ANALISIS EFEKTIVITAS OPERASIONAL TRANS PADANG BERDASARKAN DATA OBSERVASI AWAL TAHUN 2025
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan angkutan umum Trans Padang di enam koridor operasional awal tahun 2025 (Januari-Februari) menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Variabel yang dianalisis meliputi jumlah penumpang, frekuensi keberangkatan, interval waktu antar keberangkatan, dan pola waktu perjalanan berdasarkan perbedaan waktu layanan pada hari kerja dan akhir pekan. Data diperoleh melalui pengamatan langsung dan dokumentasi operator. Berbeda dengan studi sebelumnya yang cenderung menilai kinerja layanan secara agregat, penelitian ini mengisi celah penelitian dengan menyajikan analisis per koridor dan per waktu operasi menggunakan data observasi lapangan. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan uji Mann–Whitney untuk menguji perbedaan signifikan antar waktu dan antar koridor. Hasil menunjukkan bahwa jumlah penumpang tertinggi terjadi pada jam sibuk sore hari di hari kerja, terutama di koridor 1. Namun, ketidakseimbangan ditemukan antara kapasitas maksimum bus dan jumlah penumpang, yang mengakibatkan rasio utilisasi yang rendah. Selain itu, ketidakteraturan jarak antar bus mencerminkan inefisiensi operasional. Temuan ini menunjukkan adanya ketimpangan efektivitas antar koridor dan waktu layanan, sehingga peningkatan kinerja operasional memerlukan penyesuaian frekuensi, diferensiasi jadwal, dan manajemen armada berbasis pola permintaan.
This study aims to analyze the effectiveness of Trans Padang public transportation services in six operational corridors beginning in 2025 (January-February) using a quantitative-descriptive approach. The variables analyzed include the number of passengers, departure frequency, time interval between departures, and travel time patterns based on three time zones (morning, afternoon, and evening) on weekdays and weekends. Data were obtained through direct observation and documentation from the Padang Sejahtera Mandiri (PSM) Regional Company (Perumda). The results show that the highest number of passengers occurs during the afternoon rush hour on weekdays, especially in corridor 1. However, an imbalance was found between the maximum bus capacity and the number of passengers, resulting in a low utilization ratio. In addition, uneven spacing between buses also indicates operational inefficiency. The non-parametric Mann-Whitney statistical test showed a significant difference (p<0.05). In conclusion, operational effectiveness can be improved through frequency adjustments, schedule optimization, and real-time data-based fleet management. The recommendations developed are expected to form the basis for sustainable public transportation improvements in Padang City.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Berrebi, S., Joshi, S., & Watkins, K. (2021). On Bus Ridership and Frequency. Transportation Research Part A: Policy and Practice, 148, 140-154. doi:https://doi.org/10.1016/j.tra.2021.03.005
Cho, S.-H. (2025). Evaluating the Level of Balance Between Demand and Supply at Bus Stops Using Smartcard Data. Sustainability, 17(7). doi:https://doi.org/10.3390/su17073278
Corder, G. W., & Foreman, D. I. (2015). Non Parametric Statistics A Step-by-Step Approach Second Edition. John Wiley & Sons, Inc.
Georgiadis, Politis, L., & Papaioannou, P. (2020). How Does Operational Environment Influence Public Transport Effectiveness? Evidence from European Urban Bus Operators. Sustainability, 12(12). doi:https://doi.org/10.3390/su12124919
Ibarra-Rojas, O. (2015). Planning, Operation, and Control of Bus Transport Systems: A Literature Review. Transportation Research Part B: Methodological, 77, 38-75. doi:https://doi.org/10.1016/j.trb.2015.03.002
Kagho, G., Balac, M., & Axhausen, K. (2025). Mobility on Demand: What About the Weekend. Journal of The Transportation Research Board, 2679(11), 68-84. doi:https://doi.org/10.1177/03611981251346454
Kerby, D. S. (2014). The Simple Difference Formula: An Approach to Teaching Nonparametric Correlation. Comprehensive Psychology, 3, 11.IT.3.1. https://doi.org/10.2466/11.it.3.1
Litman, T. (2004). Transit Price Elasticities and Cross Elasticities. Journal of Public Transportation, 7(2), 37-58. doi:https://doi.org/10.5038/2375-0901.7.2.3
Margareth, M., Franklin, P. J. C., & Warouw, F. (2015). Studi Kemacetan Lalu Lintas Di Pusat Kota Ratahan. Jurnal Spasial, 2(2), 89–97. https://doi.org/10.35793/sp.v2i2.9090
Mashuri, A. (2022). Buku Ajar Statistika Non Parametrik. Malang: Inara Publisher.
Naufal Mahali, A., Nurmandi, A., & Dian Fridayani, H. (2024). Comparative Study on Sustainable Mobility: Assessing Public Transportation Effectiveness in Jakarta and Bangkok. SHS Web of Conferences, 204, 03007. https://doi.org/10.1051/shsconf/202420403007
Nichols, A., Ryan, J., & Palmqvist, C.-W. (2024). The Importance of Recurring Public Transport Delays for Accessibility and Mode Choice. Journal of Transport Geography, Volume 115. doi:https://doi.org/10.1016/j.jtrangeo.2024.103796
Nursia, Kurniati, E., & Hermansyah. (2021). Analisis Efektifitas Angkutan Umum Sumbawa - Empang ,. Jurnal Tambora Vol. 5 No. 3 Oktober 2021, 5(3), 30–34. https://doi.org/10.36761/jt.v5i3.1311
Putri, R. T. A., & Mariya, S. (2020). Efektivitas Bus Trans Padang Sebagai Moda Transportasi Publik Di Kota Padang. https://doi.org/10.24036/buana.v4i3.993
Rasyid, A. D. A., Auliani, R., & Fathurrachman, M. R. (2018). Penerapan Aplikasi Online pada Sistem Transportasi Umum Massal untuk Meningkatkan Minat Masyarakat dalam Upaya Mengurangi Kemacetan. Jurnal Sainteks, 15(2), 103–117. http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/SAINTEKS/article/view/6308/2869
Wulandari, W., & Widyawati, L. F. (2017). Analisis Efektivitas Transportasi Ojek Online Sebagai Pilihan Moda Transportasi di Jakarta (Studi Kasus: Gojek Indonesia). Jurnal Planesa, 2.
Yap, M., & Cats, O. (2022). Analysis and Prediction of Ridership Impacts During Planned Public Transport Disruptions. Journal of Public Transportation, 24. doi:https://doi.org/10.1016/j.jpubtr.2022.100036
Zhang, H., Zhao, S., Liu, H., & Liang, S. (2016). Design for Integrated Limited-Stop and Short-Turn Services for a Bus Route. Hindawi Publishing Corporation, 2016(1), 1-9. doi:https://doi.org/10.1155/2016/7901634
DOI: https://doi.org/10.24198/responsive.v8i4.67291
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












