Korelasi persepsi kesehatan gigi dan mulut terhadap minat masyarakat untuk berobat ke dokter gigi: studi cross sectional

Putri Dwi Lestari, Marlin Himawati, Azkya Patria Nawawi

Abstract


Pendahuluan: Masyarakat cenderung berkunjung ke fasilitas kesehatan gigi hanya saat terdapat keluhan sehingga minat masyarakat rendah. Hal tersebut akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk berobat menyebabkan kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik dan berhubungan dengan persepsi. Persepsi yang baik akan menimbulkan minat, jika terdapat manfaat bagi dirinya maka seseorang berminat untuk melakukannya. Minat pasien untuk berobat dapat disebabkan karena akses dan jarak fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis korelasi persepsi masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap minat berobat ke dokter gigi. Metode: Jenis penelitian adalah studi cross sectional dengan total responden 100 orang yang diambil menggunakan teknik Purposive Sampling. Besar sampel minimal yang diperlukan yaitu sebanyak 92 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dilakukan analisis menggunakan uji korelasi spearman. Kuesioner tersebut terdiri dari 15 pernyataan mengenai kesehatan gigi dan mulut dan 15 pernyataan terkait minat berobat, kemudian disebarluaskan secara offline secara tatap muka. Uji statistik yang digunakan adalah korelasi Spearman. Hasil: terdapat korelasi persepsi masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap masyarakat untuk minat berobat ke dokter gigi, dengan nilai p adalah 0,001 dan nilai koefisien korelasi adalah 0,336 yang dapat dinyatakan tingkat kekuatan korelasi termasuk korelasi sedang antara persepsi kesehatan gigi dan mulut terhadap minat berobat ke dokter gigi. Simpulan: Terdapat korelasi persepsi masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap masyarakat untuk minat berobat ke dokter gigi. Semakin tinggi persepsi kesehatan gigi dan mulut maka semakin tinggi minat masyarakat untuk berobat ke dokter gigi. 

The correlation between perceptions about oral health and the public’s interest to go to a dentist: a cross-sectional study 

Introduction: People tend to visit dental health facilities only when complaints arise, which leads to low public interest. This is due to a lack of public awareness in seeking treatment, which contributes to poor dental and oral health and is associated with perception. A good perception generates interest; if a person perceives benefits for themselves, they will be motivated to act. Patient interest in seeking treatment can be influenced by access and distance to health facilities. This study aims to analyze the correlation between public perception of dental and oral health and interest in seeking treatment from a dentist. Methods: The type of study is cross-sectional with a total of 100 respondents taken using the Purposive Sampling technique. The minimum required sample size was 92 respondents. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Spearman correlation test. The questionnaire consisted of 15 statements regarding dental and oral health and 15 statements related to treatment interest, and was distributed offline through face to face interaction with the community. Results: There was a correlation between public perception of dental and oral health and the interest in seeking treatment from a dentist, with a p value of 0.001 and a correlation coefficient value of 0.336. This indicates that the strength of the correlation can be categorized as moderate between perception and interest in dental treatment. Conclusion: there is a correlation between public perception of oral health and public’s interest to go to a dentist. The higher the perception of oral health, the higher the public's interest in going to the dentist. Interest in treatment is related to oral health awareness, as it can influence daily life.

Keywords


Dokter Gigi, Kesehatan gigi dan mulut, Minat, Persepsi, Dentist, Interests, Oral health, Perception

Full Text:

PDF

References


Nahak A, Korbaffo AR. Faktor yang mempengaruhi minat masyarakat dalam melakukan kunjungan ke Puskesmas. J Health Scie Commun. 2022;3(1):52-9.

Wulaisfan R, Fauziah Y. Pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien dengan kepuasan pasien sebagai mediasi pasien rawat inap di RSU Dewi Sartika Kendari. Window of Health : J Kes. 2019;2(2):97-105. https://doi.org/10.33096/woh.v2i2.577

Rahardjo A, Bachtiar BM, Herda E. Antisipasi dampak negatif covid-19 di bidang kedokteran gigi. Vol 1, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia. Jakarta: UI Publishing. 2020;1(1):1-60.

Sukiswo SS. Hubungan kepuasan pasien dengan minat kunjungan ulang di puskesmas sangkalan kecamatan susoh kabupaten aceh barat. J-Kesmas: J Fak Kes Masya. 2018;5(8):52-61. https://doi.org/10.35308/j-kesmas.v5i1.1144

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Nasional Riskesdas. Jakarta. 2019. h. 179-196.

Mirani SA, Shah S, Sahito M. Perception of oral health and prevalence of dental caries among the students of liquat medical university jamshoro. The Profes Med J. 2017;24(12):1894-1898. https://doi.org/10.29309/TPMJ/2017.24.12.605

Januar P, Mayasari Y, Rina Rahmawati Ruslan M. The relationship between dental health perception and dental service utilization among school children in South Jakarta. Ilm Teknol Ked Gi FKG UPDM. 2020;16(1):30-35. https://doi.org/10.32509/jitekgi.v16i1.1016

Permenkes Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 89 Tahun 2015 Tentang Upaya Kesehatan Gigi Dan Mulut. Jakarta. 2016. h. 2-3.

