ANALISIS PENGEMBANGAN KARIER TENAGA KEPENDIDIKAN PRANATA LABORATORIUM PENDIDIKAN (PLP) DI UNIVERSITAS PADJADJARAN
Abstrak
Perguruan tinggi sebagai organisasi publik membutuhkan sistem pengembangan karier yang terencana, khususnya bagi tenaga kependidikan yang berperan dalam menunjang tridharma perguruan tinggi. Namun demikian, pengelolaan karier tenaga kependidikan non-PNS masih menghadapi berbagai tantangan terkait sistem pengembangan karier dan kesempatan promosi jabatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengembangan karier tenaga kependidikan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) di Universitas Padjadjaran dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karier PLP telah dilaksanakan melalui perencanaan karier dan manajemen karier, namun belum berjalan secara optimal. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan formasi jabatan, belum jelasnya regulasi bagi PLP non-PNS, serta pelatihan yang belum berbasis analisis kebutuhan. Kondisi ini berdampak pada penumpukan tenaga kependidikan pada jenjang tertentu dan berpotensi menimbulkan stagnasi karier. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penguatan perencanaan karier, penataan regulasi, serta pengembangan pelatihan berbasis kebutuhan agar pengembangan karier PLP dapat berjalan selaras dengan kebutuhan organisasi dan individu.
Higher education institutions as public organizations require well-structured career development systems, particularly for educational personnel who play a strategic role in supporting the tridharma of higher education. However, career management for non-civil servant educational personnel still faces various challenges, especially in terms of career development systems and promotion opportunities. This study aims to analyze the implementation of career development for Educational Laboratory Administrators (Pranata Laboratorium Pendidikan/PLP) at Universitas Padjadjaran using a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis. The results show that career development for PLP has been implemented through career planning and career management; however, it has not yet been fully optimized. The main challenges include limited position formations, the absence of clear regulations for non-civil servant PLP, and training programs that are not yet based on needs analysis. These conditions have led to the concentration of personnel at certain career levels and the potential for career stagnation. This study concludes that strengthening career planning, improving regulatory frameworks, and developing needs-based training systems are necessary to ensure that career development for PLP aligns with both organizational and individual needs.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Abdullah, H. (2017). Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. Jurnal Warta Dharmawangssa, 51, 1. http://doi.org/10.1080/16070658.2018.1448503%0Awww.udsspace.uds.edu.gh%0Ahttps://doi.org/10.1080/20469047.2017.1409453%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.heliyon.2017.e00298%0Ahttp://www.gainhealth.org/wp-content/uploads/2018/03/Ghana-Development-of-Food-based
Birt, L., Scott, S., Cavers, D., Campbell, C., & Walter, F. (2016). Member Checking: A Tool to Enhance Trustworthiness or Merely a Nod to Validation? Qualitative Health Research, 26(13), 1802–1811. https://doi.org/10.1177/1049732316654870
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. In Introducing English Language (Fifth Edit). SAGE Publications, Inc. https://doi.org/10.4324/9781315707181-60
Dessler, G. (2019). Fundamentals of Human Resource Management (Fifth Edit). Pearson Education, Inc.
Gomes, F. C. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit ANDI Yogyakarta.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan, (2019).
Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2000). Human Resource Management (Nineth Edi). South-Western College Pub.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (Third Edit, Vol. 17). SAGE Publications.
Mondy, R. W., & Martocchio, J. J. (2016). Human Resource Management (Fourteenth). Pearson Education.
Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, (2017).
Rahardjo, D. A. S. (2021). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yayasan Prima Agus Teknik.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 Tentang Aparatur Sipil Negara, (2023).
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cetakan Ke). Penerbit Alfabeta Bandung.
Syafri, W., & Alwi. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik. IPDN PRESS.
Universitas Padjadjaran. (2025). Rencana Strategis Universitas Padjadjaran 2025-2029. https://jdih.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2025/03/Renstra-Unpad-2025-2029.pdf
DOI: https://doi.org/10.24198/responsive.v9i1.69469
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












