Ekologi Sosial Pesisir: Peran Intergenerasional Keluarga Dalam Menjaga Mangrove Di Pesisir Indramayu
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji dinamika ekologi sosial keluarga pesisir di Indramayu dalam menjaga kelestarian hutan mangrove melalui peran lintas generasi. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang lebih menyoroti aspek kelembagaan atau kebijakan konservasi, penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menempatkan keluarga sebagai pusat analisis ekologi sosial. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menelusuri bagaimana nilai gotong royong (sabilulungan), pewarisan pengetahuan ekologis, dan solidaritas antar generasi membentuk praktik pelestarian mangrove yang berkelanjutan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi di kawasan pesisir Karangsong, Pasekan, dan Brondong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memainkan peran kunci dalam membangun kesadaran ekologis, menghubungkan nilai tradisional dengan adaptasi modern melalui kegiatan konservasi, ekonomi lokal, dan ekspresi digital generasi muda. Sintesis teoritis dalam penelitian ini menghasilkan model ekologi sosial berbasis keluarga, yang menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan pesisir tidak hanya bergantung pada kebijakan atau intervensi eksternal, tetapi juga pada kekuatan nilai sosial, solidaritas lintas generasi, dan kesadaran ekologis yang tertanam dalam keluarga.
Kata kunci: Ekologi Sosial, Keluarga Pesisir, Intergenerasional, Mangrove, Sabilulungan
ABSTRACT
This study explores the dynamics of coastal families’ social ecology in Indramayu and their intergenerational roles in conserving mangrove forests. Unlike previous studies focusing on institutional or policy dimensions, this research offers novelty by positioning the family as the core of social-ecological analysis. Using a qualitative descriptive approach, it investigates how local values of sabilulungan (mutual cooperation), ecological knowledge transmission, and intergenerational solidarity shape sustainable mangrove conservation practices. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation in the coastal areas of Karangsong, Pasekan, and Brondong. Findings reveal that families act as key agents in fostering ecological awareness, connecting traditional values with modern adaptations through conservation activities, local economic initiatives, and youth-led digital expressions. The theoretical synthesis formulates a family-based social ecology model, emphasizing that coastal environmental sustainability depends not only on policies or external interventions but also on the strength of social values, intergenerational solidarity, and ecological consciousness embedded within families.
Keywords: Social Ecology, Coastal Family, Intergenerational, Mangrove, SabilulunganKeywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Asari, Nazlin, Mohd Nazip Suratman, Nurul Atiqah Mohd Ayob, dan Nur Hasmiza Abdul Hamid. 2021. “Mangrove as a Natural Barrier to Environmental Risks and Coastal Protection.” Hlm. 305–22 dalam Mangroves: Ecology, Biodiversity and Management. Singapore: Springer Singapore.
Asyifa’, Nurul, Nadi Suprapto, Neni Mariana, dan Heru Subrata. 2025. “Keseimbangan Ekologi Dan Nilai-Nilai Bersama Dalam Tradisi Petik Laut: Kajian Kearifan Lokal Di Pantai Selatan Jember.” Jurnal BATAVIA 2(1):1–12. doi:10.64578/batavia.v2i1.135.
Bengtson, Vern L., dan Robert E. L. Roberts. 1991. “Intergenerational Solidarity in Aging Families: An Example of Formal Theory Construction.” Journal of Marriage and the Family 53(4):856. doi:10.2307/352993.
Bookchin, M. 1982. The ecology of freedom. Naperville: New Dimensions Foundation.
Bourdieu, Pierre. 2018. “The forms of capital.” Hlm. 78–92 dalam The sociology of economic life. Routledge.
Danugroho, Agus, Rustinsyah Rustinsyah, Mohammad Adib, Iwin Ardyawin, Usman Idris, dan Muhammad Alhada Fuadilah Habib. 2025. “Ritual, Ecology, and Climate Change: An Ethnoecological Study of Agricultural Communities in East Java.”
Java, West, Gatot Yulianto, Kadarwan Soewardi, dan Luky Adrianto. 2016. The role of mangrove in support of coastal fisheries in Indramayu Regency. Vol. 9. http://www.bioflux.com.ro/aacl.
Park, Robert E., dan Ernest W. Burgess. 2019. The city. University of Chicago Press.
Putra, Purnama, Puput Putrianika, Siti Nurhidayah, Hasan Basri, Ridwan Ridwan, dan Dian Desty Widyowati. 2022. “Gerakan Ecovillage Berbasis Sabilulungan Konservasi Lahan Greenbelt Waduk Jatigede.” DEVOSI 3(2):33–39. doi:10.33558/devosi.v3i2.4584.
Rafik, Muhammad, dan Lailatul Nisa. 2024. “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Konservasi Mangrove Berbasis Partisipatif untuk Keberlanjutan Ekosistem dan Ekonomi.” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (PEMAS) 1(2):60–69. doi:10.63866/pemas.v1i2.51.
Sodikin, Sodikin, Rahmat Hidayat, Florentina Ratih Wulandari, dan Syabina Putri Rahardjani. 2025. “Spatial Analysis of Mangrove Change and Rehabilitation Guidelines in the North Coast Area of West Java Province, Indonesia.” Polish Journal of Environmental Studies 34(5):5833–44. doi:10.15244/pjoes/191530.
Sodikin, Sodikin, Mujio Mujio, Santun R. P. Sitorus, dan Siti Umamah Naili Muna. 2023. “Dinamika Pemanfaatan Lahan Pesisir Kabupaten Indramayu dengan Pendekatan DPSIR (Driver, Pressures, States, Impact dan Responses).” Jurnal Zona 7(1):11–24. doi:10.52364/zona.v7i1.72.
Sudiyanto, I. W., L. Judijanto, S. M. Azis, J. J. Pakanan, dan F. R. Ayyub. 2025. Ekologi dan Konservasi Lingkungan. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Transfindo. 2025. IPM Indramayu: Meningkat, Tapi Rendah. https://transfindo.com/ipm-indramayu-ada-peningkatan-tapi-masih-rendah.
Refbacks
- There are currently no refbacks.












