PENYULUHAN SANITASI DENGAN PENDEKATAN PERSONAL-HUMANISTIK DI DESA ADAT POH, KARANGASEM
Abstrak
The main problems faced by rural communities in remote villages are inadequate sanitation and limited access to health services, which are quite distant and located in extreme terrain, such as in Desa Adat Poh, Karangasem, situated on the slopes of Mount Agung. In addition, community awareness regarding the importance of family health remains low. Many residents still neglect family health issues. Therefore, the aim of this community service program is to educate residents through sanitation outreach using a personal–humanistic approach. The method used is personal counseling. The stages carried out include: (1) identifying the needs of the partners, (2) conducting outreach and education, (3) implementing assistance and empowerment, and (4) participatory evaluation. As a result, 20 households were provided with sanitation equipment packages and four truckloads of clean water for residents who do not have their own cubang (rainwater storage tanks). Through the personal–humanistic approach, activities were conducted via home visits, providing socio-emotional engagement to residents/partners to raise their awareness of the importance of health and clean sanitation in maintaining family resilience. Alongside outreach and education, demonstrations were also conducted to help residents understand the issues in a real-life context. Thus, it can be concluded that this socio-emotional approach can be an effective strategy for conducting personal outreach in areas where partner communities are dispersed or households are far apart, and for addressing sensitive outreach topics such as sanitation issues.
Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat desa terpencil adalah sanitasi yang kurang memadai dan akses ke pelayanan kesehatan yang cukup jauh, dengan medan yang ekstrim seperti yang ada di Desa Adat Poh, Karangasem yang berada di lereng Gunung Agung. Di samping itu, kesadaran masyarakat terkait pentingnya kesehatan keluarga juga masih rendah. Banyak di antara warga di sana masih abai terkait kesehatan keluarga ini. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini adalah untuk mengedukasi warga melalui penyuluhan sanitasi dengan pendekatan personal-humanistik. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan secara personal. Tahapan yang dilakukan, yakni (1) identifikasi kebutuhan mitra, (2) pelaksanaan penyuluhan dan edukasi, (3) pelaksanaan pendampingan dan pemberdayaan, (4) evaluasi partisipatif. Hasilnya adalah 20 KK diberikan masing-masing paket kelengkapan sanitasi dan 4 truk air bersih untuk warga yang tidak memiliki cubang (tempat penampung air hujan) secara mandiri. Melalui pendekatan personal-humanistik dilakukan dari rumah ke rumah (home visit), warga/mitra warga diberikan sentuhan sosioemosional, sehingga dapat menggugah kesadaran tentang pentingnya kesehatan dan sanitasi yang bersih dalam menjaga ketahanan keluarga. Sambil melakukan penyuluhan dan edukasi, diberikan pula percontohan, sehingga warga lebih bisa memahami dalam konteks yang nyata. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan sosio emosional ini dapat menjadi strategi efektif dalam melakukan penyuluhan secara personal untuk wilayah mitra yang tersebar atau lokasi rumah berjauhan dan untuk topik-topik penyuluhan yang privasi, seperti terkait masalah sanitasi.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Hargono, A., Soemartono Waloejo, C., Glorino R Pandin, M., & Choirunnisa, Z. (2025). Penyuluhan Pengolahan Sanitasi Air Bersih UntukMeningkatkan Kesehatan Masyarakat Desa Mengare,Kabupaten Gresik. Journal of Community Engagement, 3(1), 1–10.
