Tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa Sekolah Dasar Negeri di desa tertinggal Kabupaten Bandung

Oral hygiene level of underdeveloped village State Elementary School students in Bandung Regency

Monica Sherlyta, Riana Wardani, Sri Susilawati

Abstract


Pendahuluan: Tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa sekolah dasar di desa tertinggal dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebersihan gigi dan mulut pada siswa-siswi SDN Mekarjaya sebagai salah satu sekolah dasar di desa tertinggal Kabupaten Bandung. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pengambilan sampel berdasarkan teknik sampling jenuh (total sampling). Sampel penelitian sebanyak 78 siswa sekolah dasar, yaitu 40 siswa laki-laki dan 38 siswa perempuan. Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S) digunakan untuk melihat tingkat kebersihan gigi dan mulut. Hasil: rata-rata indeks kebersihan gigi dan mulut pada siswa SDN Mekarjaya, Kabupaten Bandung sebesar 2,67. Simpulan: tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa SDN Mekarjaya, Kabupaten Bandung dalam kategori sedang.

Kata kunci: OHI-S, desa tertinggal, sosial ekonomi

 

ABSTRACT

Introduction: The level of dental and oral hygiene of elementary school students in disadvantaged villages is influenced by various factors, including socioeconomic factors. This study aims to determine the level of dental and oral hygiene in Mekarjaya Elementary School students as one of the elementary schools in the underdeveloped village of Bandung Regency. Methods: This type of research is descriptive with sampling based on saturated sampling technique (total sampling). The study sample consisted of 78 elementary school students, namely 40 male students and 38 female students. Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S) is used to see the level of dental and oral hygiene. Result: the average index of dental and oral hygiene for students of SDN Mekarjaya, Kabupaten Bandung amounted to 2.67. Conclusion: the level of dental and oral hygiene of students of SDN Mekarjaya, Kabupaten Bandung is in the moderate category.

Keywords: OHI-S, underdeveloped village, socio-economic


Keywords


OHI-S, desa tertinggal, sosial ekonomi, OHI-S, underdeveloped village, socio-economic.

Full Text:

PDF

References


Departemen Kesehatan RI. Undang Undang Republik Indonesia No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. 2009. Tersedia pada: http://e-report.a lkes.kemkes.go.id/dat/UU_No._36_Th_2009_ttg_Kesehatan.pdf [Diakses 3 Okt 2014).

Malik I. Kesehatan gigi dan mulut. Bandung: Universitas Padjadjaran. 2008 [Diakses 24 Apr 2014]. Tersedia pada: http://pustaka.unpad.ac.id/.

Kenny T. Oral hygiene. British dental health education. 2010 [Diakses 31 Okt 2014]. Tersedia pada: http://www.patient.co.uk/pdf/4891.pdf.

Aritonang I. Hubungan karakteristik dan tindakan ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut anak di SD kecamatan Medan Tuntungan. Medan: Universitas Sumatra Utara. 2012.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007. Jakarta: 2008. h. 133. [Diakses 24 Apr 2014]. Tersedia pada: http://litbang.depkes.go.id/.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar RISKESDAS 2013. Jakarta. 2013. h. 148. [Diakses 24 Apr 2014]. Tersedia pada: http://litbang.depkes.go.id/.

Carranza FA Takei HH, Newman MG. Carranza’s Clinical Periodontology: 9th ed. Philadelphia: W.B Saunders. 2002. h. 96-105, 310.

Hiremath. Textbook of Preventive and Community Dentistry. New Delhi: Elsevier. 2011. h. 42, 180-4.

Willems S. Vanobbergen J, Martens L, Maeseneer JD. The independent impact of household and neighborhood-based social determinents on early childhood caries. Fam Community Health 2005;28:168-75.

Angela A. Pencegahan primer pada anak yang berisiko karies tinggi (primary prevention in children with high caries risk). Maj Ked Gi (Dent J). 2005;38(3):130-4.

Machri RV, Tuchtenhagen S, Agostini BA, da Silva Teixeira CR, Piovesan C, Mendes FM dkk. Socioeconomic and psychosocial predictors of dental healthcare use among Brazilian preschool children. BMC Oral Health 2013;13:60.

