IMPLEMENTASI PROGRAM DESA BERBUDAYA LINGKUNGAN (ECOVILLAGE) DI KECAMATAN BANJARAN KABUPATEN BANDUNG

Ahmad Fadli Fauzan, Budiman Rusli, Andri Biantara

Abstrak


Program Desa Berbudaya Lingkungan (Ecovillage) merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pengendalian pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum melalui pendekatan berbasis komunitas. Namun, program ini menghadapi persoalan krusial yang belum banyak dikaji, yaitu ketidakberlanjutan pasca berakhirnya intervensi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor struktural yang menyebabkan kegagalan keberlanjutan Program Ecovillage di Kecamatan Banjaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus kolektif pada lima desa di Sub-DAS Cisangkuy. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan kerangka The 7-C Protocol yang mencakup tujuh dimensi implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakberlanjutan program tidak disebabkan oleh lemahnya pelaksanaan awal, melainkan oleh kelemahan desain kebijakan yang tidak mengintegrasikan aspek keberlanjutan. Temuan utama meliputi: tidak adanya pelembagaan program dalam regulasi desa, melemahnya komitmen institusional akibat perubahan kepemimpinan, kegagalan transfer kapasitas dari fasilitator kepada masyarakat, serta lemahnya koordinasi lintas level pemerintahan. Selain itu, partisipasi masyarakat yang masih bersifat instrumental dan bergantung pada insentif eksternal menyebabkan program tidak berkembang menjadi praktik mandiri. Penelitian ini berkontribusi pada literatur implementasi kebijakan dengan menunjukkan bahwa program berbasis komunitas berisiko mengalami kegagalan keberlanjutan ketika tidak didukung oleh pelembagaan formal dan kapasitas lokal yang memadai. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya integrasi program ke dalam dokumen perencanaan desa, penguatan mekanisme transfer kapasitas, serta pembangunan sistem koordinasi yang terlembagakan untuk menjamin keberlanjutan program.

 

The Ecovillage Program is a policy initiated by the West Java Provincial Government to control pollution in the Citarum River Basin through a community-based approach. However, the program faces a critical yet underexplored issue, namely its lack of sustainability after the withdrawal of government intervention. This study aims to analyze the structural factors contributing to the failure of the Ecovillage Program’s sustainability in Banjaran District. This research employs a qualitative approach using a collective case study design across five villages in the Cisangkuy Sub-watershed. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis, and were analyzed using the 7-C Protocol framework, which encompasses seven dimensions of policy implementation. The findings reveal that the program’s unsustainability is not caused by weak initial implementation, but rather by flaws in policy design that fail to incorporate sustainability mechanisms. Key findings include the absence of institutionalization within village regulations, declining institutional commitment due to leadership changes, the failure of capacity transfer from facilitators to local communities, and weak coordination across levels of government. In addition, community participation remains largely instrumental and dependent on external incentives, preventing the program from evolving into a self-sustaining practice. This study contributes to the policy implementation literature by demonstrating that community-based programs are prone to sustainability failure when they lack formal institutionalization and sufficient local capacity. The findings highlight the importance of integrating such programs into village planning documents, strengthening capacity transfer mechanisms, and establishing institutionalized coordination systems to ensure long-term sustainability.


Kata Kunci


keberlanjutan kebijakan; implementasi kebijakan; community-based program; Ecovillage

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Pusat Statistik Indonesia. (2025). Penduduk, Laju Pertumbuhan Penduduk, Distribusi Persentase Penduduk, Kepadatan Penduduk, Rasio Jenis Kelamin Penduduk Menurut Provinsi.

Bey, B. C. I. (2025). Citarum Belum Harum: Limbah Sampah Masih Melimpah, Polusi Asap Masih Jadi Sesak. Project Multatuli: Melayani Yang Dipinggirkan. https://projectmultatuli.org/citarum-belum-harum-limbah-sampah-masih-melimpah-polusi-asap-masih-jadi-sesak/

BPS Kabupaten Bandung. (2024). Kecamatan Banjaran dalam Angka 2024 (BPS Kabupaten Bandung, Ed.; Vol. 13). BPS Kabupaten Bandung.

