Potensi katekin daun gambir (uncaria gambier roxb.) sebagai agen pembekuan darah pasca ekstraksi gigi

Potential the catechins of the gambier leaf (uncaria gambier roxb.) as agen blood clotting after tooth extraction

Andra Laras Apriliana, Anggita Kusnanda Nurisma, Muhammad Ryan Maulana, Sukma Fatimah Azzahra, Hidayati drg, MKM

Abstract


ABSTRAK 

Pendahuluan: Ekstraksi gigi adalah salah satu tindakan umum di bidang kedokteran gigi yang sering dilakukan oleh dokter gigi. Tindakan ekstraksi gigi dapat menyebabkan komplikasi salah satunya adalah pendarahan. Tanaman gambir (Uncaria gambier roxb.) merupakan tanaman asli Indonesia yang pemanfaatannya masih sangat terbatas dan memiliki potensi untuk mempercepat pembekuan darah. Tanaman gambir mengandung katekin yang merupakan golongan flavonoid yang dapat menjaga permeabilitas pembuluh darah. Penelitian menganalisis potensi katekin gambir sebagai agen mempercepat pembekuan darah pasca ekstraksi gigi. Metode: Jenis penelitian quasi eksperimen dengan jumlah sampel 16 orang. Sebelum diujikan dengan darah, katekin gambir dibuat dari daun gambir dan diekstrak menggunakan metode maserasi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan darah manusia dengan golongan darah A, B, AB, dan O dengan masing-masing 5 perlakuan yaitu kontrol positif dengan asam traneksamat, kontrol negatif tanpa perlakukan, ekstrak katekin gambir dengan konsentrasi 25, 35, dan 45%. Hasil: Data yang telah didapatkan terdistribusi normal dan menunjukkan bahwa hasil uji one way ANOVA pemberian perlakuan ekstrak katekin daun gambir pada setiap golongan darah menunjukkan hasil signifikan (p=0,0005). Hasil uji post hoc menunjukkan terdapat perbedaan nilai signifikansi pada setiap kelompok perlakuan terhadap setiap golongan darah. Simpulan: Ekstrak katekin daun gambir dapat mempercepat proses pembekuan darah terutama dengan konsentrasi 45% sehingga berpotensi sebagai agen mempercepat pembekuan pasca ekstraksi gigi.

Kata kunci: katekin gambir; ekstraksi gigi; pembekuan darah

ABSTRACT

Introduction: Tooth extraction is one of the common procedures in dentistry that dentists often perform. Tooth extraction can cause complications, one of which is bleeding. The gambier plant is a native Indonesian plant whose utilization is still rare and has the potential to accelerate blood clotting. Gambier plants contain catechins, a group of flavonoids that can maintain the permeability of blood vessels. This study aimed to analyze the potential of gambir catechins as agents to accelerate blood clotting after tooth extraction. Methods: This research was a quasi-experimental study with a sample of 16 people. Before being tested with blood, gambier catechins were made from gambier leaves and extracted using the maceration method. The test was carried out using human blood with blood types A, B, AB, and O with five treatments each, namely positive control with tranexamic acid, negative control without treatment, gambir catechin extract with a concentration of 25, 35, and 45%. Result: The data that has been obtained is normally distributed and shows that the results of the one-way test ANOVA treatment of gambir leaf catechin extract for each blood group showed results significant (p=0.0005). The results of the post hoc test showed that there were differences in the significance value for each treatment group for each blood group. Conclusion: Catechin extract from gambir leaves can accelerate the process of blood clotting, especially with a concentration of 45%. Hence, it has the potential as an agent to accelerate clotting after tooth extraction.

Keywords: gambir catechin; tooth extraction; blood clotting


Keywords


katekin gambir; ekstraksi gigi; pembekuan darah; gambir catechin; blood clotting; tooth extraction

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Lande R, Kepel B J, Siagian K V. Gambaran faktor risiko dan komplikasi pencabutan gigi di rsgm pspdg-fk unsrat. E-GIGI. 2015; 3(2): 476-81. DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10012

Marchionni S, Toti P, Barone A, Covani U, Esposito M. The effectiveness of systemic antibiotic prophylaxis in preventing local complications after tooth extraction: A systematic review. European J Oral Implantology. 2017; 10(2): 127-32.

Gordon W Pederson, D D S, M S D. Buku praktis bedah mulut. Jakarta; 2012.

