:
Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran
Building 3 2nd Floor, Jl. Raya Bandung Sumedang KM.21, Jatinangor, Sumedang Regency, West Java 45363
Email: kajian.jurnalisme.fikom@unpad.ac.id
Telepon: (022) 7796954
Faks: (022) 7794122
Kajian Jurnalisme Supervised by: