PENGARUH HUJAN TERHADAP PENYU YANG MENDARAT UNTUK BERTELUR DI KAWASAN KONSERVASI PANTAI PANGUMBAHAN

Mochamad Rudyansyah Ismail, Sunarto Sunarto, Skalalis Diana, Muhammad Fauzan Tamir

Abstrak


Penyu yang melakukan peneluran memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap cahaya, pergerakan, dan kebisingan di lingkungan sekitar. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi sensitivitas penyu di luar kemampuan penjagaan oleh pihak konservasi, yaitu faktor alam seperti hujan. Fenomena hujan dapat menimbulkan gangguan seperti kebisingan suara serta cahaya yang dapat mengganggu kenyamanan penyu saat melakukan pendaratan dan berujung pada kegagalan peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hujan terhadap penyu yang mendarat untuk bertelur di Kawasan Konservasi Pantai Pangumbahan. Metode pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode survei teknik observasi dan pengumpulan data sekunder. Observasi dilakukan selama 2 minggu di Pantai Pangumbahan untuk mengetahui tingkah laku penyu saat kondisi hujan dan tidak hujan. Data sekunder terdiri dari data citra curah hujan selama satu tahun pada tahun 2022 yang diunduh melalui perangkat lunak GsMAP, serta data penyu yang berhasil maupun gagal bertelur selama satu tahun pada tahun 2022 yang diambil dari logbook Balai Konservasi Pantai Pangumbahan. Kemudian tingkah laku penyu saat hujan dan tidak hujan dianalisis secara deskriptif, sementara pada data citra curah hujan dan persentase penyu yang berhasil bertelur dilakukan analisis statistik metode korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan dan persentase keberhasilan penyu bertelur memiliki korelasi yang kuat dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0.6542, yang artinya semakin tinggi curah hujan di Pantai Pangumbahan maka semakin rendah tingkat keberhasilan peneluran penyu di pantai tersebut. Penyu yang bertelur saat kondisi hujan cenderung menghabiskan durasi yang lebih singkat, memilih lokasi yang agak jauh dari area vegetasi, serta memiliki sensitivitas yang lebih rendah dibandingkan penyu yang bertelur saat kondisi tidak hujan.

 


Kata Kunci


penyu hijau; curah hujan; keberhasilan peneluran; tingkah laku

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Akbar, M. R., Luthfi, O. M., & Barmawi, M. (2020). Pengamatan Kesesuaian Lahan Peneluran Penyu Lekang Lepidochelys olivacea, Eschscholtz, 1829 (Reptilia:Cheloniidae) di Pantai Mapak Indah, Nusa Tenggara Barat. Journal of Marine Research, 9(2), 137–142. https://doi.org/10.14710/jmr.v9i2.26125

Alfred, D., Hamid, Risna, Meye, E D., Ati, V M., Septa F M, Ike., Momo, A N. (2022). Tingkah Laku Bertelur Dan Morfometrik Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Di Taman Wisata Alam Menipo Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang. Jurnal Kalwedo Sains. 3(2), 110-117. DOI: https://doi.org/10.30598/kasav3i2p110-117.

Butler, Z. P., Wenger, S. J., Pfaller, J. B., Dodd, M. G., Ondich, B. L., Coleman, S., Gaskin, J. L., Hickey, N., Kitchens-Hayes, K., Vance, R. K., & Williams, K. L. (2020). Predation of loggerhead sea turtle eggs across Georgia’s barrier islands. Global Ecology and Conservation, 23. https://doi.org/10.1016/j.gecco.2020.e01139

[DKP] Dinas Kelautan Perikanan RI. (2016). Pedoman Teknis Pengelolaan Konservasi Penyu Produk. Jakarta Pusat: DKP RI.

Fujisaki, I., & Lamont, M. M. (2016). The effects of large beach debris on nesting sea turtles. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology, 482, 33–37.

Gustari, I., Wahyu Hadi, T., Hadi, S., & Renggono, F. (2012). AKURASI PREDIKSI CURAH HUJAN HARIAN OPERASIONAL DI JABODETABEK : PERBANDINGAN DENGAN MODEL WRF. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 13(2), 119–130.

Lizárraga, L.Z & Mávil, M.J.V. (2013). Nest site selection by the green turtle (Chelonia mydas) in a beach of the north of Veracruz, Mexico. Revista Mexicana de Biodiversidad, 84(3), 927–937.

Krismono, A.S.N., Fitriyanto, A. & Wiadnyana, N.N. (2010). Aspek Morfologi, Reproduksi, dan Perilaku Penyu Hijau (Chelonia Mydas) di Pantai Pangumbahan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. BAWAL, 3(2), 93–101. https://doi.org/10.15578/bawal.3.2.2010.93-101

Maisyaroh, H., & Andriyono, S. (2014). Pembinaan Habitat Peneluran Penyu Hijau (Chelonia mydas) Di Pantai Sukamade, Taman Nasional Meru Betiri, Provinsi Jawa Timur. Universitas Airlangga.

Manurung, B., Erianto, Rifanjani, Slamet. (2015). Karakteristik Habitat Tempat Bertelur Penyu Di Kawasan Taman Wisata Alam Tanjung Belimbing Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas. Jurnal Hutan Lestari. 4(2), 205-212.

Mortimer, J. A. (1990). The influence of beach sand characteristics on the nesting behavior and clutch survival of green turtles (Chelonia mydas). Copeia, 1990(3), 802–817.

Palomino-González, A., López-Martínez, S., & Rivas, M. L. (2020). Influence of climate and tides on the nesting behaviour of sea turtles. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology, 527, 151378

Saputra, T. E., Barmawi, M., Ermawati, E., & Sa`diyah, N. (2017). Korelasi Dan Analisis Lintas Komponen Komponen Hasil Kedelai Famili F6 Hasil Persilangan Wilis X B3570. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 16(1), 54–60. https://doi.org/10.25181/jppt.v16i1.76.

Silva, E., Marco, A., da Graça, J., Pérez, H., Abella, E., Patino-Martinez, J., Martins, S., & Almeida, C. (2017). Light pollution affects nesting behavior of loggerhead turtles and predation risk of nests and hatchlings. Journal of Photochemistry and Photobiology B: Biology, 173, 240–249

Septiadi, D., Hadi S., & Tjasyono, B. (2011). Karakteristik Petir dari Awan ke Bumi dan Hubungannya dengan Curah Hujan. Jurnal Sains dan Instrumentasi Dirgantara, 43(2), 129-138.

Siregar, S. (2014). Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17. Jakarta: Bumi Aksara.




DOI: https://doi.org/10.24198/jaki.v11i1.57668

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##

Jurnal Ini Terindeks di:


 width= width= width= width= width= width= width= width= width=


 

Penerbit:

Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Jl. Raya Bandung-Sumedang KM. 21 Jatinangor