STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA PONDOK MADU SULANGAI DI DESA SULANGAI KECAMATAN PETANG KABUPATEN BADUNG

I Made Aldi Julian Saputra, I Dewa Ayu Sri Yudhari

Abstrak


Abstrak

Agrowisata Pondok Madu Sulangai berpotensi sebagai destinasi edukasi berbasis budidaya madu kele (Trigona sp.) dan madu nyawan (Apis cerana). Namun, hal ini menghadapi beberapa tantangan seperti promosi digital terbatas, variasi atraksi minim, dan persaingan dengan agrowisata lain. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal-eksternal dan merumuskan strategi prioritas pengembangan. Metode analisis mencakup IFAS, EFAS, matriks IE, SWOT, dan QSPM. Hasil analisis menunjukkan kekuatan utama meliputi daya tarik budidaya madu kele, program edukasi interaktif, dan lokasi strategis dekat Air Terjun Goa Gong. Kelemahan utama adalah promosi digital belum optimal dan variasi atraksi terbatas. Peluang meliputi tren wisata edukasi, dukungan pemerintah, dan kemitraan dengan lembaga pendidikan, sementara ancaman utamanya adalah persaingan dengan agrowisata lain dan ketidakpastian panen madu. Berdasarkan QSPM, strategi prioritas adalah: (1) pengembangan paket wisata terintegrasi “Madu Kele & Goa Gong Waterfall”, (2) optimalisasi promosi digital berbasis konten edukatif, dan (3) penambahan atraksi seperti mini-outbound atau kebun bunga. Implementasi strategi ini diharapkan meningkatkan daya saing, kunjungan wisatawan, dan keberlanjutan agrowisata.

Kata kunci: Agrowisata, Pondok Madu Sulangai, SWOT, QSPM.

Abstract

Pondok Madu Sulangai Agrotourism has the potential as an educational destination based on the cultivation of kele honey (Trigona sp.) and nyawan honey (Apis cerana). However, it faces challenges such as limited digital promotion, minimal variety of attractions, and competition with other agrotourism. This research aims to identify internal-external factors and formulate development priority strategies. Analysis methods include IFAS, EFAS, IE matrix, SWOT, and QSPM. The results of the analysis show that the main strengths include the attractiveness of kele honey cultivation, interactive educational programs, and strategic location near Goa Gong Waterfall. The main weaknesses are not optimal digital promotion and limited variety of attractions. Opportunities include the trend of educational tourism, government support, and partnerships with educational institutions, while the main threats are competition with other agritourisms and the uncertainty of the honey harvest. Based on QSPM, the priority strategies are: (1) development of an integrated tour package “Madu Kele & Goa Gong Waterfall”, (2) optimization of digital promotion based on educational content, and (3) addition of attractions such as mini-outbound or flower gardens. The implementation of this strategy is expected to increase competitiveness, tourist visits, and agritourism sustainability.

Keywords: Agritourism, Pondok Madu Sulangai, SWOT, QSPM.


Teks Lengkap:

408-419

Referensi


Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung. 2024. Kecamatan Petang Dalam Angka. Bali: Badan Pusat Statistik.

Chofifi, O. 2022. Analisis Strategi Pengembangan Agrowisata Taman Air Percut (Studi Kasus: Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara). Medan: Universitas Medan Area.

David, M.E., David, R.F., and David, F.R. 2009. The Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) Applied to Retail Computer Store. The Coastal Business Journal, 8 (1), 42–52.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung. (2023). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2023.

Dipayana, Sunarta. 2015. Dampak Pariwisata Terhadap Alih Fungsi Lahan Di Desa Tibubeneng Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung (Studi Sosial-Budaya). Jurnal Destinasi Pariwisata, 3(2), 58-65.

Harwadi, J. 2022. Strategi Pengembangan Agrowisata Desa Setiling Untuk Menunjang Pariwisata Berkelanjutan Di Kabupaten Lombok Tengah. JRTour, 1(3), 239-248.

Kotler, P. 2019. Manajemen Pemasaran. Edisi Milenium. Jakarta: Prenhalindo.

Marsitadewi, K, E. 2021. Strategi Pengembangan Desa Pelaga Sebagai Destinasi Agrowisata di Kabupaten Badung. POLITI COS: Jurnal Politik dan Pemerintahan, 1 (1): 24-31.

Rangkuti, F. 2008. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka utama.

Rosady Ruslan. 2003. Metode Penelitian Public Relations Dan Komunikasi, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Surata, I. K. 2017. Budidaya Lebah Madu Kele-Kele (Trigona sp.). Buku saku Pedoman Praktis

Tarigan, R., Antara M., Dewi, R. K. 2023. Strategi Pengembangan Agrowisata Lebah Royal Honey Sakah Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 12(1), 543-546.

Wahyudi, A. and Yahya, K. 2021. Pengembangan agrowisata desa mulyosari di tengah kehidupan masyarakat menuju desa mandiri. Jurnal Publiciana, 14(2), 281-292.




DOI: https://doi.org/10.24198/agricore.v10i2.64487

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##