AGROFORESTRI BERBASIS WAKAF UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI LOKASI EKS HGU PT HEVINDO, DESA NANGGUNG, KABUPATEN BOGOR
Abstrak
This community service program initiated a waqf-based agroforestry model to optimize land use and strengthen community capacity in Blok Pasir Kolecer, a site located within the former land concession (HGU) of PT Hevindo in Nanggung Village, Bogor Regency, which is currently being prepared for agrarian reform implementation. The program was carried out through a participatory approach involving technical training, joint assessments of land-use conditions, agroforestry design planning, policy advocacy, and the initiation of tree-waqf donations via a digital platform. The results demonstrate that the waqf-based agroforestry model not only addresses farmers' capital constraints but also significantly enhances social solidarity and community control over local agrarian resources. Its broader implication is the potential replication of this model as a strategic access-reform mechanism within agrarian reform programs, integrating farmer participation, religious philanthropy, and digital innovation.
Program pengabdian masyarakat ini menginisiasi model agroforestri berbasis wakaf untuk mengoptimalkan lahan serta memperkuat kapasitas komunitas di Blok Pasir Kolecer, sebuah lokasi di area bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Hevindo di Desa Nanggung, Kabupaten Bogor yang sedang dipersiapkan untuk pelaksanaan program reforma agraria. Kegiatan ini dijalankan secara partisipatif yang mencakup pelatihan teknis, penilaian bersama atas kondisi penggunaan lahan, perencanaan desain agroforestri, advokasi kebijakan, dan inisiasi skema wakaf pohon melalui platform digital. Hasil program ini menunjukkan bahwa model agroforestri berbasis wakaf selain berpotensi untuk menjawab keterbatasan modal petani, juga berperan besar dalam memperkuat solidaritas sosial dan kontrol komunitas atas sumber agraria setempat. Implikasinya, model ini berpotensi direplikasi sebagai strategi penataan akses dalam program reforma agraria yang memadukan partisipasi petani, filantropi keagamaan, dan inovasi digital.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Cahyana, I. N. (2024). Ada Apa di Balik Belum Berhasinya Reforma Agraria di Indonesia? UNES Law Review, 6(3), 8074-8083. https://doi.org/10.31933/UNESREV.V6I3.1679
Firdaus, A. (2024). Inovasi Sosial di Hutan Wakaf Bogor dalam Mencapai Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 10(1), 64-72. https://doi.org/10.29040/JIEI.V1I1.11918
Hairiah, K., Sardjono, M. A., & Sabarnurdin, S. (2003). Pengantar Agroforestri. ICRAF.
Islam, K., Fujiwara, T., Sato, N., & Hyakumura, K. (2018). Evolving and Strengthening the Cooperative Approach for Agroforestry Farmers in Bangladesh: Lessons Learned from the Shimogo Cooperative in Japan. Sustainability, 10(3), 617. https://doi.org/10.3390/su10030617
Jürgenson, E. (2016). Land Reform, Land Fragmentation and Perspectives for Future Land Consolidation in Estonia. Land Use Policy, 57, 34-43. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2016.04.030
King, K. F. S., & Chandler, M. T. (1978). The Wasted Lands. ICRAF.
Kurniawan, A. F., Suharto, E., Wulan, D., & Andari, T. (2023). Prospek dan Keterbatasan Acces Reform Berbasis Potensi Wilayah Desa di Kalurahan Sumberarum. Tunas Agraria, 6(3), 204-219. https://doi.org/10.31292/JTA.V6I3.245
Maulana, I. R., & Shohibuddin, M. (2022). Zona Interaksi Politik dan Respons Aktor Pemerintah: Kasus Perjuangan Agraria di Nanggung, Kabupaten Bogor. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 13(1), 75-100. https://doi.org/10.14710/politika.13.1.2022.75-100
Maulana, I. R., & Shohibuddin, M. (2024). Pengaruh Gerakan Petani terhadap Trajectory Perjuangan Reforma Agraria: Kasus Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Jurnal Sains Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], 8(2), 49-61. https://doi.org/10.29244/JSKPM.V8I02.1504
Niroula, G. S., & Thapa, G. B. (2005). Impacts and Causes of Land Fragmentation, and Lessons Learned from Land Consolidation in South Asia. Land Use Policy, 22(4), 358-372. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2004.10.001
Nurhamani, A. (2024). Reforma Agraria dan Tembok Ego Sektoral: Merumuskan Alternatif Penyelesaian. Bina Hukum Lingkungan, 8(2), 189-213. https://doi.org/10.24970/BHL.V8I2.157
Oldenburg, P. (1990). Land Consolidation as Land Reform, in India. World Development, 18(2), 183-195. https://doi.org/10.1016/0305-750X(90)90047-2
Rosadi, S. (2024). Pemanfaatan Lahan Hutan Lindung Wakaf sebagai Solusi Ekologi dan Ekonomi Masyarakat Sekitar Rokan Hulu Riau. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 1384-1392. https://doi.org/10.31004/IRJE.V4I4.1312
Sangkoyo, H. (2001). Pembaruan Agraria dan Pemenuhan Syarat-syarat Sosial dan Ekologis Pengurusan Daerah. Dalam Tim Lapera (Ed.), Prinsip-prinsip Reforma Agraria: Jalan Penghidupan dan Kemakmuran Rakyat, hlm. 91-112. Lapera Pustaka Utama.
Shohibuddin, M. (2019). Wakaf Agraria: Signifikansi Wakaf bagi Agenda Reforma Agraria. Baitul Hikmah, Magnum Pustaka Utama dan Sajogyo Institute.
Shohibuddin, M. (2021). Landasan Keagamaan bagi Perjuangan Keadilan Agraria. Dalam Tim Penyusun (Ed.), Islam untuk Alam Semesta (Keadilan Sosial, Gender dan Iklim), hlm. 417-432. Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama.
Shohibuddin, M., & Salim, N. (Eds.). (2012). Pembentukan Kebijakan Reforma Agraria 2006-2007: Bunga Rampai Perdebatan. STPN Press.
Sirait, M. T. (2017). Inklusi, Eksklusi dan Perubahan Agraria: Redistribusi Tanah Kawasan Hutan di Indonesia. STPN Press.
Tobing, M. C. H. L., & Tanaya, P. E. (2023). Problematika Pelaksanaan Reforma Agraria di Indonesia. Kertha Semaya: Jurnal Ilmu Hukum, 11(11), 2724-2736. https://doi.org/10.24843/KS.2023.V11.I11.P18
DOI: https://doi.org/10.24198/kumawula.v8i3.60688
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Terindeks Di:
