Brynard, P. (2005). Policy Implementation: Lessons for Service Delivery. Journal of Public Administration, 40(41).

Burger, W. (2018). Key Variables that Affect Policy Implementation: A Case of Environmental Management Policy in the City of Cape Town. Administratio Publica, 26(2), 65–90. https://journals.co.za/doi/pdf/10.10520/ejc-adminpub-v26-n2-a5

Citarum Harum Juara. (2025). Sungai Citarum Kini, Dari Pencemaran Menuju Harapan Baru. Citarum Harum Juara. https://citarumharum.jabarprov.go.id/sungai-citarum-kini-dari-pencemaran-menuju-harapan-baru/

Cloete, F., Coning, C. de, Wissink, H., & Rabie, B. (2018). Improving public policy for good governance (4th ed.). Van Schaik Publisher. http://www.dalro.co.za

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Desing: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (Fifth Edition). SAGE Publications.

Faustina, R., & Rusli, B. (2025). Implementasi Kebijakan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Menggunakan Sistem Online di DPMPTSP Kota Cirebon. Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik, 8(1), 29–41. https://jurnal.unpad.ac.id/responsive/article/view/61157/25013

Indah, V. F., Zubaidah, S., Lestari, D. P., & Uswatun, A. (2024). Tantangan dan Hambatan dalam Implementasi Kebijakan Pembentukan Tim Renstra di Kebijakan Pembentukan Tim Renstra di Kesbangpol Kabupaten Ogan Komering Ilir. Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK), 7(1), 99-118.

Knill, C., & Tosun, J. (2012). Public Policy: A New Introduction. London: Palgrave Macmillan.

Koons, E. (2024). Enviromental Issues In Indonesia: A Growing Concern. Climate Impacts Tracker Asia. https://www.climateimpactstracker.com/environmental-issues-in-indonesia-a-growing-concern/

Margono, Supian, & Iyan. (2018). Tantangan Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Pelosok Kalimantan Timur. Jurnal Administrative Reform, 6(1), 38-51.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE.

Nurlina, L., Muhafidin, D., & Sukarno, D. (2021). Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Bandung (Studi Kasus di Wilayah Pelayanan Sampah Soreang). Jurnal Administrasi Negara (JANE), 13(1). https://jurnal.unpad.ac.id/jane/article/view/28690/15824

Pemerintah Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Provinsi Jawa Barat. (2023). Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Jawa Barat Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Rencana Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Sampe, H. R., Juwana, I., & Marganingrum, D. (2018). Kajian Perhitungan Beban Pencemaran Sungai Cisangkuy di Cekung Bandung dari Sektor Pertanian. Jurnal Rekayasa Hijau, 2(2).

Sitorus, I. H. O., Bioresita, F., & Hayati, N. (2021). Analisa Tingkat Rawan Banjir di Daerah Kabupaten Bandung Menggunakan Metode Pembobotan dan Scoring. Jurnal Teknik ITS, 10(1). https://doi.org/10.12962/j23373539.v10i1.60082

Skhosana, J. S. (2019). Applying the 7-C Protocol to assess the implementation of immigration policies in the Department of Home Affairs: A case study [Stellenbosch University]. https://scholar.sun.ac.za

Syafitri, F. (2019). Efektifitas Penanggulangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung: Penelitian di Desa Kamasan Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung. Diploma Thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung. https://digilib.uinsgd.ac.id/20233/#:~:text=Penelitian%20ini%20dilatarbelakangi%20oleh%20permasalahan%20sampah%20di,sembarangan%20tanpa%20memilah%20milah%20sampah%20terlebih%20dahulu.

Tuasikal, R. (2019). Upaya Indonesia Bersihkan Sungai Terkotor di Dunia. VOA Indonesia. https://www.voaindonesia.com/a/upaya-indonesia-bersihkan-sungai-terkotor-di-dunia-1/4745640.html




DOI: https://doi.org/10.24198/responsive.v9i1.69371

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


RESPONSIVE: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik telah Terindeks Di:

      
  
 
 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.