Wahyuni GT, Misnaniarti, Idris H. Hubungan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan minat kunjungan ulang pasien. J Kes. 2022;13(3);10-15.

Sari RD, Fajrini F, Latifah A N, Suherman S. Faktor-faktor yang berhubungan dengan minat masyarakat berkunjung ke pelayanan kesehatan selama covid-19 di Kota Tangerang Selatan Tahun 2020. Arsip Kes Masy. 2022;7(1):30-35. https://doi.org/10.22236/arkesmas.v7i1.6939

Dewanto I, Lestari NI. Panduan Pelaksanaan Pelayanan Kedokteran Gigi Dalam Sistem Jaminan Kesehatan Nasional. 1st ed. 2014:1:1-4, 32-33.

Efriza. COVID-19. Baiturrahmah Med J. 2021;1(1):60-68.

Achru PA. Pengembangan Minat Belajar Dalam Pembelajaran. J Idaarah J Manaj Pendid. 2019;3(2):205-215. https://doi.org/10.24252/idaarah.v3i2.10012

Ginting W. The Correlation Between Students ’Interest and Students’ Achievement in Learning English. Indonesian J ELT Applied Linguistics. 2021;1(1):36-41. https://doi.org/10.32696/ijeal.v1i1.1058

Pitoyo A. A Meta-Analysis: Factors affecting students’ reading interest in Indonesia. I J Multicul Multirelig Understand. 2020;7(7):83-92. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v7i7.1727

Nurmiati, Fibriana L. Hubungan Kecemasan dengan Minat Berobat Masyarakat pada Masa Pandemi COVID-19. J Keper Kebid. 2021(1);54-64.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023. h. 1-3.

Alison Chapman, Simon H. Felton. Basic Guide to Oral Health Education and Promotion. 3rd ed. Oxford: SPi Global; 2021. p. 1-84.

Maria C, Himawati M, Program Pendidikan Profesi Dokter Gigi M, Kedokteran Gigi F, Kristen Maranatha U. Hubungan antara Persepsi Remaja tentang Penggunaan Alat Ortodontik Cekat dan Minat terhadap Perawatan Maloklusi (Penelitian pada Pelajar SMAK “X” Bandung). Insisiva Dent J. 2018;7(1):1-8.

Unnikrishnan V, Dhamali DMS. Balakrishna MS, Kavya MJ, Saheer A, Chandran T. Perception of oral health and practice among children residing in orphanages in Bengaluru. J Pharm Bioallied Sci. 2022;14(1):420-423. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9469308/ . https://doi.org/10.4103/jpbs.jpbs_751_21

Jolanda J, Maria C, Himawati M. Hubungan antara Persepsi Remaja tentang Penggunaan Alat Ortodontik Cekat dan Minat terhadap Perawatan Maloklusi (Penelitian pada Pelajar SMAK “X” Bandung). Insisiva Dental J: Maj Ked Gi Insisiva. 2018;7(1):1-8. https://doi.org/10.18196/di.7189

Yuniar N, Robbihi I, Tiana M. Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Minat Berobat Kembali Pasien BPJS dan Non BPJS melalui Tingkat Kepuasan Pasien di Poli Gigi Puskesmas Tinewati Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi (JIKG). 2024;5(1):31–41. https://doi.org/10.37160/jikg.v5i3.555

Amiruddin EE, Meilani N, Subhan M, Rahmat R. Pengaruh persepsi pasien tentang mutu pelayanan terhadap minat kunjungan ulang di puskesmas Lowu-Lowu. J Ilm Kes (JIKA). 2021;3(2):99-108. https://doi.org/10.36590/jika.v3i2.158

Hamidiyah A. Persepsi Pasien tentang kualitas pelayanan dengan minat kunjungan ulang. J Penel Kes Suara Forikes. 2016;7(3):121-130.

Aprilia A, Arman, Samsualam. Analisis hubungan persepsi pasien tentang kualitas pelayanan dengan minat pemanfaatan ulang di klinik gigi dan mulut swasta kota Makasar. J Muslim Community Health (JMCH) 2022;3(2):102-115. https://doi.org/10.52103/jmch.v3i2.772https://pasca-umi.ac.id/index.php/jmch/about

Primawati R. Gambaran pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta minat kunjungan pasien di balai pengobatan gigi. Indo J Health Medical. 2021;1(4):647-659.

Sedky NA. Perception of middle and high school students about oral health and preventive dentistry. J Oral Health Community Dentis. 2019;13(3):90-100. https://doi.org/10.5005/jp-journals-10062-0052




DOI: https://doi.org/10.24198/jkg.v36i3.56579

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

INDEXING & PARTNERSHIP

     

      

     

 

Statistik Pengunjung

Creative Commons License
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License