Kataoka T, Hoshi K, Ando T. Is the has-bled score useful in predicting post-extraction bleeding in patients taking warfarin? A retrospective cohort study. BMJ Open. 2016; 6(3): 1-12. DOI: 10.1136/bmjopen-2015-010471

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan nasional riskesdas 2018. Jakarta; 2018. Tesedia pada: https://dinkes.kalbarprov.go.id/wp-content/uploads/2019/03/Laporan-Riskesdas-2018-Nasional.pdf

Saputri Lijaya L, Adriatmoko W, Cholid Fakultas Kedokteran Gigi Z, Jember Fakultas Kedokteran Gigi U, Jember U. Perpanjangan waktu perdarahan pada pemberian perasan bawang merah (allium ascalonicum) (the effect of red onion juice (allium ascalonicum) to prolongation of bleeding time). J Pustaka Kesehatan. 2014; 2(3): 542-6

Eszwara W. Gambaran pemberian instruksi pasca ekstraksi oleh dokter gigi di kota medan. Universitas Sumatera Utara Medan; 2016.

Muhmuddin I. Efek antiperdarahan alga coklat (sargassum sp. Dan padina sp.) Pada luka potong ekor mencit (mus musculus) (pilot study). Unhas Makassar; 2015.

Winiswara M W, Yuwono B, Adriatmoko W. Pengaruh ekstrak biji alpukat (persea americana mill.) Terhadap waktu perdarahan pada luka potong ekor mencit (strain balb-c). Padjadjaran J Dent Res Students. 2021; 5(2): 140. DOI: 10.24198/pjdrs.v5i2.34613

Mani M, Ebenezer V, Balakrishnan R. Impact of hemostatic agents in oral surgery. Biomedical and Pharmac J. 2014; 7(1): 215-9. DOI: 10.13005/bpj/475

Reed M R, Woolley L C T. Uses of tranexamic acid. Continuing Education in Anaesthesia, Critical Care and Pain [Internet]. 2015; 15(1): 32-7. DOI: 10.1093/bjaceaccp/mku009

Ng W, Jerath A, Wasowicz M. Tranexamic acid: A clinical review. Anaesthesiology Intensive Therapy. 2015; 47(4): 339-50. DOI: 10.5603/AIT.a2015.0011

Panji H. Komplikasi eksodonsia dan perawatan. Universitas Gadjah Mada; 2019.

Marwati M, Amidi A. Pengaruh budaya, persepsi, dan kepercayaan terhadap keputusan pembelian obat herbal. J Ilm Manaj. 2019; 7(2): 168. DOI: 10.32502/jimn.v7i2.1567

Kurnia P A, Ardhiyanto H, Suhartini. Potensi ekstrak teh hijau (camellia sinensis) terhadap peningkatan jumlah sel fibroblas soket pasca pencabutan gigi pada tikus wistar. E-J Pustaka Kesehatan. 2015; 3(1): 122-7.

Anggraini A. Formulasi sediaan salep ekstrak gambir (uncaria gambir roxb) sebagai luka gores pada tikus. Institut Kes Helvetia; 2019.

Tua Manalu D S, Armyanti T. Analisis nilai tambah gambir di indonesia (sebuah tinjauan literatur) analysis added value of gambir in indonesia (a literature review). Mahatani: J Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics J. 2019; 2(1): 46-67. DOI: 10.52434/mja.v2i1.676

Aditya M, Ariyanti P R. Manfaat gambir (uncaria gambir roxb) sebagai antioksidan benefits of gambir (uncaria gambir roxb) as antioxidant. Majority. 2016; 5(3): 129-33.

Hosen N. Profil sistem usaha pertanian gambir di sumatera barat profile of agribussiness of smallholder gambier plantation in west sumatra. Penel Pert Terap. 2017;17(2): 124-31.

Kamsina K, Firdausni F. Pengaruh penggunaan ekstrak gambir sebagai antimikroba terhadap mutu dan ketahanan simpan cake bengkuang (pachyrhizus erosus). J Litbang Industri 2018; 8(2): 111. DOI: 10.24960/jli.v8i2.4329.111-117

Isnawati A, Raini M, Sampurno O D, Mutiatikum D, Widowati L, Gitawati D R, et al. Karakterisasi tiga jenis ekstrak gambir (uncaria gambir roxb) dari sumatera barat. Buletin Penelitian Kesehatan. 2012;201-208.

Sulistyaningrum N, Rustanti L, Alegantina S. Uji mutagenik ames untuk melengkapi data keamanan ekstrak gambir (uncaria gambirroxb.). Indo J Pharmaceutic. 2013; 3(1): 36-45.




DOI: https://doi.org/10.24198/jkg.v34i3.37724

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

INDEXING & PARTNERSHIP

     

      

     

 

Statistik Pengunjung

Creative Commons License
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License