Efektivitas penggunaan microwave sebagai desinfeksi model kerja pembuatan gigi tiruan terhadap jumlah Staphylococcus aureus dan kekuatan kompresi
Effectiveness of microwave for working model disinfection in denture fabrication towards the number of Staphylococcus aureus and compression strength
Abstract
Pendahuluan: Pencetakan rongga mulut adalah salah satu tahap terpenting dalam proses pembuatan gigi tiruan. Pencetakan rongga mulut dilakukan untuk menghasilkan cetakan negatif gigi yang kemudian akan diisi dengan dental gipsum untuk dijadikan model kerja. Pada proses pencetakan ini perpindahan saliva dan darah menjadi tidak dapat dihindari, sehingga bakteri dapat ikut berpindah dari rongga mulut pasien ke hasil cetakan. Proses desinfeksi yang tidak dilakukan atau kurang adekuat pada hasil cetakan akan mengkontaminasikan bakteri dari hasil cetakan ke model kerja sehingga dapat menjadi sarana infeksi silang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efek desinfeksi model kerja menggunakan microwave terhadap jumlah Staphylococcus aureus dan kekuatan kompresi. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Sampel penelitian adalah 64sampel dimana terbagi atas 32 sampel untuk perhitungan jumlah bakteri dan 32 sampel lain untuk kekuatan kompresi. Hasil: Data dianalisis dengan menggunakan uji t-dependent dan uji t-independent. Uji t-dependent digunakan untuk mengetahui efektivitas penggunaan microwave terhadap jumlah Staphylococcus aureus. Uji t-independent digunakan untuk mengetahui perubahan kekuatan kompresi model kerja setelah penggunaan desinfeksi menggunakan microwave. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan dari penggunaan microwave terhadap penurunan jumlah bakteriStaphylococcus aureus(p=0,005,p<0,05) dan perbedaan efektivitas signifikan dari penggunaan microwave terhadap kekuatan kompresi model kerja berupa peningkatan kekuatan kompresi dengan rerata kontrol 24,85 MPa menjadi 28,08 MPa (p=0,004 (p=0,05). Simpulan: Penggunaan microwave 800 watt efektif terhadap penurunan jumlah bakteri Staphylococcus aureus dan meningkatkan kekuatan kompresi model kerja.
Kata kunci: Model kerja, desinfeksi, microwave, Staphylococcus aureus, kekuatan kompresi
ABSTRACT
Introduction: Dental impression is one of the most important stages in the process of denture fabrication. Dental impression aims to produce negative imprint of the teeth, which will then be filled with dental gypsum to be used as a working model. In this imprint process, transfers of saliva and blood become unavoidable; thus, the bacteria can move from the patient's oral cavity to the mould. Unperformed or inadequate disinfection process on the impression will allow contamination of the bacteria from the impression to the working model and makes it become a means of cross-infection. The purpose of this research was to determine differences in the effect of disinfection of working models using the microwave towards the number of Staphylococcus aureus and compression strength. Methods: This research was an experimental laboratory. The research sample was as many as 64 samples which were divided into 32 samples for the calculation of the number of bacteria and 32 other samples for the compression strength test. Results: All data were analysed using the t-dependent and t-independent tests. The t-dependent test was used to determine the effectiveness of microwave for disinfection towards the number of Staphylococcus aureus. The t-independent test was used to determine changes in the working model compression strength after disinfection. The results showed that there was a significant difference in the effectiveness of microwave for disinfection on reducing the number of Staphylococcus aureus (p = 0.005; p < 0.05) and a significant difference in the effectiveness of microwave as disinfection tools on the working model compression strength on increasing the compression strength with the mean control of 24.85 MPa to 28.08 MPa (p = 0.004; p < 0.05). Conclusion: The use of an 800-watt microwave is effective in decreasing the number of Staphylococcus aureus bacteria and increasing the working model compression strength.
Keywords: Working model, disinfection, microwave, Staphylococcus aureus, compression srength
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.24198/jkg.v31i2.18814
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2019 Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
INDEXING & PARTNERSHIP
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License