Pengaruh penambahan hidroksiapatit terhadap porositas dan compressive strength basis resin akrilik heat-cured
Effect of hydroxyapatite addition towards porosity level and compressive strength of heat-cured acrylic resin base
Abstract
Pendahuluan: Resin akrilik heat cured (HC) merupakan pilihan utama bahan sebagai basis gigi tiruan. Hidroksiapatit (HAP) adalah molekul kristalin yang sudah banyak digunakan di kedokteran gigi. Penelitian terdahulu membuktikan bahwa HAP mampu mengurangi monomer sisa pada resin akrilik HC, yang akan mengurangi juga porositas resin akrilik tersebut. Berkurangnya porositas resin akrilik, diharapkan akan meningkatkan kekuatan mekanik resin akrilik tersebut. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh penambahan hidroksiapatit terhadap porositas dan compressive strength resin akrilik HC. Metode: Jenis penelitian eksperimental laboratoris. Sampel penelitian 20 resin akrilik HC berbentuk silindris (6x3mm), dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok kontrol (tanpa penambahan HAP), kelompok HAP 2%, kelompok HAP 5%, dan kelompok HAP 10%. Permukaan sampel diteliti menggunakan SEM untuk porositasnya. Penghitungan compressive strength sampel menggunakan Universal Testing Machine (load cell 300kg/mm2). Hasil: Uji one-way ANOVA dan Tukey-HSD menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) antara kelompok kontrol (90±13,5MPa) dengan 5%HAP (105±4,3MPa) dan 10%HAP (113±10,2MPa), begitu pula antara 2%HAP (96±8,4MPa) dengan 10%HAP. Uji SEM menunjukkan tidak adanya reaksi kimia antara HAP dan resin akrilik HC. Tampak pula bercak putih tersebar tidak merata pada permukaan sampel akrilik di kelompok-kelompok perlakuan. Bercak putih ditemukan meningkat sebanding dengan peningkatan konsentrasi HAP, dengan diameter yang semakin besar. Simpulan: Penambahan HAP pada basis resin akrilik HC mampu menurunkan tingkat porositas dan meningkatkan nilai compressive strength. Penurunan tingkat porositas meningkat seiring dengan penambahan HAP. Compressive strength yang paling tinggi didapatkan pada basis resin akrilik heat cured dengan penambahan 10% hidroksiapatit.
Kata kunci: Compressive strength, uji SEM, resin akrilik heat cured, hidroksiapatit.
ABSTRACT
Introduction: Heat-cured acrylic resin has been commonly used as a denture base, whereas hydroxyapatite (HAP) is a crystalline molecule widely used in the field of dentistry. Previous research has been proofed that HAP could reduce the residual monomer of heat-cured acrylic resin, which will reduce the porosity level in advance, so it was expected for better mechanical properties. This research was aimed to analyse the effect of HAP addition towards the porosity level and compressive strength of heat-cured acrylic resin. Methods: An experimental laboratory research was conducted towards 20 cylindrical samples (6 x 3 mm) of heat-cured acrylic resins, which were divided into four groups: Control group (without HAP addition), 2% HAP addition group, 5% HAP addition group, and 10% HAP addition group. Compressive strength was tested using Universal Testing Machine (load cell of 300kg / mm2). Each sample surface porosity was observed using the scanning electron microscope (SEM). Results: One-way ANOVA and Tukey-HSD tests results showed significant differences (p < 0.05) between compressive strength in the control group (90 ± 13.5 MPa) compared to 5% (105 ± 4.3 MPa) and 10% HAP addition group (113 ± 10.2 MPa), significant differences were also shown between the 2% (96±8.4MPa) and 10% HAP addition group. SEM imaging showed that there was no chemical reaction between HAP and heat-cured acrylic resin. It showed uneven white spots in acrylic sample’s surface in all treatment groups. Those white spots were likely to be found more in the higher concentration of HAP, so did the diameter of white spots was also found more in the higher concentration. Conclusion: The addition of hydroxyapatite to the base of heat-cured acrylic resin can reduce the level of porosity and increase the compressive strength value. The decrease in the porosity level increases with the addition of hydroxyapatite. The highest compressive strength is obtained with the addition of 10% hydroxyapatite.
Keywords: Compressive strength, SEM imaging, heat-cured acrylic resin, hydroxyapatite.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Sheejith M, Swapna C, George Roshy, S Niveditha. Evolution of denture base material: from past to new era. IOSR J Dent Medic Sci 2018;17(11):23-7. DOI:10.9790/0853-1711112327.
Carr A. McCracken’s removable partial prosthodontics. London: Elsevier; 2010. p. 103.
Fakhriyana E, Rostini, Salim S. Efektivitas minyak kayu manis dalam menghambat pertumbuhan koloni candida albicans pada resin akrilik. J Prosthod 2010;1(2):19-23.
