STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI AGROINDUSTRI IKAN ASIN AIR TAWAR DI KABUPATEN TULANG BAWANG
Abstrak
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan produksi pada agroindustri ikan asin air tawar di Kabupaten Tulang Bawang. Responden dalam penelitian ini ditentukan dengan metode sensus, yaitu seluruh pelaku usaha ikan asin air tawar yang aktif beroperasi pada periode Desember 2022 hingga Februari 2023. Berdasarkan hasil pendataan awal, sebanyak 37 pelaku usaha memenuhi kriteria dan seluruhnya dilibatkan dalam pengisian kuesioner SWOT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner berbasis skala Likert untuk menilai faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan matriks IFAS dan EFAS untuk menentukan posisi strategi dalam matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan produksi pelaku usaha ikan asin di Kabupaten Tulang Bawang berada pada posisi agresif. Agroindustri ikan asin air tawar di daerah ini dapat mengimplementasikan pengembangan produksi melalui empat strategi utama, yaitu: (1) peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok pengolah dan nelayan dalam optimalisasi hasil produk perikanan; (2) diversifikasi komoditas budidaya ikan yang disesuaikan dengan tren dan permintaan industri olahan perikanan; (3) penguatan kapasitas produksi melalui intensifikasi teknik budidaya; serta (4) pendampingan terhadap kelompok pengolah untuk mendorong inovasi dalam pengembangan produk olahan ikan.
Kata kunci: Agroindustri, Ikan asin, Pengembangan, Produksi.
Abstract
This study aims to identify production development strategies in the freshwater salted fish agroindustry in Tulang Bawang Regency. Respondents were determined using a census method, involving all freshwater salted fish business actors who were actively operating between December 2022 and February 2023. Based on preliminary data collection, a total of 37 business actors met the criteria and all were involved in completing a SWOT questionnaire. This research employed a descriptive quantitative approach using a Likert-scale-based questionnaire to assess internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats). The collected data were analyzed using the IFAS and EFAS matrices to determine the strategic position within the SWOT matrix. The results indicate that the production development strategy for freshwater salted fish entrepreneurs in Tulang Bawang Regency falls within an aggressive strategic position. The freshwater salted fish agroindustry in this region can implement production development through four main strategies: (1) strengthening the institutional capacity of processing groups and fishers to optimize fishery product outcomes; (2) diversifying fish farming commodities to align with trends and the demand of the fish processing industry; (3) enhancing production capacity through the intensification of aquaculture techniques; and (4) providing assistance to processing groups to encourage innovation in the development of processed fish products.
Keywords: Agroindustry, Salted fish, Development strategy, Production.
Teks Lengkap:
394-407Referensi
Abdurrokhim, M. (2021). Peranan Wanita dalam Agroindustri Ikan Asin di Kecamatan Menggala dan Kecamatan Menggala Timur. Skripsi, 290. Universitas Lampung.
Aristin, R., Hasbullah, H., & Ramadoni, N. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Desa Prenduan Melalui Pengembangan Produk Kreatif Kerupuk Peret Ikan Jenggelek (Kupret Jenggel). Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram, 6(1), 49–59.
Badan Pusat Statistik. (2021). Provinsi Lampung Dalam Angka Tahun 2021. BPS Lampung. Bandar Lampung.
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulang Bawang. (2021). Neraca Bahan Makanan (NBM) Kabupaten Tulang Bawang 2021. DKP Kab. Tuba. Tulang Bawang.
Kadarsih, L. (2025). Kajian Strategi Pengembangan Agroindustri Berbasis Komoditas Lokal. Circle Archive, 1(7), 1–13. Diambil dari http://www.circle-archive.com/index.php/carc/article/view/410/383
Lelono, E. J., & Susilowati, I. (2010). Penguatan Kinerja Budidaya Tambak dalam Rangka Pencapaian Ketahanan Pangan. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 11(2), 202–216.
Nataliningsih, Suseno, G. P., & Karyana, K. S. (2018). Manajemen Strategi Agribisnis. Alfabeta. Bandung.
Rangkuti, F. (2016). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Riana, I. G., Wiagustini, N. L. P., & Meydianawathi, L. G. (2014). Master Plan UMKM Berbasis Perikanan untuk Meningkatkan Pengolahan Produk Ikan yang Memiliki Nilai Tambah Tinggi. JEKT: Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 7(2), 102–119.
Sianturi, R. D. (2020). Manajemen Pemasaran Menggunakan Analisis SWOT pada UMKM guna Meningkatkan Daya Saing UMKM. Journal of Business and Economics Research (JBE), 1(1), 45–50.
Sitorus, S. H., Fatkhullah, M., & Julastri, R. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Nelayan: Peran dan Kontribusi Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir. Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat, 7(1), 1–19.
Tauhid, M., Hidayati, S., & Hanum, Ti. (2017). Analisis Jenis Agroindustri Dan Kelayakan Pendirian Agroindustri Berbasis Ikan Di Kabupaten Tulang Bawang. Jurnal Teknologi Industri & Hasil Pertanian, 22(2), 107–112.
DOI: https://doi.org/10.24198/agricore.v10i2.64418
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##