Thioritz E. Pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap status karies pada murid taman kanak-kanak Kecamatan Rappocini. Media Kesehatan Gigi. 2010. [Diakses 22 Des 2014]. Tersedia pada: http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/ed1mei104347_2087-0051.pdf.

Abdallah AYM. Indeks PUFA usia 11-12 tahun ditinjau dari waktu dan cara menyikat gigi. Bandung: Universitas Padjadjaran. 2014.

Mekarina T. Indeks DMF-S usia 11-12 tahun ditinjau dari waktu dan cara menyikat gigi. Bandung: Universitas Padjadjaran. 2014.

Puspitasari RM. Indeks DMF-T usia 11-12 tahun ditinjau dari waktu dan cara menyikat gigi. Bandung: Universitas Padjadjaran. 2014.

Djuraidah, A. Evaluasi status ketertinggalan daerah dengan analisis diskriminan. Bogor: Departemen Statistika FMIPA Institut Pertanian Bogor. 2009. h. 757.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). Subdit kawasan daerah tertinggal. 2003. [Diakses 31 Okt 2014]. Tersedia pada: http://kawasan.bappenas.go.id/index.php? view=article&catid=35%3Asub-direktorat-daerah-tertinggal&id=67%3A subdit-kawasan-daerah-tertinggal&format=pdf&option=com_content& Itemid=65.

Kementrian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal RI. Strategi nasional pembangunan daerah tertinggal. 2005. [Diakses 24 Feb 2015]. Tersedia pada: http://portal. mahkamahkonstitusi.go.id/eLaw/download_pdf.php?pdf=KepmenPDT_00 1_2005.pdf.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung. 2012. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RPKD) Kabupaten Bandung Tahun 2013. Bandung. 2012 [Diakses 10 Feb 2015]. Tersedia pada: http://bapeda.bandungkab.go.id.

Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta. 2007. h. 140.

Rahayu EM. Pengaruh pendidikan kesehatan gigi dan mulut terhadap pengetahuan dan sikap anak kelas V di SD Muhammadiyah Wirobrajan Yogyakarta. Yogyakarta: Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 2005.

Isrofah, Nonik EM. 2010. Pengaruh pendidikan kesehatan gigi terhadap pengetahuan dan sikap anak usia sekolah di sd boto kembang kulon progo Yogyakarta. Pekalongan: Pena Medika Jurnal Kesehatan. Universitas Pekalongan. 2010.

Warni L. Hubungan perilaku murid sd kelas v dan vi pada kesehatan gigi dan mulut terhadap status karies gigi di wilayah kecamatan delitua kabupaten deli serdang. Medan: Universitas Sumatera Utara. 2009.

Willems S, Vanobbergen J, Martens L, Maeseneer JD. The independent impact of household and neighborhood- based social determinents on early childhood caries-A cross-sectional study of inner-city. Fam Community Health 2005;28:168-75.

ADA (Australian Dental Association). Socioeconomic status and oral health. 2006 [Diakses 22 Des 2014]. Tersedia pada: http://www.ada.org.au/app_cmslib/media/lib/0702/ m44818_v1_socioeconomic%20status%20and%20oral%20healthsep_06.p df.

Susi S, Bachtiar H, Azmi U. Hubungan status sosial ekonomi orang tua dengan karies pada gigi sulung anak umur 4 dan 5 tahun. Majalah Kedokteran Andalas 2012;36(1):96-105.

Azwar S. Sikap manusia teori dan pengukurannya. Jakarta: Pustaka Pelajar. 2003.

Dewanti. Hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dengan perilaku perawatan gigi pada anak usia sekolah di sdn pondok cina 4 depok. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia. 2012

Aritonang I. Hubungan karakteristik dan tindakan ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut anak di SD kecamatan Medan Tuntungan. Medan: Universitas Sumatra Utara. 2012.

Rattu JM, Wicaksono D, Wowor VE. Hubungan antara status keberesihan mulut dengan karies siswa menengah atas negeri 1 manado. Jurnal e-Gigi. 2013;1(2):1-10.




DOI: https://doi.org/10.24198/jkg.v29i1.18607

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

INDEXING & PARTNERSHIP

     

      

     

 

Statistik Pengunjung

Creative Commons License
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License