ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHA PEDAGANG BUAH-BUAHAN LOS DAN PELATARAN DI PASAR BADUNG KOTA DENPASAR
Abstrak
Abstrak
Pasar Badung yang merupakan pasar tradisonal terbesar di Kota Denpasar memiliki dua kelompok pedagang buah-buahan, yaitu pedagang los daa pelataran. Perbedaan lokasi berjualan diyakini mempengaruhi kendala yang dihadapi, skala usaha, struktur biaya, volume penjualan, dan akhirnya pendapatan pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pendapatan usaha antara pedagang buah-buahan los dan pelataran serta mengidentifikasi kendala yang mereka hadapi. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap 40 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Metode analisis yang digunakan mencakup analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha, serta uji independent sample t-test untuk mengetahui signifikansi perbedaan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan pedagang buah-buahan los sebesar Rp 12.839.884 per bulan, sedangkan pedagang pelataran sebesar Rp 5.818.532 per bulan. Uji t menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelompok pedagang. Selain itu, masing-masing kelompok juga menghadapi kendala, seperti fluktuasi harga buah yang tidak stabil, persaingan ketat atar pedagang, modal usaha yang terbatas, dan menurunnya daya beli masyarakat.
Kata kunci: Perbandingan, pendapatan, pedagang buah-buahan, Pasar Badung.
Abstract
Badung Market, the largest traditional market in Denpasar City, hosts two groups of fruit traders: those operating in permanent stalls and those selling in open spaces (courtyard). The difference in selling locations is believed to affect the challenges faced, business scale, cost structure, sales volume, and ultimately, traders' income. This study aims to analyze the income differences between stall and courtyard fruit traders and to identify the specific challenges they face. Data were collected through interviews with 40 respondents using proportional random sampling. The analytical methods used include cost, revenue, and income analysis, along with an independent sample t-test to determine the significance of income differences. The results show that the average monthly income of stall traders is Rp 12.839.884, while courtyard traders earn Rp 5.818.532. The t-test yielded a significance value (Sig. 2-tailed) of < 0.001, indicating a statistically significant difference between the two groups. In addition, both groups of traders faced several challenges, such as unstable fruit prices, intense competition among sellers, limited working capital, and a decline in consumer purchasing power. The study concludes that selling location significantly affects fruit traders’ income at Badung Market, with stall traders earning higher profits.
Keywords: Comparison, income, fruit traders, Badung Market.
Teks Lengkap:
384-393Referensi
Abidin, M. Z. (2021). PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL PADA MASA PANDEMI COVID-19: ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN. Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara Dan Kebijakan Publik, 6(2), 117–138. https://doi.org/10.33105/itrev.v6i2.292
Aminda, F. R., Anggrasari, H., & Sari, A. K. (2024). Study of Horticultural Crop Leading Commodities Development in Banjarnegara Regency, Central Java Province. Agritech : Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 25(2), 163. https://doi.org/10.30595/agritech.v25i2.19566
Astuti, R., Zakaria, W. A., & Endaryanto, T. (2018). Analisis Biaya Dan Pendapatan Usaha Pedagang Sayuran Di Pasar Tamin Kota Bandar Lampung. JIIA, 6.
BPS. (2024). Produksi Tanaman Buah-buahan, 2021-2023. Https://Www.Bps.Go.Id/Id/Statistics-Table/2/NjIjMg==/Produksi-Tanaman-Buah-Buahan.Html.
Hasanah, L., Gultom, R., Wiratno, O., Sulistiyowati, H., Abdurachman, A. A., Uliyah, Indah, K., Martono, H. D., Yukarina, A., & Heeruwaty. (2023). Statistik Tenaga Kerja Sektor Pertanian. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal - Kementerian Pertanian 2023.
Hidayah, I., Yulhendri, Y., & Susanti, N. (2022). Peran Sektor Pertanian dalam Perekonomian Negara Maju dan Negara Berkembang: Sebuah Kajian Literatur. Jurnal Salingka Nagari, 1(1), 28–37. https://doi.org/10.24036/jsn.v1i1.9
Kharisma, E. (2014). Rantai Pasar Komoditas Pertanian dan Dampaknya Terhadap Kegiatan Perdagangan Komoditas Pertanian. JURNAL WILAYAH DAN LINGKUNGAN, 2(1), 25–42.
Lamopia, I. W. G., & Tamaratika, F. (2019). Pasar Badung dari Masa ke Masa (F. Tamaratika, Ed.). Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar.
Nasiruddin, & Fahrati, E. (2023). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan PedagangDi Pasar Los Batu Kabupaten Hulu Sungai Selatan. JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan, 6(2), 803–811.
Rahman, M. I. (2013). PENGARUH VOLUME PENJUALAN BUNGA DAN HARGA JUAL BUNGA TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG BUNGA DI UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PUSAT PROMOSI DAN PEMASARAN HORTIKULTURA (P3H) PASAR BUNGA RAWA BELONG JAKARTA BARAT.
Sofiati, A. M., & Murniawaty, I. (2019). Pengaruh Lokasi Usaha, Pengalaman Usaha Dan Pengelolaan Pasar Terhadap Omzet Penjualan Pedagang Setelah Revitalisasi. Economic Educa-tion. Economic Education Analysis Journal, 8(2), 588–604. https://doi.org/10.15294/eeaj.v8i2.31490
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
DOI: https://doi.org/10.24198/agricore.v10i2.64218
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##










