TRADISI ELMA (MAJELIS ELING MATI) SEBAGAI BUDAYA RELIGIUS DAN NILAI KEBERSAMAAN MASYARAKAT DESA MOJOASEM
Abstrak
Pengabdian ini dilakukan untuk memperkuatan Tradisi ELMA (Majelis Eleng Mati) sebagai nilai budaya dalam mempertahankan religiusitas dan kebersamaan masyarakat. Mitra dalam kegiatan ini adalah majelis ELMA dengan tahapan kegiatan dilakukan mulai dari pemetaan, analisis hasil pemetaan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah edukasi kepada mitra yang hadir dalam kegiatan majelis ELMA sebagai tujuan untuk memperkuat tradisi yang dilakukan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ELMA tidak hanya berperan sebagai sarana doa bersama untuk mendoakan arwah, tetapi juga sebagai media introspeksi diri yang meningkatkan kesadaran akan kematian dan pentingnya kualitas ibadah. Selain itu, perkuatan tradisi ini diketahui mempererat hubungan sosial antar warga dengan menumbuhkan rasa kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan makam. Kendati menghadapi tantangan kesibukan warga dan perubahan gaya hidup generasi muda, komitmen kolektif masyarakat serta dukungan tokoh desa berhasil mempertahankan keberlangsungan ELMA. Tradisi ini penting dalam membentuk budaya religius yang berkelanjutan sekaligus menjadi simbol identitas dan keharmonisan sosial Desa Mojoasem. Temuan ini menegaskan bahwa praktik keagamaan tradisional mampu berfungsi ganda sebagai pengikat sosial dan media pelestarian budaya dalam masyarakat modern.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Ahmad, S. (2021). TOTEM , RITUAL DAN KESADARAN KOLEKTIF : Kajian Teoritik Terhadap Pemikiran Keagamaan Emile Durkheim. Al-Adyan: Journal of Religious Studies 2(2):153–61.
Ainiyah, Arisatul. (2012). PENGARUH PENDIDIKAN IBU, PENDAPATAN KELUARA, DEMOGRAFI, PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU TERHADAP PARITAS DI KECAMATAN LAREN KABUPATEN LAMONGAN.
Alfarisi, F., & Rosyad, R. (2024). The tradition of Ngunjung Buyut Ki Agus Jaka in maintaining religious moderation of the village community. Jurnal Iman dan Spiritualitas, 4(2). https://doi.org/10.15575/jis.v4i2.34215
Annisa, F. (2022). TAHLILAN SEBAGAI SINKRONISASI AGAMA DAN BUDAYA (Perspektif Legal Maxim). Sahaja: Journal Shariah And Humanities 1(2):85–108.
Erianata, Hanung. Tria, Agustin & Ghufron. (2025). PERAN UPACARA ADAT DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BALI. (2025). Jurnal Media Akademik (JMA), 3(12). https://doi.org/10.62281/w6keg969
Harirah, Z., Azwar, W., & Isril, I. (2021). Melacak Eksistensi Kearifan Lokal Dalam Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Siak Di Era Globalisasi. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(1), 70. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v10i1.26629
Johnson, Doyle Paul. (1981). Sociological Theory Classical Founders and Contemporary Perspectives. Jakarta: Gramedia.
Kahmad, Dadang. (2009). Sosiologi Agama. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Lesmana, Aditya Candra & Yunita, Desi. (2025). PENGUATAN PERAN PEMUDA KARANG TARUNA SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN AGEN PERUBAHAN SOSIAL DI DESA CIBIRU HILIR, KABUPATEN BANDUNG. Kumawula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 8(2): 649-661. https://doi.org/10.24198/kumawula.v8i2.61540
Madjid, Nurcholish. (1998). Agama Dan Politik Dalam Islam. Jurnal Pemikiran Islam Paramdinah Volume I Nomor 1:51.
Nurchotimah, A. S. I., Nurbayani, S., & Fitriasari, S. (2023). Local wisdom of the Begalan tradition in traditional weddings: Insights from Banyumas-Central Java Indonesia. ISVS E-Journal. https://doi.org/10.61275/isvsej-2023-10-08-07
Pratiwi, N., Karsiwan, K., & Ingle, P. (2025). The uniqueness of the Pepaccur tradition in strengthening social ties in Lampung. Al Ma’arief, 7(1). https://doi.org/10.35905/almaarief.v7i1.11741
Ramdani, Vina Tri, and Jumarim. (2025). “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Begibung Pada Masyarakat Sasak Di Dusun Tanggak Lombok Tengah.” Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, Dan Geofisika 6(1):557–62. doi: 10.32529/al-ilmi.v7i2.3421.
Rahman, M. A., Setiyani, W., & AlGayyar, S. S. (2024). Makna Simbolik Tradisi Lokal dalam Kehidupan Sosial Masyarakat. PERSEPTIF: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(2), 75–81. https://doi.org/10.70716/perseptif.v2i2.394
Risky, R., Efendi, P., & Thaha, H. (2025). Maccera tasi’ tradition of Palopo City fishermen (An anthropological study of communication). SSHR, 1(1). https://doi.org/10.64780/sshr.v1i1.23Irawan, Bambang. 2014. “Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Tauhid Melalui Menu Sajian Tradisi Kenduri Di Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.” Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Rohmiyati, A., Suwarni, W., & Yanke, M. R. V. P. (2024). Pemberdayaan Generasi Muda Sebagai Penggerak Perubahan Dalam Rangka Meningkatkan Kepedulian Masyarakat Terhadap Kesenian Dan Kebudayaan. COMMUNITY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 293-301.
Simangunsong, C., Ginting, N. M., & Syahfitri, R. (2025). Social and spiritual meanings in the Cabur Bulung tradition of Karo ethnicity: An anthropological perspective. S9CY. https://doi.org/10.63462/s9cy1d07
Taqiyyuddin, M. I., Faza, N. Z., & Falaq, Y. (2025). Tradition of the village report of Senoyan Margoyoso Pati. Socius: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, 14(1). https://doi.org/10.20527/js.v14i1.18111
Usnur, Uswatun, Muhammad Jihad, Kafilia Agustina, Sri Asmarani, Rabbiyah Saragih, and Syahfitri Siregar. (2026). Nilai Religius Dalam Tradisi Among-Among Di Desa Kuta Pinang, Kecamatan Tebing Syahandar Kabupaten Serdang Bedagai. At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian Dan Pendidikan Agama Islam 3(2):288–96.
DOI: https://doi.org/10.24198/sawala.v7i2.71980
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Sedang Proses Indeksasi Di:









