Pengaruh naungan dan konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman anggrek Phalaenopsis hasil persilangan kultivar Sayukudion x Taida Snow
Abstract
Percobaan ini bertujuan untuk menentukan persentase naungan dan konsentrasi pupuk organik cair yang terbaik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek Phalaenopsis hasil persilangan kultivar Sayukudion x Taida Snow. Dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, dengan ketinggian tempat 700 meter dpl, pada bulan Oktober 2011 sampai Januari 2012. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi dengan dua faktor dan tiga ulangan. Petak utama adalah persentase naungan (55 %, 65 %, 75 %) dan anak petak adalah konsentrasi pupuk organik cair (1 ml L-1, 2 ml L-1, 3 ml L-1). Perlakuan persentase naungan dan konsentrasi pupuk organik cair tidak menunjukkan hubungan yang saling mempengaruhi terhadap semua variabel pengamatan. Naungan dengan persentase 75 % memberikan pengaruh terbaik terhadap pertambahan lebar daun sedangkan naungan dengan persentase 65 % memberikan pengaruh terbaik terhadap pertambahan jumlah daun. Pupuk organik cair tidak berpengaruh terhadap variabel pengamatan, kecuali pada konsentrasi pupuk organik cair 1 ml L-1menunjukkan pengaruh terbaik pada pertambahan jumlah akar anggrek Phalaenopsis umur 12 msp.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adiputra, I. G. 2009. Aklimatisasi Bibit Anggrek padaAwal Pertumbuhannya Diluar Kultur Jaringan. Jur. Biologi, FMIPA. Universitas Hindu Indonesia Denpasar. Denpasar.
Darmono, D.W., W. Prasetyo dan N. Solvia. 2000. Pengaruh Naungan terhadap Produksi Tiga Kultivar Bunga Anggrek. J. Hort 9(4):302-306.
Darmono, D.W. 2008. Bertanam Anggrek. Penebar Swadaya. Jakarta
Darmono, D.W. 2009. Permasalahan Anggrek dan Solusinya. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hendroyono dan Daisy P. Sriyanti, 1998. Budidaya Anggrek dengan bibit dalam botol. Kanisius. Jakarta
Iswanto, H. 2005. Petunjuk Perawatan Anggrek. Agromedia Pustaka. Depok.
Parnata, A.S. 2004. Pupuk Organik Cair Aplikasi dan Manfaatnya. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Prasetyo, H., Ulianna, dan B. Gonggo M. 2006. Pada Pertumbuhan Tanaman Jahe Merah dengan Intensitas Naungan dan Dosis Pupuk KCl pada Sistem Wanafarma di Perkebunan Karet. Jurnal AKTA Agrosia. 9(1, 19-24).
Salisbury, F. B and W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Terjemahan Diah R. Lukman dan Sumaryono. ITB Bandung. p19-83.
Sharma, B. I. and P. N. Bapat. 2000. Levels of Micronutrient Cations In VariousPlant Parts of Wheat As Influenced by Zinc and Phosphorus Application. J. The Indian Society of Soil Science. 48 (1):130-134.
Skelsey, Alice. 1983. Orchids. Time – Life Books, Alexandria, Virginia. Suwandi dan S. Chan. 1982.Pengaruh Pemberian Pupuk Kasching dan Mikronutrien pada Tanaman Kentang. Buletin Penelitian Hortikultura 19(26): 115-119
Trubus. 2005. Anggrek Dendrobium. Vol 1 No 1, PT Trubus Swadaya.Depok.
Yayat, Rochayat Suradinata, Ramadhani Rahman, Jajang S. Hamdani, 2013. Packlobutrazol and Sheding Level Effect to The Growth and Quality of Begonia (Begonia rexcultorum) Cultivar Marmaduke. Asian J. Of Agric. & Rural Dev. Vol. 3 No. 8 p 566-575.
Sutiyoso, Y. 1995. Pedoman Menanam Anggrek. P.D. Putra Kencana. Jakarta.23.
Sutiyoso Y., dan Sarwono. 2006. Merawat Anggrek. Penebar Swadaya. Jakarta.
DOI: https://doi.org/10.24198/kultivasi.v13i1.69231
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Kultivasi Indexed by:

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