Herniwanti, H., Dewi, O., Rani, N., Yunita, J., Rahayu, E. P., Mitra, M., Kiswanto, K., & Hartono, B. (2021). Penyuluhan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai Support Program Kesehatan Lingkungan pada Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Abdidas, 2(2), 435–441. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i2.295
Humaira, D., & Salsabila, I. (2021). The application of a humanistic approach to health care and education. AMCA Journal of Community Development, 1(1), 9–12. https://doi.org/10.51773/ajcd.v1i1.22
Hurint, M. T. N., Bintari, H., Yuliani, Y., Kurniasari, Y., Rahayu, H. K., & Aji, A. (2023). Sanitation and family environmental health status and its association with stunting in Kulon Progo, Indonesia. Journal of Global Nutrition, 3(2), 267-278. https://doi.org/10.53823/jgn.v3i2.65
Irjayanti, A., Rumbiak, H., & Medyati, N. (2024). Sanitasi Penting Atasi Stunting: Pemicuan Pilar Stbm Di Rumah Tangga. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(3), 736–742. https://doi.org/10.24198/kumawula.v7i3.52469
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2022.
Luthfiyah Sani, S., & Achadi, E. L. (2023). Child feeding practice, sanitation hygiene, and other factors of diarrhea in children aged 6-23 months in Indonesia: Analysis of IDHS 2017. Jurnal Biometrika dan Kependudukan, 12(1), 74-83. DOI: https://doi.org/10.20473/jbk.v12i1.2023.74
Omo Sutomo, Y., Rokayah, Y., & Wasludin. (2023). Health Education and Assistance as an Empowerment Model in Improving the Quality of Family Latrines. Jurnal Ilmu Kesehatan, 17(2). https://doi.org/10.33860/jik.v17i2.2791
Prabawangi, R. P., Fatanti, M. N., Ridhoi, R., Pramesti, L. W., & Alfianistiawati, R. (2024). Edukasi Pemeliharaan Lingkungan Hidup Berbasis Partisipasi Masyarakat Sebagai Upaya Perlindungan Warga Desa Watutulis Kecamatan Prambon Dari Limbah Pospak. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 325–335. https://doi.org/10.24198/kumawula.v7i2.47580
Prasanti, D., & Fuady, I. (2017). Penyuluhan Program Literasi Informasi Kesehatan dalam Meningkatkan Kualitas Sanitasi bagi Masyarakat di Kaki Gunung Burangrang Kab. Bandung Barat. Jppm: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(2), 129. https://doi.org/10.30595/jppm.v1i2.170
Prüss-Ustün, A. et al. (2019). Burden of disease from inadequate water, sanitation and hygiene. The Lancet Global Health, 7(2), e151–e161.
Rah, J. H., Sukotjo, S., Badgaiyan, N., Cronin, A. A., & Torlesse, H. (2020). Childhood stunting and cognitive effects of water and sanitation in Indonesia. Maternal & Child Nutrition. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32835453/
Sukarno, A., & Azteria, V. (2025). Increasing Capacity of Women and Cadres To Prevent Gestational Diabetes and Stunting At Posyandu Teratai 8 Tangerang. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2), 496–505. https://doi.org/10.24198/kumawula.v8i2.57352
Widianti, A. W. (2024). Penyuluhan Kesehatan Dan Sanitasi Personal Bagi Anak Sekolah Dasar Di Wilayah Kerja Puskesmas Wolojita, Kabupaten Ende. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering, 5(1), 53–62. https://doi.org/10.51556/jpkmkelaker.v5i1.288
Yarmaliza, Y., & Rinaldy, R. (2020). Penyuluhan Higiene dan Sanitasi Di Lingkungan Rumah Tangga. COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 105–109. https://doi.org/10.54951/comsep.v1i1.26
Waterkeyn, J., & Cairncross, S. (2005). Creating demand for sanitation and hygiene through Community Health Clubs. Environmental Health Perspectives, 113(5), 607–613.
WHO. (2020). Healthy families: Foundations for healthy communities. Geneva: WHO.
WHO/UNICEF JMP. (2021). Progress on household drinking water, sanitation and hygiene 2000–2020.
World Bank. (2019). Community-Driven Development Overview. Washington DC: World Bank.
DOI: https://doi.org/10.24198/kumawula.v9i1.67061
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Terindeks Di:
















