PENENTUAN UMUR DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI GUMAI BERDASARKAN KANDUNGAN FOSIL FORAMINIFERA PLANKTONIK DAN BENTHONIK

Aditya Raihan Armandani, Idarwati Idarwati

Abstrak


Pendekatan analisis paleontologi dapat digunakan untuk menentukan umur dan lingkungan pengendapan suatu batuan dengan menganalisa fosil yang bersifat karbonatan. Formasi Gumai di Cekungan Sumatera Selatan merupakan satuan batuan sedimen Tersier yang terbentuk pada saat transgresi maksimum dan memiliki litologi dominan berupa batuserpih, batupasir, serta batuserpih dengan sisipan batugamping. Studi ini dilatarbelakangi oleh perlunya pemahaman lebih lanjut mengenai umur relatif dan lingkungan pengendapan Formasi Gumai yang menunjukkan kompleksitas litologi akibat perubahan kondisi energi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur dan lingkungan pengendapan Formasi Gumai melalui analisis kandungan fosil foraminifera planktonik dan benthonik. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan berupa pengukuran singkapan, pengambilan sampel, serta analisis laboratorium mikropaleontologi pada tiga sampel batuan karbonatan. Foraminifera planktonik dianalisis untuk menentukan umur batuan, sedangkan foraminifera benthonik digunakan untuk menentukan batimetri lingkungan pengendapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa fosil foraminifera planktonik yang ditemukan, seperti Globigerinoides subquadratus dan Orbulina universa, menunjukkan umur Middle Miocene (N9). Sementara itu, keberadaan foraminifera benthonik seperti Globulina minuta hingga Angulogerin angulosa mengindikasikan lingkungan batimetri Transisi–Neritik Tepi (12,81 m – 91,5 m). Struktur sedimen yang teridentifikasi berupa laminasi dan bedding mendukung interpretasi perubahan energi arus selama proses sedimentasi. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa Formasi Gumai berumur Miosen Tengah dan diendapkan pada lingkungan delta front dengan karakteristik energi yang berubah dari tinggi ke rendah, mencerminkan transisi lingkungan laut dangkal ke neritik tepi.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bahar, H., et al. 2023. “Jurnal Iptek Media Komunikasi Teknologi, Paleobathymetric Study Using Foraminifera Microfossil Analysis in the Wonocolo Formation, Tinawun Village Area, Malo District, Bojonegoro Regency, East Java,.” Journal of Science and Technology 27(2).

Barber, A.J. 2005. “Sumatera : Geology, Resources and Tectonic Evolution.”

Barker, R. .. W. 1960. “Taxonomic Notes.” in Society of Economic Paleontologist and Oklahoma. United States of America .

Blow, W. H., et al. 1969. “Range Chart, Late Miosen to Recent Planktonic Foraminifera Biostratigraphy.” in Proceeding of the first.

Boersma A. 1998. “Introduction to Marine Micropaleontology.” University of Oxford: England.

Daryono, Sapto Kis et al. 2024a. “Comprehensive Facies Analysis and Depositional Environments of the Kikim Formation, Garba Mountain, South Palembang Subbasin, Indonesia.” Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) 4(2):315–28. doi:10.31284/j.jemt.2024.v4i2.5628.

Daryono, Sapto Kis et al. 2024b. “Provenance and Petrographic Analysis of Paleogene Sandstones in the Bukit Tigapuluh Area, Jambi Subbasin, Indonesia.” Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) 4(2):301–14. doi: 10.31284/j.jemt.2024.v4i2.5627.

Dianardi., et al. 2018. “Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY.” Bulletin of Scientific Contribution: GEOLOGY 16(2):71–78.

Edwards, Robin. 2008. “J. Murray, Ecology and Applications of Benthic Foraminifera.” Journal of Paleolimnology 40(2):747–49. doi: 10.1007/s10933-007-9190-2.

Fazrina., et al. 2022. “KARAKTERISTIK GEOKIMIA DAN SEJARAH PEMENDAMAN BATUAN INDUK MINYAK DAN GAS BUMI SUMUR RFB-1, RFK-2, Dan RFS-3, SUB CEKUNGAN JAMBI, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN.” 6(3).

G.P, Allen., et al. 2006. “Sedimentary in the Modern and Miocene Mahakam Delta.” in AAPG/ Datapges.

Idarwati, ­ et al. 2021. “History Woyla Arc of the Garba Complex: Implications for Tectonic Evolution of the South Sumatra Region, Indonesia.” Journal of Geoscience and Environment Protection 09(12):118–32. doi: 10.4236/gep.2021.912008.

Kamal, A. 2005. “Structural and Stratigraphic Framework of the South Sumatra Basin.” Pp. 185–99 in In Proceedings of the Indonesian Petroleum Association, 30th Annual Convention.

Lucas, S. G. 2021. “Biostratigraphy.” Pp. 89–95 in In Encyclopedia of Geology. Vol. Volume 1-6. Elsevier Ltd.

NELA PARAMITA RATTYANANDA. 2013. “Studi Fasies , Batimetri , Lingkungan Pengendapan , Dan Lapangan Wsda Cekungan Sumatera Tengah Berdasarkan Data Inti Batuan , Log Gamma Ray Dan Biostratigrafi Program Studi Teknik Geologi Semarang Wsda Cekungan Sumatera Tengah Berdasarkan Data Inti Batuan.” 1–9.

Nugraha, M P., et al. 2020. “Penentuan Lingkungan Batimetri Berdasarkan Fosil Foraminifera Daerah Air Napalan Dan Sekitarnya, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.” (November):18–19.

Pringgoprawiro H. 2000. “Foraminifera; Pengenalan Mikrofosil Dan Aplikasi Biostratigrafi.” Institut Teknologi Bandung.

Rumsih, . et al. 2024. “Kelimpahan Foraminifera Bentonik Kecil Daerah Cisangkal, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.” Bulletin of Scientific Contribution 22(1):15–22. doi: 10.24198/bsc.v22i1.50205.

Schiebel, Ralf et al. 2005. “Modern Planktic Foraminifera.” Paläontologische Zeitschrift 79(1):135–48. doi: 10.1007/bf03021758.

Selley. 1988. Ancient Sedimentary Environments Third Edition. Cornell University Press, Ithaca, N.Y.

Tipsword, H. L., et al. 1966. “Interpretation of Depositional Environment in Gulf Coast Petroleum Exploration from Paleoecology and Related Stratigraphy: Foraminiferal Paleoecology and Paleoenvironmental Reconstruction of Oligocene Middle Frio.” Chambers County, Texas.

Zajuli., et al. 2022. “Karakteristik Geokimia Organik Dan Indeks Kegetasan Serpih Berumur Eosen-Oligosen Di Sub Cekungan Jambi, Cekungan Sumatera Selatan.” Jurnal Geologi Dan Sumberdaya Mineral 24(1):11–22. doi: 10.33332/jgsm.geologi.v24i1.725.




DOI: https://doi.org/10.24198/bsc.v23i3.66869

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.