Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Daging Bebek terhadap pH, Total Bakteri, Daya Hambat Bakteri dan Awal Kebusukan

Ananda Nur Fadillah

Abstract


Daging bebek adalah salah satu daging yang diminati oleh khalayak umum sebagai sumber protein hewani. Tingginya kandungan protein dan lemak membuat lebih mudah terpapar oleh mikroorganisme pembusuk. Diperlukan penanganan untuk mengurangi kontaminasi mikroba, salah satunya melalui pengawetan menggunakan bahan alami seperti daun salam. Daun salam dikenal dengan kandungan senyawanya yaitu flavonoid, tanin dan minyak atsiri yang berpotensi untuk antimikroba dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi terbaik menggunakan ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap pH, total bakteri, daya hambat bakteri dan awal kebusukan daging bebek. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu P0=0%, P1=5%, P2=10%, P3=15% dan P4=20% dan 4 kali ulangan. Jika hasil analisis menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan, maka dilanjutkan analisis menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan. Penggunaan berbagai konsentrasi ekstrak daun salam pada daging bebek memberikan pengaruh terhadap pH, tetapi tidak berpengaruh terhadap total bakteri, daya hambat bakteri dan awal kebusukan. Konsentrasi 15% (P3) menghasilkan hasil terbaik pada marinasi daging bebek dengan nilai pH 6,35, jumlah total bakteri 11,40 ×  cfu/g, zona hambat bakteri Escherichia coli 0,0 mm, Staphylococcus aureus 0,0 mm, dan waktu awal kebusukan 462,5 menit.

References


Aini, S. N., Effendy, R., & Widjiastuti, I. (2016). Konsentrasi Efektif Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight) terhadap Hambatan Biofilm Enterococcus faecalis (Effective Concentration of Bay Leaf Extract (Syzygium polyanthum Wight) to Inhibit Enterococcus faecalis Biofilm). Conservative Dentistry Journal, 6(2), 87. https://doi.org/10.20473/cdj.v6i2.2016.87-92

Badan Pusat Statistik. (2024). Produksi Daging Itik/Itik Manila menurut Provinsi (Ton), 2021-2023. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDg5IzI=/produksi-daging-itik-itik-manila-menurut-provinsi.html

Badan Standarisasi Nasional. (2008). SNI No.2897-2008. Metode Pengujian Cemaran Mikroba dalam Daging, Telur dan Susu, Serta Hasil Olahannya. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Cushnie, T. P. T., & Lamb, A. J. (2005). Antimicrobial activity of flavonoids. International Journal of Antimicrobial Agents, 26(5), 343–356. https://doi.org/10.1016/j.ijantimicag.2005.09.002

Davis, W. W., & Stout, T. R. (1971). Disc Plate Method of Microbiological Antibiotic Assay. Applied Microbiology, 22(4), 659–665. https://doi.org/10.1128/aem.22.4.659-665.1971

Dewi, R. (2012). Aktivitas Antioksidan & Sitotoksisitas Metabolit Sekunder Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight) dan Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk). Institut Pertanian Bogor, Indonesia.

Diana, C., Dihansih, E., & Kardaya, D. D. (2018). Kualitas Fisik Dan Kimiawi Daging Sapi Beku Pada Berbagai Metode Physical and Chemical Qualities of Frozen Beef Within Different Thawing Method. Jurnal Pertanian, 9(April), 51–60.

Fardiaz, S. (1993). Analisis Mikrobiologi Pangan. Raja Grafindo Persada.

Gamage, H. G. C. L., Mutucumarana, R. K., & Andrew, M. S. (2017). Effect of Marination Method and Holding Time on Physicochemical and Sensory Characteristics of Broiler Meat. Journal of Agricultural Sciences, 12(3), 172. https://doi.org/10.4038/jas.v12i3.8264

Haq, A. N., Septinova, D., & Santosa, P. E. (2015). Kualitas Fisik Daging dari Pasar Tradisional di Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3(3), 98–103.

