Rekacipta Tradisi Kue Bulan Pada Perkembangan Kontemporer Budaya Etnis Tionghoa di Bogor
Abstract
The moon cake tradition is an important cultural practice among the Chinese ethnic community, carried out to welcome the arrival of autumn each year. This tradition has a long history and has undergone various social, cultural, and political dynamics. However, in the contemporary context, the understanding and meaning of the moon cake tradition among the Chinese ethnic community in Bogor has shifted, especially between generations. Factors such as cultural localization, differences in beliefs, and a lack of intergenerational literacy regarding Chinese cultural traditions have influenced the continuity of this practice. This study aims to understand the contemporary development of the moon cake tradition through the perspective of traditional re-creation in the Chinese ethnic culture in Bogor. This study uses a qualitative approach with participatory observation and in-depth interviews. The conceptual framework used includes the concepts of traditional recreation, the moon cake tradition, and local Chinese ethnic identity. The results show that the moon cake tradition is still practiced routinely every year by the Chinese ethnic community in Bogor across generations. Practices include rituals to worship ancestors, eating moon cakes with family, and the tradition of exchanging cakes or gifts. The moon cake tradition is contemporarily interpreted as an effort to maintain family relationships, strengthen ethnic identity, and express gratitude and respect for ancestors in the context of cultural change.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Amindoni, A. (2024). Kisah warga keturunan Tionghoa yang menetap di luar negeri usai kerusuhan Mei 1998 dan mereka yang memutuskan kembali ke Indonesia - ‘Semoga pemerintah tidak hapus sejarah. Bbc.Com, 1–5. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c977195wqvxo
Arum, W. W. (2024, September 17). Mengenal Festival Kue Bulan: Makna hingga Sejarah Perayaannya. Detik News, 1–2. https://news.detik.com/berita/d-7544197/mengenal-festival-kue-bulan-makna-hingga-sejarah-perayaannya#:~:text=Sin%20Chew/iStock)-,Makna%20Festival%20Kue%20Bulan,syukur%20dengan%20menikmati%20bulan%20purnama.
Chuarsa, I. (2019, May 11). Menafsirkan Ulang Hubungan Tradisi Cina dan Kekristenan Di Indonesia. Prodi Agama Dan Lintas Budaya UGM , 1–4. https://crcs.ugm.ac.id/menafsir-ulang-hubungan-tradisi-cina-dan-kekristenan-di-indonesia/
CNBC Indonesia News. (2024, February 10). Saat Soeharto Fobia China & Larang Orang Tionghoa Rayakan Imlek. CNBC Indonesia, 1–4. https://www.google.co.id/amp/s/www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20240210071739-33-513064/saat-soeharto-fobia-china-larang-orang-tionghoa-rayakan-imlek/amp
CNN Indonesia. (2021, February 12). Melacak Sejarah Prasangka pada Etnis Tionghoa di Indonesia. CNN Indonesia.Com, 1–2. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210210145438-20-604775/melacak-sejarah-prasangka-pada-etnis-tionghoa-di-indonesia#:~:text=Johanes%20menjelaskan%2C%20pasca%2DG30S%20rezim,secara%20politik%2C%22ujar%20Johannes.
Danang, M. (2024, February 11). Dinamika Perayaan Imlek dari Orde Baru hingga Reformasi. Kompas.Id, 1–3. https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/sejarah-pelarangan-tahun-baru-imlek-masa-orde-baru
Dwi, A., & Estuani, E. (2023). Pengaruh Migrasi Tionghoa Muslim Terhadap Akulturasi Budaya dan Pembangunan Masjid Cheng Ho Surabaya. Keraton: Journal of History Education and Culture, 5(1), 33–38. https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/keraton/article/view/4220/2079
Dyah, M. N. (2017). Tionghoa Jogja: Kue Bulan, Sabtapan Khas Tiong Ciu. Solopos.Com, 1–3. https://jogja.solopos.com/tionghoa-jogja-kue-bulan-santapan-khas-saat-tiong-ciu-850456
Gustav, J., & Setyo, R. N. (2021). Mengenal Apa Itu Generasi Baby Boomers, X, Y, Z, Millenials, dan Alpha. Kompas.Com, 1–3. https://www.kompas.com/tren/read/2021/12/26/170000565/mengenal-apa-itu-generasi-baby-boomers-x-y-z-millenials-dan-alpha?page=all.
