ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI KACANG TANAH DI DESA LENGKONG KECAMATAN LENGKONG KABUPATEN SUKABUMI
Abstrak
Abstrak
Kacang tanah merupakan salah satu komoditas pangan penting yang memiliki nilai ekonomi dan gizi tinggi, serta banyak dibudidayakan oleh petani skala kecil di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usahatani kacang tanah di Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap 30 petani yang memenuhi kriteria luas lahan minimal 0,1 ha dan pengalaman berusahatani minimal 4 tahun. Analisis dilakukan terhadap komponen biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta rasio R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi per hektar adalah Rp4.722.891, dengan penerimaan sebesar Rp6.083.000 dan pendapatan bersih sebesar Rp1.360.109. Nilai R/C ratio sebesar 1,3. menunjukkan bahwa usahatani ini dinilai layak secara ekonomi. Adapun peningkatan efisiensi penggunaan input produksi berpotensi meningkatkan pendapatan petani kacang tanah. Dukungan dari pemerintah dan penyuluh pertanian dalam bentuk pendampingan teknologi serta perluasan akses pasar juga menjadi faktor penting untuk mendorong nilai tambah dan daya saing produk lokal.
Kata kunci: Kelayakan Usaha Tani, Kacang Tanah, R/C Ratio, Pendapatan.
Abstract
Peanuts are one of the important food commodities that have high economic and nutritional value and are widely cultivated by small-scale farmers in Indonesia.This study aims to analyze the financial feasibility of peanut farming in Lengkong Village, Lengkong Subdistrict, Sukabumi Regency. The research employed a descriptive quantitative approach using a survey method and purposive sampling technique. A total of 30 farmers were selected as respondents based on specific criteria, namely a minimum land area of 0.1 hectares and at least four years of farming experience. Data were collected through direct interviews and analyzed based on production costs, revenue, income, and the R/C (Revenue/Cost) ratio. The results showed that the average total production cost per hectare was IDR 4,722,891, with an average revenue of IDR 6,083,000, resulting in a net income of IDR 1,360,109. The R/C ratio of 1.3 indicates that peanut farming in the area is economically feasible. Improving input efficiency has the potential to further increase farmers' income. In addition, government and agricultural extension support in the form of technological assistance and expanded market access are crucial factors in enhancing the added value and competitiveness of local peanut products.
Keywords: Farm Feasibility, Peanut Farming, R/C Ratio, Income.
Teks Lengkap:
420-428Referensi
(Kurniawan, 2017)Kurniawan. (2017). Analisis Pendapatan Usahatani Kacang Tanah Di Desa Tarowang Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto. 1–68. 5
Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
zkiyah, L., Permata, I., Nangameka, I. Y., & Sp, S. S. (2024). ANALISIS TITIK IMPAS USAHA AGROINDUSTRI KACANG KULIT OVEN PUTRA MADURA ( STUDI KASUS : DI DESA KALIMAS BINGKEBUN KECAMATAN BESUKI KABUPATEN SITUBONDO ). 537–547.
Amalia, A. F., Fitri, A., Dalapati, A., & Fahmi, F. N. (2020). Analisis Usahatani Sayuran Selada Menggunakan Hidroponik Sederhana Pada Lahan Pekarangan Analysis of Lettuce Farming Using Simple Hydroponic in …. Jurnal Pemikiran Masyarakat …, 774–783. https://core.ac.uk/download/pdf/327129291.pdf
Kusrianingsih, M., Surentu, E., & Sulmi, S. (2024). Analisis Pendapatan Usahatani Padi Sawah Di Desa Sidondo Ii Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development), 3(2), 196–204. https://doi.org/10.22487/jpa.v3i2.2265
Biologi, J. P., Produksi, D. A. N., Kacang, T., & Arachis, T. (2024). Biogenerasi. 10(1), 221–226.
DOI: https://doi.org/10.24198/agricore.v10i2.64655
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##










