Analisa Dampak Penggunaan Bagan Apungterhadap Kelestarian Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis)
Abstrak
Keberadaan alat tangkap Bagan Apung yang pada awalnya untuk meningkatkan hasil tangkap nelayan di selingkar Danau Singkarak, namun banyaknya penggunaan Bagan Apung dengan bahan jaring uk. < 5/8 inc dapat mengakibatkan ikan Bilih yang berukuran kecil sebesar rinuak (2-3 cm) tertangkap. Penambahan Bagan Apung yang terus meningkat setiap tahunnya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap populasi dan kelestarian ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) di danau Singkarak. Penelitian ini dilakukan di Danau Singkarak Propinsi Sumatera Barat pada bulan Juli hingga September 2022 meliputi Nagari Simawang, Nagari Batu Taba, Nagari Sumpu, Nagari Padang Laweh Malalo di Kabupaten Tanah Tadar dan Nagari Kacang dan Nagari Singkarak di Kabupaten Solok. Penelitian ini bertujuan untuk : Menganalisa dampak penggunaan Bagan Apung terhadap kelestarian ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) di perairan danau Singkarak. Metode pengumpulan data yaitu observasi, analisis visual, studi pustaka, dan interview (individual atau grup). Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah (1) sebaiknya penggunaan alat tangkap Bagan Apung ini perlu di batasi dan atur sebaik mungkin hal ini untuk mencegah terjadinya ekploitasi penangkapan ikan Bilih dan tekanan terhadap populasi ikan Bilih secara berlebihan sehingga dapat mengancam kelestariannya; (2) Sebaiknya Bagan Apung yang digunakan mempunyai ukuran mata jaring minimal 1,0 inci; (3) Diperlukan aturan yang mencegah penempatan Bagan Apung di daerah kawasan muara sungai, dimana daerah tersebut merupakan jalur ikan Bilih buat memijah; (4) Sebaiknya pemerintah propinsi menetapkan kawasan konservasi bagi ikan Bilih di periran danau singkarak, karena selama ini belum ada kawasan yang dicadangkan khusus untuk perlindungan ikan Bilih yang merupakan ikan endemik di perairan danau Singkarak.
Kata Kunci
Referensi
Amanda, F.F., Ghofur, A. & Ibrohim. 2016. Studi rekruitmen dan eksploitasi ikan Bilih di Danau Singkarak Sumatera Barat. Proceding Biology Education Conference, 13 (1), 701-703
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Penerbit PT Rineka Cipta. Jakarta
Azhar, 1993 Studi Ekologi Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis Blkr) di Danau Singkarak Sumatra Barat. Thesis Program Pasca Sarjana IPB, Bogor.
A. Suryanti, "Ekobiologi ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis Bleeker, 1852) sebagai dasar pengelolaan di Sungai Naborsahan, Danau Toba, Sumatera Utara,” Institut Pertanian Bogor, Hal. 85, 2015
Bukhari. & Eriza, M. 2014. Pemetaan daerah penangkapan ikan Bilih (Mystacolecus padangensis) di danau Singkarak Sumatera Barat. Dalam Isnansetyo, A., Husni, A., Djumanto., Setyobudi, E (edts). Prosiding Seminar Nasional; Tahunan XI Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (hal.619-623)
Gill, P., Stewart, K., Treasure, E., & Chadwick, B. (2008). Methods of data collection in qualitative research: interviews and focus groups. British Dental Journal Volume 204 No.6. DOI: 10.1038/bgj.2008.192
Gunarto, A. 2009. Pelestarian Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) Melalui Pengembangan Agrowisata Perikanan Di Danau Singkarak Sumatera Barat. Jurnal Rekayasa Lingkungan BPPT Indonesia, vol. 5, no.2, hal 145-156, Juli 2009.
Kartamihardja, E.S. 2009. Pengelolaan sumberdaya ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis Blkr) Introduksi di Danau Toba, Sumatera Utara. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia. 1 (2) : 87- 97.
Koeshendrajana, S., Purnomo, K. & Kartamihardja, E.S. (2005). Permasalahan dan alternatif solusi pemacuan stok ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) di Danau Singkarak, Sumatera Barat (Kajian sosial ekonomi dan kelembagaan). Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 11(3), 51-54.
Mohammad, I., W. Mawardi. & Darmawan. 1999. Pengaruh kecepatan penarikan jaring (hauling) terhadap hasil tangkapan bagan apung di Pelabuhan Ratu. Buletin PSP, VIII(1): 45–54. https://repository.ipb.ac.id/handle/1 23456789/66937
Panudju, L. (2010). Kajian ecologis habitat dan sumberdaya bagi konservasi ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) di Danau Singkarak, Sumatera Barat. (Skripsi Sarjana). Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Phang, S.C., Cooperman, M., Lynch, A.J., Steel, E.A., Elliott, V., Murchie, K.J., Cooke, S.J., Dowd, S. & Cowx, I.G. 2019. Fishing for conservation of freshwater tropical fishes in the Antropocene. Aquatic Conserv: Mar Freshw Ecosyst. :1-13
Sarkar, U.K., Pathak, A.K. & Lakra, W.S. 2008. Conservation of freshwater fish resources of India: new approaches, assessment and challenges. Biodiversity Conservation 17: 2495-2511
Syandri, H. 1996. Aspek Reproduksi Ikan Bilih Mystacoleucus padangensis Bleeker dan Kemungkinan Pembenihannya di Danau Singkarak. Disertasi. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor, 1996.
Warsa, A., Hendrawan, A.A.L. & Krimono. 2020. Penetapan Ukuran Mata Jaring Langli untuk Penenangkapan Bilih (Mystacoleucus padangensis) di Danau Singkarak. Journal of Fisheries and Marine Research Vol 4 No.1 hal 178-186, April 2020.
Yandi, M., Bukhari., & Eriza, M. (2015). Hubungan ukuran dan TKG ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis Bleeker) dengan berbagai jensi alat tangkap yang digunakan di Danau Singkarak. Prosiding Hasil Penelitian Mahasiswa FPIK 6(2), 1-13.
DOI: https://doi.org/10.24198/jaki.v11i1.69733
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##
Jurnal Ini Terindeks di:
Penerbit:
Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung-Sumedang KM. 21 Jatinangor













