Efektivitas getah pohon pisang (Musa paradisiaca) pada penyembuhan luka soket pasca pencabutan gigi
Effectivity of banana (Musa paradisiaca) tree sap extract in socket wound healing after tooth extraction
Abstract
Pendahuluan: Getah pohon pisang digunakan di daerah pedesaan di Indonesia untuk obat-obatan penyembuhan luka tradisional. Namun, laporan ilmiah tentang efek penyembuhan luka menggunakan bahan ini relatif sedikit. Ekstrak getah batang pisang mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid sebagai antioksidan untuk mengurangi radikal bebas dengan mentransfer atom hidrogen pada daerah luka serta meningkatkan penutupan luka dengan memproduksi jumlah fibroblas dan meningkatkan pembentukan pembuluh-pembuluh kapiler darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak getah pohon pisang terhadap penyembuhan luka pasca pencabutan gigi dengan menggunakan parameter penilaian penyembuhan luka serta untuk mengetahui konsentrasi ekstrak etanol getah batang pisang yang dapat memberikan efek optimal terhadap penyembuhan luka soket pasca pencabutan. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental laboratorium murni dengan rancangan posttest only control grup design dengan menggunakan sampel 25 tikus wistar, yang masing-masing diberi 5 perlakuan selama 7 hari. Gigi insisivus kiri bawah diekstraksi, kemudian soket diberi perlakuan dengan kontrol negatif (aquades), kontrol positif (povidone iodine) dan ekstrak getah batang pisang pada konsentrasi 15%, 30% dan 60%. Hasil: Hasil penelitian ini efektif dan optimal pada penyembuhan luka soket pada konsentrasi 30% serta ekstrak getah pohon pisang lebih efektif untuk mempercepat penyembuhan ekstraksi pasca soket gigi dibandingkan dengan povidone iodine. Simpulan: Pemberian ekstrak etanol getah pohon pisang secara topical efektif dan optimal dalam proses penyembuhan luka soket pasca pencabutan gigi tikus wistar yaitu pada konsentrasi 30%. Ekstrak etanol getah pohon pisang juga lebih efektif mempercepat penyembuhan luka soket pasca pencabutan gigi dibandingkan dengan povidone iodine.
Kata kunci: Ekstrak getah pohon pisang, penyembuhan luka, soket, luka pasca pencabutan gigi.
ABSTRACT
Introduction: Banana tree sap is used in Indonesian rural area as traditional wound healing remedies. However, scientific reports on the effects of wound healing using this material are relatively rare. Banana tree sap extract contains flavonoids, tannins, saponins and alkaloids as antioxidants to reduce free radicals by transferring hydrogen atoms to the wound area and increasing the wound closure by producing fibroblasts and increasing the formation of blood capillary vessels. This study was aimed to determine the effect of banana tree sap extract on the wound healing after tooth extraction using the wound healing assessment parameters and to determine the optimal concentration of ethanolic extract of banana tree sap on the wound healing after tooth extraction. Methods: The pure experimental research with post-test only control group design using the sample of 25 Wistar rats, each given five treatments for seven days. The lower left incisor was extracted, then the socket was treated with negative control (aquadest), positive control (povidone-iodine) and banana tree sap extract at the concentrations of 15%, 30%, and 60%. Results: The concentration of 30% banana tree sap ethanolic extract was proven to be more effective and optimal to accelerate the socket wound healing after tooth extraction compared to povidone iodine. Conclusion: Banana tree sap extract can be developed as an alternative medicine for the socket wound healing after tooth extraction. At the concentration of 30%, the topical administration of the extract is proven to be more effective and optimal in the socket wound healing process after the tooth extraction of the Wistar rat, compared to povidone iodine.
Keywords: Banana tree sap extract, healing wounds, sockets, after tooth-extraction wounds.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Oroh CG, Pangemanan DHC, Mintjelungan CN. Efektivitas lendir cekicot (Achatina fulica) terhadap jumlah sel fibroblas pada luka pasca pencabutan gigi tikus Wistar. J E-Gigi. 2015; 3(2): 515–20.