Husnia, R., Vitayani, S., Polanunu, N. F. A., Sodiqah, Y., & Dahlia. (2022). Uji Efektivitas Ekstrak Daun Salam (Syzgium polyanthum) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 2(1), 25–30. https://doi.org/10.33096/fmj.v2i1.54

Kurniawan, N. P., Septinova, D., & Adhianto, K. (2014). Kualitas Fisik Daging Sapi dari Tempat Pemotongan Hewan di Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 2(3), 133–137. https://doi.org/10.23960/jipt.v2i3.p%25p

Lukman, D. W., & Purnawarman, T. (2009). Penuntun Praktikum Higieni Pangan Asal Hewan, Bagian Kesehatan Masyarakat Veteriner. Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesmavet Fakultas Kedokteran Hewan IPB.

Misna, & Diana, K. (2016). Aktivitas Bakteri Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Galenika Journal of Pharmacy, 2(2). https://doi.org/10.22487/j24428744.2016.v2.i2.5990

Murhadi, Suharyono, A., & Susilawati. (2007). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanta) dan Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius). Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, 18(1), 17.

Niken, Arman, E., Pebriansyah, R., & Novita Yusuf, R. (2021). Uji Efekivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 6, 296–296. https://doi.org/10.30633/jsm.v6i2.1961

Nurhayati, L. S., Yahdiyani, N., & Hidayatulloh, A. (2020). Perbandingan Pengujian Aktivitas Antibakteri Starter Yogurt dengan Metode Difusi Sumuran dan Metode Difusi Cakram. Jurnal Teknologi Hasil Peternakan, 1(2), 41. https://doi.org/10.24198/jthp.v1i2.27537

Pura, E. A., Suradi, K., Suryaningsih, L., Pengajar, S., Peternakan, F., & Padjadjaran, U. (2015). Pengaruh Berbagai Konsentrasi Daun Salam (Syzygiumpolyanthum) terhadap Daya Awet dan Akseptabilitas pada Karkas Ayam Broiler. Jurnal Ilmu Ternak, 15(2), 2–7. https://doi.org/10.24198/jit.v15i2.9525

Purwantiningsih, T. I., Rusae, A., & Freitas, Z. (2019). Uji In Vitro Antibakteri Ekstrak Bawang Putih sebagai Bahan Alami untuk Menghambat Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Garlic Extract Antibacterial In Vitro Test as Nature Inggredient to Inhibit Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Sains Peternakan, 17(1), 1–4. https://doi.org/10.20961/sainspet.v%vi%i.23940

Ristanti, E. W., Kismiati, S., & Harjanti, D. W. (2017). Pengaruh Lama Pemaparan pada Suhu Ruang terhadap Total Bakteri, pH dan Kandungan Protein Daging Ayam di Pasar Tradisional Kabupaten Semarang. AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian, 35(1), 50–57. https://doi.org/10.47728/ag.v35i1.192

Septiana, A. T., & Asnani, A. (2012). Kajian Sifat Fisikokimia Ekstrak Rumput Laut Coklat Sargassum duplicatum Menggunakan Berbagai Pelarut dan Metode Ekstraksi. Agrointek, 6(1), 22–28. https://doi.org/10.21107/agrointek.v6i1.1950

Siregar, N. A., Riyanto, & Anggraeni, D. N. (2021). Pengaruh Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) sebagai Pengawet Alami Daging Ayam. Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), 3(2), 39–48. https://doi.org/10.31289/jibioma.v3i2.751

Soeparno. (2005). Ilmu dan Teknologi Daging. In 1992 (4th ed.). Gadjah Mada University Press. https://ugmpress.ugm.ac.id/id/product/peternakan/ilmu-dan-teknologi-daging-edisi-kedua

Sutton, S. (2011). Measurement of microbial cells by optical density. J. Validation Techn, 17(1), 46–49.

Taufiqurrahman, M., & Pijaryani, I. (2023). Antibacterial Activity Test of Cinnamon Bark Extract (Cinnamomum burmannii) Against Escherichia coli and Streptococcus aureus. Asian Journal of Natural Sciences, 2(1), 17–24. https://doi.org/10.55927/ajns.v2i1.3225

Windyasmara, L., Sariri, A. K., & Palulungan, J. A. (2024). Pengaruh Perendaman Daging Sapi dalam Air Rebusan Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Kualitas Kimia. Jurnal Ilmu Peternakan Dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science), 14(2), 77–83. https://doi.org/10.46549/jipvet.v14i2.425




DOI: https://doi.org/10.24198/jthp.v7i1.65703

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Teknologi Hasil Peternakan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Jurnal Teknologi Hasil Peternakan is indexed in:

 

s2      

 

 

In association with: