Pengalaman Pelecehan Seksual Catcalling di Kenjeran Surabaya

Syavira Dwi Kumala Putri, Pambudi Handoyo, Ahmad Ridwan

Abstrak


Pelecehan seksual dalam bentuk catcalling merupakan fenomena sosial yang semakin marak terjadi, terutama di ruang publik seperti kawasan Kenjeran, Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman korban catcalling, menganalisis dampak psikologis dan sosial yang dialami, serta mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya kasus pelecehan verbal. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melakukan wawancara mendalam dengan lima mahasiswi perempuan yang menjadi korban catcalling. Hasil penelitian menemukan tiga tema utama yang secara konsisten muncul dari pengalaman para korban: 1) Rasa Takut dan Ketidaknyamanan, yang membuat korban merasa terancam dan cemas saat beraktivitas di ruang publik; 2) Perubahan Perilaku, di mana korban mulai menghindari lokasi tertentu atau mengubah cara berpakaian untuk menghindari pelecehan; dan 3) Internalisasi Norma Patriarki, yang membuat korban merasa dilecehkan namun juga merasa tidak berdaya karena menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang "lumrah" atau "wajar" di masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa catcalling bukan sekadar "gangguan ringan," melainkan masalah serius yang berakar pada budaya patriarki dan norma sosial yang merendahkan perempuan. Untuk menciptakan ruang publik yang lebih aman, diperlukan upaya edukasi masyarakat secara menyeluruh dan penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku pelecehan.

 


Kata Kunci


Catcalling, Pelecehan Seksual, Dampak Psikologis, Norma Sosial

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aurora, A., Setianingsih, A., Arofatul, I., Saputra, M. A., & Atmanegara, S. (2024). Persepsi mahasiswa terhadap pelecehan catcalling: Kajian fenomenologi. Jurnal Penelitian Humaniora, 29(1), 25-31. https://doi.org/10.21831/hum.v29i1.69030

Bourdieu, P. (1986). The Forms of Capital. In J. G. Richardson (Ed.), Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education (pp. 241-258). Greenwood Press.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Change.Org. (2019). Survei Pelecehan Seksual di Ruang Publik. Jakarta: Change.Org, Jakarta Feminist Discussion Group, Hollaback! Jakarta, Lentera Sintas Indonesia, Perempuan.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.

Dewi, I. A. A. (2019). Catcalling: Candaan, Pujian atau Pelecehan Seksual. ACTA COMITAS: Jurnal Hukum Kenotariatan, 4(2), 295-306. 10.24843/AC.2019.v04.i02.p04

Gandhi, M. (2011). Kaum Perempuan dan Ketidak Adilan Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Handayani, T., & Sugiarti. (2008). Konsep dan Teknik Penelitian Gender. Malang: UMM Press.

Hanifah, W., & Atiqurrahman, M. (2023). Catcalling dan Representasi Pelecehan Verbal-Seksist Dalam Dear David: Pendekatan Semiotika John Fiske. PENA LITERASI Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 133-140.

Hanum, F. (2018). Kajian dan Dinamika Gender. Malang: Intrans Publishing.

hooks, b. (2000). Feminism is for Everybody: Passionate Politics. South End Press.

Komnas Perempuan. (2017). Catatan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2017. Retrieved from https://www.komnasperempuan.go.id/file/pdf_file/2018/Publikasi/Catatan%20Tahunan%20Kekerasan%20Terhadap%20Perempuan%202018.pdf

Komnas Perempuan. (2021). Catatan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2021. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Retrieved from https://komnasperempuan.go.id/

Kwirinus, D. (2023). Catcalling Phenomenon as A Form of Sexual Harassment Verbally Against Women in Malang Emmanuel Levinas Face Philosophy Perspective. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 14(1), 52-64. https://doi.org/10.26418/j-psh.v14i1.59297

Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, Appraisal, and Coping. Springer Publishing Company.

MacKinnon, C. A. (1979). Sexual Harassment of Working Women: A Case of Sex Discrimination. Yale University Press.

Nuraniyah, N., & Haryanto, R. (2019). Pelecehan Seksual di Ruang Publik: Studi Kasus di Jakarta. Jurnal Kriminologi Indonesia, 15(1), 75-90.

Polit, D. F., & Beck, C. T. (2017). Nursing research: Generating and assessing evidence for nursing practice (10th ed.). Wolters Kluwer.

Pratiwi, R. S. (2020). Hubungan Antara Harga Diri Dan Perilaku Asertif Dengan Persepsi Terhadap Catcalling Pada Perempuan Dewasa Awal Di Surabaya

Puspita, N. (2018). Persepsi Tentang Catcalling Yang Dialami Oleh Mahasiswa Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Universitas Dr. Soetomo.

Qila, S. Z., Rahmadina, R. N., & Azizah, F. (2021). Catcalling sebagai Bentuk Pelecehan Seksual Traumatis. Jurnal Mahasiswa Komunikasi CANTRIK, 1(2), 95-106.

Rahayu, S. (2020). Catcalling terhadap perempuan berpenampilan Syar'i di Surabaya

Ramadhani, S. (2019). Latarbelakang tindakan dan bentuk catcalling dikalangan mahasiswa Surabaya

Riessman, C. K. (2008). Narrative inquiry: Approaches to language, culture and context. Sage Publications.

Riessman, C. K., & Speedy, J. (2015). Narrative inquiry in the study of human experience. In S. K. N. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), The SAGE handbook of qualitative research (5th ed., pp. 69–86). Sage Publications.




DOI: https://doi.org/10.24198/share.v15i2.59988

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




SHARE SOCIAL WORK JOURNAL Terindeks Di:

 Google Scholar   Indonesia One SearchWorldCat Indonesian Publication Index (IPI)Crossref  Bielefeld Academic Search Engine (BASE)    

 

 

 

 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.