TEMAN SEBAYA (PEER GROUP) KARANG TARUNA TUNAS BHAKTI SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERAWATAN PRAKONSEPSI
Abstrak
A healthy pregnancy requires preparation that needs to be done long before pregnancy occurs. The preconception period is the period before pregnancy, which is considered the right time for a woman who wants to prepare for her pregnancy optimally. Peer education is education that involves the role of peers as trained health educators and/or facilitators. Peer education, or peer group education, is one of the health education methods known to be effective in providing information to adolescents. The objective of this community service activity is to optimize the preconception health of women of childbearing age, especially adolescents, by increasing their knowledge and skills in preconception care through peer groups. The community service methods used lectures, demonstrations, and simulations. This activity consisted of four stages, namely pretest, educator training, peer education, and posttest. This activity was conducted in partnership with Karang Taruna Tunas Taruna Bhakti, Sugih Waras, Wonorejo, Karanganyar. Educator training was conducted to prepare youth organization administrators as educators for other youth organization members. The results of the activity showed that peer education, in partnership with youth organizations, was effective in improving the level of knowledge (p = 0.000) and preconception care behavior (p = 0.000) of all youth organization members. Youth organization leaders who have received educator training can disseminate their knowledge to other youth organization members and the wider community. The conclusion of this activity is that youth organizations play an effective role as peer educators in improving individuals' knowledge and behavior regarding preconception care.
Kehamilan yang sehat membutuhkan suatu persiapan yang perlu dilakukan jauh sebelum kehamilan itu terjadi. Periode prakonsepsi merupakan periode sebelum terjadinya kehamilan yang dianggap sebagai waktu yang tepat bagi seorang wanita yang ingin mempersiapkan kehamilannya dengan optimal. Peer education adalah edukasi yang melibatkan peran teman sebaya sebagai edukator dan/ atau fasilitator kesehatan yang terlatih. Peer education atau edukasi kelompok teman sebaya merupakan salah satu metode pendidikan kesehatan yang dikenal efektif untuk memberikan informasi pada remaja.
Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengoptimalkan kesehatan prakonsepsi wanita usia subur khususnya remaja melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawatan prakonsepsi dengan kelompok teman sebaya. Metode pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan simulasi. Kegiatan ini terdiri dari 4 tahap yaitu pretest, pelatihan edukator, edukasi teman sebaya, dan posttest. Kegiatan bermitra dengan Karang Taruna Tunas Taruna Bhakti, Sugih Waras, Wonorejo, Karanganyar. Pelatihan edukator dilakukan untuk menyiapkan pengurus karang taruna sebagai agen edukator bagi anggota karang taruna yang lain. Hasil kegiatan menunjukan bahwa edukasi teman sebaya yang bermitra dengan karang taruna efektif untuk memperbaiki tingkat pengetahuan (p=0.000) dan perilaku perawatan prakonsepsi (p=0.000) seluruh anggota karang taruna. Pengurus karang taruna yang telah mendapatkan pelatihan edukator dapat menyebarluaskan pengetahuan yang mereka miliki kepada anggota karang taruna yang lain dan masyarakat secara luas. Simpulan kegiatan ini adalah karang taruna berperan sebagai agen edukasi sebaya yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku perawatan prakonsepsi individu.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Abdi, F., & Simbar, M. (2013). The Peer Education Approach in Adolescents. Iranian J Publ Health, 42(11), 1200–1206.
Akuiyibo, S., Anyanti, J., Idogho, O., Piot, S., Amoo, B., Nwankwo, N., & Anosike, N. (2021). Impact of peer education on sexual health knowledge among adolescents and young persons in two North Western states of Nigeria. Reproductive Health, 18(1), 1–8. https://doi.org/10.1186/s12978-021-01251-3
Andriani, R., Suhrawardi, & Hapisah. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Remaja Dengan Perilaku Seksual Pranikah. Jurnal Inovasi, 2(10), 3441–3446. https://stp-mataram.e-journal.id/JIP/article/view/1341
Azizi, M., Hamzehgardeshi, Z., & Shahhosseini, Z. (2016). Influential Factors for the Improvement of Peer Education in Adolescents: A Narrative Review. Journal of Pediatrics Review, In Press(In Press). https://doi.org/10.17795/jpr-7692
Fauzian, R. A., Rahmi, F. L., & Nugroho, T. (2016). 106649-ID-hubungan-tingkat-pengetahuan-dengan-peri. 5(4), 1634–1641.
