Karakteristik pasien, jenis terapi, dan tingkat imunosupresi hasil terapi pada wanita penderita HIV/AIDS dengan kandidiasis oral
Patient characteristics, type of therapy, and immunosuppression level of therapy outcomes in HIV/AIDS female patients with oral candidiasis
Abstract
Pendahuluan: Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sel darah putih dan menyebabkan kumpulan gejala klinis yang disebut Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). HIV/AIDS menjadi faktor predisposisi infeksi kandidiasis oral. Ketidakadilan gender serta minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan hak seksualitas menyebabkan kerentanan penularan infeksi HIV/AIDS terhadap wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, jenis terapi, dan tingkat imunosupresi pada wanita penderita HIV/AIDS dengan kandidiasis oral. Metode: Jenis penelitian deskriptif menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien HIV/AIDS tahun 2013-2017, dengan kriteria inklusi wanita penderita kandidiasis oral, terapi ARV, tingkat imunosupresi. berdasarkan jumlah sel T CD4. Kriteria eksklusi adalah penderita yang berhenti mengikuti penelitian sebelum selesai. Hasil: Terdapat 116 dari 328 (35%) pasien wanita penderita HIV/AIDS mengalami kandidiasis oral. Kelompok sosial mayoritas adalah ibu rumah tangga. Sejumlah 83 dari 84 sampel (99%) berada pada tingkat imunosupresi berat sebelum penerapan ARV. Jumlah wanita HIV/AIDS dengan kandidiasis oral terbanyak yaitu pada usia 20-30 tahun (44%), 68% berstatus ibu rumah tangga (atau tidak bekerja), dengan pendidikan terakhir mayoritas Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 53%, dan sebanyak 68% status pernikahannya menikah atau memiliki pasangan tetap. Simpulan: Sebagian besar wanita penderita HIV/AIDS mengalami infeksi oportunistik kandidiasis oral. Karakteristik wanita penderita HIV/AIDS adalah mayoritas berusia 20-30 tahun, memiliki tingkat pendidikan SMA, berasal dari kalangan ibu rumah tangga / tidak memiliki pekerjaan, dan memiliki status menikah atau memiliki pasangan tetap. Jenis terapi yang banyak diberikan adalah terapi ARV lini pertama. Tingkat imunosupresi pada wanita penderita HIV/AIDS dengan kandidiasis oral yang diberikan terapi ARV mayoritas masuk ke dalam kategori tingkat imunosupresi sedang.
Kata kunci: Wanita, kandidiasis oral, HIV/AIDS.
ABSTRACT
Introduction: Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that attacks white blood cells and causes several clinical symptoms called Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). HIV/AIDS is a predisposing factor for oral candidiasis infection. Gender inequality and lack of knowledge regarding reproductive health and sexuality rights lead to the vulnerability of HIV/AIDS infection in women. This study was aimed to determine the patient characteristics, type of therapy, and the immunosuppression level of therapy outcomes of the female patients with oral candidiasis. Methods: The research was descriptive using the secondary data from medical records of HIV-AIDS patients in the period of 2013-2017. Inclusion criteria were female patients with oral candidiasis, treated with ARV-type medication, immunosuppression based on the t-cell CD4 level. Results: There were 116 out of 328 (35%) HIV/AIDS female patients with oral candidiasis. The majority of the social groups were housewives. There was 83 out of 84 samples (99%) at the level of severe immunosuppression prior to the application of ARV medications. The highest number of HIV/AIDS female patients with oral candidiasis was at the age of 20-30 years (44%), 68% were housewives (or unoccupied), the majority of their last education was high school graduate (53%), and 68% of their marital status was married or had a permanent partner. Conclusion: Most HIV/AIDS female patients experience opportunistic infection (oral candidiasis). The patients’ characteristics were the majority in 20-30 years old age group, have a high school education level, homemakers / unoccupied, and have the marital status of married or had a permanent partner. The type of therapy mostly given was first-line ARV therapy. The majority of HIV / AIDS female patients with oral candidiasis who were given ARV therapy were in the moderate immunosuppression level.
Keywords: Female, oral candidiasis, HIV/AIDS.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
World Health Organization. Monitoring Health for the SDGs, Sustainable Development Goals. World Health Statistic 2017. Geneva: World Health Organization; 2017. h. 30-55.
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Laporan Perkembangan HIV/AIDS Triwulan I Tahun 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2016. h. 3-20.
Susanti EW. HIV/AIDS dan kesehatan perempuan. J Ilm Sehat Bebaya 2017;1(1): 42.
Yuliani AP. Kerentanan perempuan terhadap penularan HIV/AIDS: Studi pada ibu rumah tangga pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Palastren 2013;6(1):185-200. DOI: 10.21043/palastren.v6i1.983
Enoch DA, Ludlam HA, Brown NM. Invasive fungal infections: A review of epidemiology and management options. J Med Microbiol 2006;55(Pt7):809-18. DOI: 10.1099/jmm.0.46548-0
Greenberg M, Glick M, Ship JA. Burket’s Oral Medicine. 11th ed. North Carolina: PMPH USA; 2008. h. 411-35.
Smeltzer SC. Bare BG. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner Suddarth. 8th ed. Jakarta: EGC; 2001.
Herfindal ET, Gourley DRH. Textbook of Therapeutics: Drug and Disease Management. 7th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2000. h. 312-30.
Agarwal S, Powar R, Tankhiwale S, Rukadikar A. Study of opportunistic infections in HIV-AIDS patients and their co-relation with CD4+ cell count. Int J Curr Microbiol App Sci 2015;4(6):848-61.
Singh AK, Kumar A. HIV related opportunistic infections: A system wise approach. J Evolution Med Dent Sci 2014;3(58):13142-51. DOI: 10.14260/jemds/2014/3748
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Laporan Triwulan Situasi Perkembangan HIV & AIDS di Indonesia sampai dengan 31 Desember 2009. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2010. h. 1-28.
Ariani LNAW, Suryana K. Spektrum infeksi oportunistik pada klien Klinik Merpati RSUD Wangaya periode Januari-Februari 2014. J Med Udayana. 2015;4(7):1-7.
Hakim L, Ramadhian MR. Kandidiasis oral. Majority 2015;4(9):53-57.
Fauci AS, Kasper DL, Longo DL, Braunwald E, Hauser SL, Jameson JL, et al. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 17th ed. New York: McGraw Hill Professional. 2008. h. 1506-10.
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkugan. Pedoman Nasional Tatalaksana Klinis Infeksi HIV dan Terapi Antiretroviral pada Orang Dewasa. 2011. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2011. h. 14-35.
Hidayati NR, Abdillah S, Keban SA. Analisis adverse drug reaction obat anti-retroviral pada pengobatan pasien HIV/AIDS di RSUD Gunung Jati Cirebon tahun 2013. Pharmaciana 2016;6(1):79-88. DOI: 10.12928/pharmaciana.v6i1.3327
Ruterlin V, Tandi J. Pengaruh pengobatan ARV terhadap peningkatan limfosit pasien HIV-AIDS di Rumah Sakit Pemerintah Kota Palu. J Farm Klin Ind 2014;3(1):30-6. DOI: 10.15416/ijcp.2014.3.1.30
DOI: https://doi.org/10.24198/jkg.v32i2.27552
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2020 Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
INDEXING & PARTNERSHIP
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License