Ardiana T, Kusuma ARP, Firdausy MD. Efektivitas pemberian gel binahong (Anredera cordifolia) 5% terhadap jumlah sel fibroblast pada soket pasca pencabutan gigi marmut (Cavia cobaya). Odonto Dent J. 2015; 2(1): 64–70. DOI: 10.30659/odj.2.1.64-70
Kareem JJ. Post operative complications associated with non-surgical tooth extraction. Mustansiria Dent J. 2008; 5(1): 104–13.
Guo S, DiPietro LA. Critical review in oral biology & medicine: Factors affecting wound healing. J Dent Res. 2010; 89(3): 219–29. DOI: 10.1177/0022034509359125
Padilla-Camberos E, Flores-Fernández JM, Canales-Aguirre AA, Barragán-Álvarez CP, Gutiérrez-Mercado Y, Lugo-Cervantes E. Wound healing and antioxidant capacity of Musa paradisiaca Linn. peel extracts. J Pharm Pharmacogn Res. 2016; 4(5): 165–73.
Budi HS, Kriswandini IL, Iswara AD. Antioxidant activity test on ambonese banana stem sap (Musa parasidiaca var. sapientum). Dent J (Maj Ked Gi). 2015; 48(4):188-92. DOI: 10.20473/j.djmkg.v48.i4.p188-192
Ratminingsih NM. Experimental research in second language instruction. J Prasi. 2010; 6(11): 30–40.
Moloku F, Wantouw B, Sambeka J. Hubungan pengetahuan tentang perawatan dengan penyembuhan luka episiotomi pada ibu post-partum di ruangan Irina D bawah RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Malalayang. E-Jurnal Keperawatan. 2013; 1(1): 1-5.
Bigliardi PL, Alsagoff SAL, El-Kafrawi HY, Pyon JK, Wa CTC, Villa MA. Povidone iodine in wound healing: A review of current concepts and practices. Int J Surg. 2017; 44: 260–8. DOI: 10.1016/j.ijsu.2017.06.073
Collings R, Harvey LJ, Hooper L, Hurst R, Brown TJ, Ansett J, dkk. The absorption of iron from whole diets: a systematic review. Am J Clin Nutr. 2013; 98(1): 65-81. DOI: 10.3945/ajcn.112.050609
Ningrum R. Identifikasi senyawa alkaloid dari batang karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) sebagai bahan ajar biologi untuk SMA Kelas X [skripsi]. Malang: UMM; 2015.
Agarwal PK, Singh A, Gaurav K, Goel S, Khanna HD, Goel RK. Evaluation of wound healing activity of extracts of plantain banana (Musa sapientum var. paradisiaca) in rats. Indian J Exp Biol 2009; 47(1): 32–40.
Sheikh AA, Sayyed Z, Siddiqui AR, Pratapwar AS, Sheakh SS. Wound healing activity of sesbania grandiflora linn flower ethanolic extract using excision and incision wound model in wistar rats. Int J Pharm Tech Res. 2011; 3(2): 895–8.
de Oliveira-Gonzalez AC, Costa TF, de Araujo-Andrade Z, Medrado ARAP. Wound healing - A literature review. An Bras Dermatol. 2016; 91(5): 614–20. DOI: 10.1590/abd1806-4841.20164741
Kusuma RF, Ratnawati R, Sli DD. Pengaruh perawatan luka bakar derajat II menggunakan ekstrak etanol daun sirih (Piper betle Linn.) terhadap peningkatan ketebalan jaringan granulasi pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar. Maj Kesehat Fak Ked Univ Braw. 2014; 1(2): 86–94.
DOI: https://doi.org/10.24198/jkg.v30i3.18528
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2018 Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
INDEXING & PARTNERSHIP
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License