Tradisi Maulid: Perkuat Solidaritas Masyarakat Aceh
Abstract
Tradisi maulid merupakan peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bagi masyarakat Aceh, tradisi ini dilakukan sebagai perayaan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Islam, memperkuat keimanan kepada Allah SWT, kecintaan kepada Rasulullah SAW serta memperkokoh rasa persaudaraan yang menumbuhkan solidaritas sosial sesama umat muslim. Perayaan maulid Nabi Muhammad SAW merupakan suatu keharusan dalam masyarakat dan dirayakan setiap tahun berdasarkan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tujuan dari penelitian mengkaji dan menganalisis solidaritas dalam tradisi maulid yang dibentuk melalui kepentingan bersama didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik analisis data berdasarkan interprestasi dari data primer maupun sekunder. Hasil penelitian menunjukan perayaan tradisi maulid merupakan budaya dalam masyarakat Aceh yang didasarkan pada nilai nilai agama yang diperkuat oleh ikatan solidaritas seluruh masyarakat. Solidaritas yang terjadi diwujudkan dalam bentuk kesetiakawanan tanpa memandang status sosial dan kerjasama antar masyarakat dalam menjaga keeksistensian tradisi hingga sekarang.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)DOI: https://doi.org/10.24198/jsg.v5i1.27096
DOI (PDF (Bahasa Indonesia)): https://doi.org/10.24198/jsg.v5i1.27096.g14864
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2021 Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Alamat redaksi : Kampus FISIP Unpad Gd.C Lt.1,
Jl. Raya Bandung-Sumedang, Km.21

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











