PEMBERDAYAAN KESATUAN PEREMPUAN PESISIR INDONESIA (KPPI) DALAM ISU GENDER DAN HAK KESEHATAN REPRODUKSI DI BAGAN DELI, KECAMATAN MEDAN BELAWAN, KOTA MEDAN

Syarifah Syarifah, R. Kintoko Rochadi, Henny Sri Wahyuni, Mei Thalia Sembiring, Nabila Rizqi Lingga, Viola Agnesya Br Sembiring, Halinda Sari Lubis

Abstrak


This community engagement program focused on empowering coastal women members of the Indonesian Coastal Women’s Association (KPPI) in Bagan Deli, Medan Belawan District, by addressing gender issues and reproductive health rights. The activity was motivated by high maternal and infant mortality rates, limited understanding of family planning (FP), restricted access to women-friendly health services, and the strong influence of patriarchal culture that hinders women’s autonomy in reproductive decision-making. The methods included interactive health education, focus group discussions (FGDs), and the distribution of leaflets as educational media to extend knowledge within families and communities. The results indicated a significant improvement in participants’ knowledge after the intervention, as reflected in the differences between pre-test and post-test results. FGDs revealed women’s real experiences of limited contraceptive choices, lack of partner support, and socio-economic barriers influencing their reproductive health. The leaflet-based education strengthened comprehension and raised critical awareness of gender equality, enabling women to become more empowered in making family health decisions. Overall, this program contributed to enhancing health literacy, empowering coastal women, and supporting the achievement of the Sustainable Development Goals on health (SDG 3), gender equality (SDG 5), and reducing inequalities (SDG 10).


Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan perempuan pesisir yang tergabung dalam Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, melalui isu gender dan hak kesehatan reproduksi. Kegiatan dilatarbelakangi oleh tingginya angka kematian ibu dan bayi, rendahnya pemahaman tentang keluarga berencana (KB), keterbatasan akses layanan kesehatan ramah perempuan, serta kuatnya pengaruh budaya patriarki yang membatasi otonomi perempuan dalam pengambilan keputusan reproduksi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terarah (FGD), serta pendistribusian leaflet sebagai media edukasi yang dapat diperluas ke lingkungan keluarga dan komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan setelah intervensi, ditandai dengan perbedaan hasil pre-test dan post-test. FGD berhasil menggali pengalaman nyata perempuan mengenai keterbatasan dalam memilih kontrasepsi, minimnya dukungan pasangan, serta kendala sosial-ekonomi yang memengaruhi kesehatan reproduksi mereka. Penyuluhan berbasis leaflet turut memperkuat pemahaman dan membuka ruang kesadaran kritis tentang kesetaraan gender, sehingga perempuan lebih berdaya dalam menentukan keputusan kesehatan keluarga. Keseluruhan kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan literasi kesehatan, pemberdayaan perempuan pesisir, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan terkait kesehatan (SDGs 3), kesetaraan gender (SDGs 5), dan pengurangan ketimpangan (SDGs 10).


Kata Kunci


Pemberdayaan perempuan; kesehatan reproduksi; gender; KB; KPPI

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agung Mulyaningsih, E., Kolifah, K., Kinesti, N., & Nahariani, P. (2024). Sekolah Perempuan Sebagai Media Pemberdayaan Kesehatan Reproduksi Perempuan. Jurnal Pema Tarbiyah, 3(2), 48. https://doi.org/10.30829/pema.v3i2.3935

Arfan, N. A., Novitasari Rista, Fitria, S. D., & Mardiyah, N. D. D. (2024). PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM KESEHATAN REPRODUKSI DAN ANAK BALITA. Jurnal Masyarakat Mandiri Dan Berdaya, III, 25–32.

Betrilia, Nakayla Azzahwa, Sudirman Sitepu, D. P. L. (2024). Kesenjangan Gender dalam Pengambilan Keputusan Kesehatan Reproduksi : Dampak Terhadap Kesejahteraan Perempuan. Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik, 2(1), 475–479.

Bhattacarya, J., Chakraboty, S., & Kim, M. (2023). Child survival and contraception choice: Theory and evidence. Journal Of Machroeconomis.

BKKBN. (2023). Jumlah Kampung KB Berdasarkan Jumlah peserta KB per Mix Kontrasepsi. https://www.dw.com/id/who-satu-perempuan-meninggal-per-dua-menit-dalam-kehamilan/a-64795536#:~:text=Laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia %28WHO%29 mengungkap,menit akibat komplikasi kehamilan atau saat proses melahirkan.

Butar-Butar, A. R., Wahyuni, S., Vanchavo, A. R., & Pahlevi, R. (2025). Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat Melalui Pendidikan. Yayasan Cendekia Mulia Mandiri.

