Kualitas hidup pasien dengan inflamasi mukosa mulut stomatitis aftosa rekuren

Quality of life of patients with oral mucosal inflammation recurrent aphthous stomatitis

Lena Noviana, Silvi Kintawati, Sri Susilawati

Abstract


Pendahuluan: Inflamasi mukosa mulut stomatitis aftosa rekuren (SAR) dapat berdampak pada fungsi pengunyahan, penelanan dan bicara, sehingga akan mempengaruhi status gizi serta kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran kualitas hidup pasien dengan SAR di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Padjadjaran (Unpad). Metode: Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dengan jumlah responden 32 pasien SAR di RSGM Unpad. Kuesioner yang diisi oleh responden diadaptasi dari WHO STEPWise Approach to Surveillance – Oral Health Module tahun 2001. Hasil: Kualitas hidup pasien dengan inflamasi mukosa mulut (SAR) di RSGM Unpad adalah 43,8%, dengan rincian 33,6% untuk dimensi fungsi, 19,8% untuk dimensi psikologis, 21,9% untuk dimensi sosial, dan 100% untuk dimensi nyeri. Simpulan: Kualitas hidup pasien dengan stomatitis aftosa rekuren (SAR) di RSGM Unpad cukup berdampak pada dimensi fungsi, kurang berdampak pada dimensi psikologis dan sosial dan sangat berdampak pada dimensi nyeri.

Kata kunci: Inflamasi mukosa mulut, kualitas hidup, stomatitis aftosa rekuren.

 

ABSTRACT

Introduction: Oral mucosal inflammation recurrent aphthous stomatitis (RAS) will affect the function of mastication, ingestion, and speech, thus also affecting the nutritional status and quality of life. The purpose of this research was to find out the quality of life patients with RAS in Universitas Padjadjaran Dental Hospital. Methods: This research used descriptive methods with respondents of 32 patients with RAS in Universitas Padjadjaran Dental Hospital. A questionnaire adapted from WHO STEPWise Approach to Surveillance–Oral Health Module 2001 was filled out by respondents. Result: The results indicated that the quality of life of patients with RAS in Universitas Padjadjaran Dental Hospital was 43.8%, consisted of 33.6% for functional dimension, 19.8% for psychological dimension, 21.9% for social dimension, and 100% for pain dimension. Conclusion: Quality of life of patients with recurrent aphthous stomatitis (RAS) in Universitas Padjadjaran Dental Hospital was quite affected in functional dimension, less affected in psychological dimension, and very affected in pain dimension.

Keywords: Oral mucosal inflammation, quality of life, recurrent aphthous stomatitis.


Keywords


Inflamasi mukosa mulut, kualitas hidup, stomatitis aftosa rekuren, oral mucosal inflammation, quality of life, recurrent aphthous stomatitis.

Full Text:

PDF

References


Riset kesehatan dasar (RISKESDA) 2013. Badan penelitian dan pengembangan kesehatan kementerian kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013.

Riset kesehatan dasar (RISKESDA) 2007- 2008. Badan penelitian dan pengembangan kesehatan kementerian kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2008.

Reid R, Roberts F, MacDuff E. Pathology Illustrated. 7th ed. Churchill Livingstone: Elsevier. 2011. h. 32.

Kumar V, Cotran RS, Stanley L. Robbins Basic Pathology. 8th ed. New York: Elsevier. 2007.

Neville BW, Damm DD, Allen CM, Bouqout JE. Oral and Maxillofacial Pathology. 3rd ed. Philadelphia – London – New York – St. Louis – Sidney – Toronto: W.B. Saunders Elsevier. 2009. h. 330-6.

Scully C. Oral and Maxillofacial Medicine. 2nd ed. Churchill Livingstone: Elsevier. 2008. h. 151-7.

Greenberg MS, Glick M, Ship JA. Burket’s Oral Medicine. 11th ed. BC Decker Inc. 2008.

Muharom F. kualitas hidup dalam aspek kesehatan gigi-mulut (Oral Health Related Quality of Life / OHRQoL) pada Mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. Skripsi. Bandung: Universitas Padjadjaran. 2013. h. 24-31.

Darmanta AY. Angka kejadian lesi yang diduga sebagai stomatitis aftosa rekuren pada mahasiswa program studi kedokteran gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Skripsi. Manado: Universitas Sam Ratulangi. 2013. h. 1-8.

Sriyono NW. Pencegahan penyakit gigi dan mulut guna meningkatkan kualitas hidup. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. 2009. h. 1-8.

Susilawati S. Pendekatan sosio-dental dalam pengukuran kebutuhan perawatan gigi sebagai faktor determinan permintaan perawatan gigi. Disertasi. Bandung: Universitas Padjadjaran. 2011. h. 46-59.

Gift HC, Redford M. Oral health and the quality of life. USA: Clinical Geriatric Medicine. 1992. h. 673-83.

Kountur R. Metode penelitian : Untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. 2nd ed. Jakarta: Percetakan Buana Printing. 2007.

Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Cetakan Ke-13. Bandung: Alfabeta. 2011. h. 85.

Rajedran, Sivapathasundharam. Shafer’s Textbook of Oral Pathology. 5th ed. New Delhi: Elsevier. 2006. h. 915-20.

Nisa R. Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) yang Dipicu oleh Stres pada Mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara. 2011.

Ibrahim R. Gambaran stomatitis aftosa rekuren dalam hal profil pasien dan karakteristiknya. Skripsi. Bandung: Universitas Padjadjaran. 2012. h. 33-5.

Byahatti MS. Incidence of recurrent aphtous ulcers in a group of student population in Libya : a questionnaire study. 2013;1(2):26-30.

Saraf S. Textbook of Oral Pathology. 1st edition. New Delhi: Jaypee. 2006. h. 146-9.

Preeti L, Magesh KT, Rajkumar K, Karthik R. Recurrent aphthous stomatitis. Journal of oral and maxillofacial pathology. 2011;15(3):252-7.




DOI: https://doi.org/10.24198/jkg.v30i1.18191

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

INDEXING & PARTNERSHIP

     

      

     

 

Statistik Pengunjung

Creative Commons License
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License