Khasawneh SF, Arab JM. A clinical study of complete denture fractures at four military hospitals in Jordan. J Royal Med Serv 2003;10(2):27-31 [cited 10 Agustus 2018].
Fitriawan M. Sintesis hidroksiapatit berbahan dasar tulang sapi dengan metode wet process sebagai material pengganti graft sintesis hidroksiapatit berbahan dasar tulang sapi dengan metode presipitasi sebagai kandidat pengganti graft berdasarkan compressive strength. Prosiding Snmf. 2014. DOI: 10.13140/RG.2.1.4571.3449
Sitorus Z, Maghfirah A, Romania Y, Humaidi, S. Sifat mekanik gigi tiruan akrilik dengan penguat serat gelas. Indo J Applied Physics 2014;4(2):183-91. DOI:10.13057/ijap.v4i02.4988
Lahama L, Wowor VNS, Waworuntu OA. Angka kejadian stomatitis yang diduga sebagai denture stomatitis pada pengguna gigi tiruan di Kelurahan Batu Kota Manado. Pharmacon 2015;4(4):71. DOI: 10.35799/pha.4.2015.10195
Lie FW, Salim S, Rostini. Pengaruh sinamat aldehid minyak kayu manis terhadap kekuatan impak resin akrilik. J Prostho 2010;1(2):14-8.
Gaib Z. Faktor–faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya kandidiasis eritematosa pada pengguna gigitiruan lengkap. e GIGI 2013;1(2):1-14. DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3228
Andrian D. Perubahan warna pada lempeng resin akrilik polimerisasi panas setelah perendaman dalam ekstrak daun jambu biji 30%. Skripsi. Medan: USU. 2015.
Hassan ZJ, Hatim NA, Taqa AA. Study the ftir of hydroxyapatite additive to heat cured acrylic resin. Al Rafidain Dent J 2014;14(1):32-6. DOI: 10.33899/rden.2014.89250.
Diansari V, Fitriyani S, Haridhi FM. Studi pelepasan monomer sisa dari resin akrilik heat cured. Cakradonya Dent J. 2016;8(1):1-76.
Sadat-Shojai M, Khorasani MT, Dinpanah-Khoshdargi E & Jamshidi A. Synthesis methods for nanosized hydroxyapatite with diverse structures. Acta Biomaterialia. 2013;9:7591-621. DOI:10.1016/j.actbio.2013.04.012
Annusavice KJ. Phillips: Buku ajar ilmu bahan kedokteran gigi edisi 10. Michigan: Universitas Michigan. 1996. h. 94-108.
Anwar SA, Solechan. Analisa karakteristik dan sifat mekanik scaffold rekonstruksi mandibula dari material bhipasis calsium phospate dengan penguat cangkang kerang srimping dan gelatin menggunakan metode functionally graded material. Prosiding Snatif. 2014. h. 137-44.
Sakaguchi RL, Powers JM. Craig’s restorative dental materials 13th ed. Houston (Texas): Elsevier. 2012. h. 52-65.
Wardhani AS. Pengaruh ukuran partikel terhadap kuat tekan dan resistivitas keramik porselen sebagai isolator listrik. Skripsi. Malang: Program studi fisika jurusan fisika, FMIPA Universitas Negeri Malang. 2012.
Parihar AS, Maheshwari R. A comparative evaluation of impact strength, compressive strength, tensile strength, hardness and dimensional accuracy of autopolymerized, postpolymerized microwave exposed autopolymerized and heat cured denture base resin – an in vitro study. Saudi J Oral Dent Res (SJODR). 2018;3(5):164-70. DOI:10.21276/sjodr.2018.3.5.7
Triputra R, Diyah C, Sari RP. Efektivitas penambahan hidroksiapatit terhadap penurunan porositas basis resin akrilik heat cured. Denta J Ked Gi 2019;13(2):37-42.
Handayani S, Dahar E. Pengaruh penambahan zirkonium oksida pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas terhadap kekuatan impak dan transversal. J Ilm PANNMED 2017;12(2):194-99.
Zahara Y, Ratnawulan, Ramli, Fauzi A. Pengaruh waktu milling terhadap ukuran butir quartz dari Nagari Saruaso Kabupaten Tanah Datar. Pillar Of Physics. 2016;8:113-20. DOI:10.24036/2498171074
Attin, T. Weiss, K. Becker, K. Buchala, W. Wiegand, A. Impact of modified acidic soft drink on enamel erosion. J Oral Disease.2005;11:7-12. DOI:10.1111/j.1601-0825.2004.01056.x
DOI: https://doi.org/10.24198/jkg.v32i2.26627
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2020 Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
INDEXING & PARTNERSHIP
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License