Ghummiah, S. M., & Mualifah, L. (2024). Islam dan Isu Gender: Kesehatan Reproduksi Perempuan dalam Relasi Pernikahan. Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(1), 73–92. https://doi.org/10.32332/syakhshiyyah.v4i1.9251

Indrawasih, R., & Pradipta, L. (2021). Pergerakan Sosial Perempuan Pesisir dalam Memperjuangkan Hak Asasi Manusia dan Kesetaraan Gender. Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 5(1), 105–117. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i1.15537

Indriastuti, D., Rangki, L., Prasetya, F., Ajurid, M. A. F. I., Hadzal, M. G., & Tahiruddin, T. (2025). Pendampingan Kader Kesehatan Ibu Dan Anak (Kia) Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Kelurahan Anduonohu Tahap I : Penyuluhan Kesehatan Dan Pelatihan Menyuluh. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2), 440–448. https://doi.org/10.24198/kumawula.v8i2.57798

Kedhaton, K., & Adzmy, M. F. (2024). Paradiplomasi dalam Isu Kesetaraan Gender: Kerja Sama Pemerintah Kabupaten Jember dan Rutgers WPF Melalui Program Power to Youth (PtY) 2021-2023 [Paradiplomacy in Gender Equality Issues: Collaboration between Jember Regency Government and Rutgers WPF]. Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri Dan Hubungan Internasional, 15(1), 81–102. https://doi.org/10.22212/jp.v15i1.4358

Kementerian Kesehatan, R. (2021). PROFIL KESEHATAN IBU DAN ANAK 120 KAB/KOTA LOKUS AKI AKN.

Lumbantobing, P., & Perangin-angin, S. A. (2024). Child survival and contraception choice: Theory and evidence. BEST Journal (Biology Education Science & Technology), 7(1), 611–617.

Mayasari, A. T., Febriyanti, H., & Primadevi, I. (2021). Kehidupan Reproduksi Wanita Di Sepanjang Daur Kehidupan (D. Alia (ed.)). Syah Kuala University Press.

Oktafia, R., & Indriastuti, N. A. (2022). Gerakan Peduli Sehat Reproduksi Wanita (Gelis P-San) Sebagai Upaya Pemberdayaan Deteksi Dini Kesehatan Reproduksi Wanita di Wilayah Bantul Yogyakarta. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 5(5), 1443–1449. https://doi.org/10.33024/jkpm.v5i5.5840

Prasetyo, E., Firdiyani, F., & Machrunnisa, M. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Desa Karangtengah Dalam Menghadapi Transformasi Digital: Implementasi Smart Village. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 78–92. https://doi.org/10.24198/kumawula.v8i1.55037

Retnowati, E., Hatni, H., Amril, A., & Dewi, E. (2024). Mengintegrasikan Ilmu Modern Dengan Nilai Keislaman: Pendekatan Interdisipliner Dalam Pendidikan Islam. AL-USWAH: Jurnal Riset Dan Kajian Pendidikan Agama Islam, 7(2), 223. https://doi.org/10.24014/au.v7i2.34364

Retnowati, E., Sutisna, A., Lestari, R. D., Almanda, N. I., & Bahiscara, A. G. (2024). Pendampingan Kesehatan Reproduksi dan Anti Kekerasan Sebagai Upaya Meningkatkan Keberdayaan Perempuan di Sanggar Kegiatan Belajar Kab. Bekasi. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat 2024 (SNPPM-2024), 2024, 505–513. http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/snppm

RI, P. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia No. 52 Tahun 2009, Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Экономика Региона, 19(19), 1. http://data.menkokesra.go.id/sites/default/files/22637790-UU-No-52-Tahun-2009-Perkembangan-Kependudukan-Dan-Pembangunan-Keluarga.pdf

Sabilla, D. P., Heriyanti, L., & Djakfar, L. (2024). Peran Perempuan Pesisir Dalam Mendukung Ekonomi Keluarga Nelayan: Studi di Malabero, Teluk Segara, Bengkulu. Community : Pengawas Dinamika Sosial, 10(2), 190. https://doi.org/10.35308/jcpds.v10i2.9986

Saptandari, P. (2021). Pengetahuan Tradisional tentang Kesehatan dan Pemenuhan Hak Kesehatan Reproduksi Perempuan Bawean. Antropologi Indonesia, 41(2), 10–22. https://doi.org/10.7454/ai.v41i2.12990

Statistik, B. P. (2020). Jumlah Angka Kematian Ibu. https://sensus.bps.go.id/main/index/sp2020

Utara, D. K. P. S. (2019). Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

WHO. (2023). WHO: Satu Perempuan Meninggal Per Dua Menit dalam Kehamilan. https://www.dw.com/id/who-satu-perempuan-meninggal-per-dua-menit-dalam-kehamilan/a-64795536#:~:text=Laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia %28WHO%29 mengungkap,menit akibat komplikasi kehamilan atau saat proses melahirkan.

Wiarsih, N., & Astawan, I. G. (2021). Pendidikan Responsif Gender dan Kesehatan Reproduksi dalam Proses Pembelajaran. Mimbar Ilmu, 26(2), 333. https://doi.org/10.23887/mi.v26i2.38505

Wulandari, S., Farahdiansari, A. P., Swasanti, I., & Septian, E. (2025). Pendampingan dan Edukasi Kesehatan Seksual Dalam Perspektif Gender Pada Remaja Putri di Desa Mojoagung Sexual Health Assistance and Education in Gender Perspective For Adolescent Girls in Mojoagung Village. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 6(1).




DOI: https://doi.org/10.24198/kumawula.v9i1.65862

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Terindeks Di:

 Google Scholar   Indonesia One SearchWorldCat Crossref  Bielefeld Academic Search Engine (BASE)