Kemenkes RI. (2018). Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf. In Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (p. 198). http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf
King, D. M., Donley, T., Mbizo, J., Higgins, M., Langaigne, A., Middleton, E. J., & Stokes-Williams, C. (2019). The Use of a Community-Based Preconception Peer Health Educator Training Intervention to Improve Preconception Health Knowledge. Journal of Racial and Ethnic Health Disparities, 6(4), 686–700. https://doi.org/10.1007/s40615-019-00567-y
Menteri Sosial Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2019 Tentang Karang Taruna. https://doi.org/.1037//0033-2909.I26.1.78
Mujiburrahman; Riyadi, Muskhab Eko; Ningsih, M. U. (2022). Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Pencegahan Covid-19. Jurnal Sains Kesehatan, 28(3), 31–38. https://doi.org/10.37638/jsk.28.3.31-38
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasi. PT Rineka Cipta.
Notoatmodjo S. (2015). Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni Edisi Revisi. Rineka Cipta.
Pariati, P., & Jumriani, J. (2021). Gambaran Pengetahuan Kesehatan Gigi Dengan Penyuluhan Metode Storytelling Pada Siswa Kelas Iii Dan Iv Sd Inpres Mangasa Gowa. Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar, 19(2), 7–13. https://doi.org/10.32382/mkg.v19i2.1933
Pratama, F. F., & Rahmat. (2018). Jurnal Civics : Media Kajian Kewarganegaraan pengalaman pembelajaran. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 15(1), 170–179.
Putra, A. W. S., & Podo, Y. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat dalam mitigasi bencana alam tanah longsor. Urecol 6th, 305–314. http://journal.unimma.ac.id/index.php/urecol/article/view/1549
Rahmani, R., Moghadam, F. Y., Hadizadeh-Talasaz, F., & Rahmani, M. R. (2020). The effect of peer education on fear of childbirth in pregnant women: A randomized clinical trial. International Journal of Women’s Health and Reproduction Sciences, 8(2), 209–214. https://doi.org/10.15296/ijwhr.2020.33
Restiana Rusida, Esty; Ramadhani, Syahrizal; Oktapian Akbar, D. (2021). Hubungan Pengetahuan Terhadap Perilaku Penggunaan Suplemen Dan Obat Herbal Dalam Mencegah Penularan Covid-19 Di Banjarbaru Selatan. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 6(2), 292–301. https://doi.org/10.36387/jiis.v6i2.728
Santika, Aprilia Puteri ; Nugraheni, A. Y. (2021). Hubungan Pengetahuan Terhadap Sikap Dan Perilaku Dalam Penggunaan Suplemen Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 Pada Masyarakat Di Kelurahan Sidorejo Kabupaten Sukoharjo Tahun 2021. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 17(3).
Stephenson, J., Schoenaker, D. A. J. M., Hinton, W., Poston, L., Barker, M., Alwan, N. A., Godfrey, K., Hanson, M., & De Lusignan, S. (2021). A wake-up call for preconception health: A clinical review. British Journal of General Practice, 71(706), 233–236. https://doi.org/10.3399/bjgp21X715733
WHO. (2023a). Adolescent Health. https://www.who.int/health-topics/adolescent-health#tab=tab_1
WHO. (2023b). Women of Reproductive Age (15-49 years) Population (Thousands). https://www.who.int/data/gho/indicator-metadata-registry/imr-details/women-of-reproductive-age-(15-49-years)-population-(thousands)
DOI: https://doi.org/10.24198/kumawula.v9i1.67958
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Terindeks Di:
