Husda, T. (2024, February 8). Ada Pergulatan Identitas, Apakah Saya Tionghoa atau Indonesia? BBC News Indonesia, 1–4. https://www.bbc.com/indonesia/articles/cnln5lnnpqxo
Indosuara. (2023). 10 Pantangan yang Harus Dihindari pada Festival Pertengahan Musim Gugur Menurut Kepercayaan orang Taiwan. Indosuara.Com, 1–3. https://indosuara.com/berita/10-pantangan-yang-harus-dihindari-pada-festival-pertengahan-musim-gugur-menurut-kepercayaan-orang-taiwan.
Kustiani, R., & Tempo.co. (2021). Legenda Kue Bulan, Kisah 10 Matahari dan Permainsuri yang Pergi Ke Bulan. Tempo.Co. https://travel.tempo.co/read/1508845/legenda-kue-bulan-kisah-10-matahari-dan-permaisuri-yang-pergi-ke-bulan
Mei, E. K. (2023). Penginjilan Kontekstual: Tradisi Penghormatan Orang Tua Dan Leluhur Pada Etnis Tionghoa Sebagai Celah Masuk Injil Kristus. AP-Kain Jurnal, 1(1), 37–47. https://stakdiaspora.ac.id/e-journal/index.php/JAK/article/view/54
Nurul, B. N. (2021, September 22). 5 Filosofi Kue Bulan dalam Tradisi Festival Pertengahan Musim Gugur. 1–2. https://www.fimela.com/food/read/4664846/5-filosofi-kue-bulan-dalam-tradisi-festival-pertengahan-musim-gugur#:~:text=Bulan%20purnama%20melambangkan%20kemakmuran%20dan,di%20Festival%20Pertengahan%20Musim%20Gugur.
Purwanto, A. (2021, June 28). Kota Bogor: Kota Hujan dan Penyangga Ibu Kota Jakarta. Kompas.Id, 3–4. https://www.kompas.id/baca/daerah/2021/06/28/kota-bogor
Rahmawaty, L. (2017a, October 8). Vihara Dhanagun Gelar Festival Kue Bulan. ANTARA News Megapolitan. https://megapolitan.antaranews.com/berita/33165/vihara-dhanagun-gelar-festival-kue-bulan
Rahmawaty, L. (2017b, October 8). Vihara Dhanagun Gelar Festival Kue Bulan. ANTARA News Megapolitan. https://megapolitan.antaranews.com/berita/33165/vihara-dhanagun-gelar-festival-kue-bulan
Sadzalli, H. (2022a). Rekacipta Tradisi Palang Pintu Dalam Menjaga Pelestarian Budaya Betawi. Soshum Insentif, 5(2), 121–131.
Sadzalli, H. (2022b). Rekacipta Tradisi Palang Pintu Dalam Menjaga Pelestarian Budaya Betawi. Soshum Insentif, 5(2), 121–131.
Saputra, N. (2023). Resepsi Gen Z Etnis Tionghoa Bogor Pada Tradisi Budaya Kue Bulan dalam Film “Over The Moon” (2020) [Universitas Multimedia Nusantara]. https://kc.umn.ac.id/id/eprint/26324/
Shahab, Y. (2004). Identitas dan Otoritas: Rekonstruksi Tradisi Betawi (1st ed.). Laboratorium Antropologi FISIP UI.
Suswanto, J., & Indriwati, T. (2023, April 15). Diskriminasi Terhadap Tionghoa Indonesia pada Masa Orde Baru. Kompas.Com, 1–2. https://www.kompas.com/stori/read/2023/04/15/140000979/diskriminasi-terhadap-tionghoa-indonesia-pada-masa-orde-baru?page=all.
Syahfira, Z. (2023, December 11). Kebudayaan Indonesia Semakin Terkikis, Bagaimana Upaya-Upaya Pelestariannya? Kumparan.Com, 1–4. https://kumparan.com/zahra-syafira-ramadhani/kebudayaan-indonesia-semakin-terkikis-bagaimana-upaya-upaya-pelestariannya-21hNXaa0Vrg/1
Taiwan ROC. (2023, September 29). Festival Pertengahan Musim Musim Gugur, Asal-Muasal, Tradisi, dan Pantangan. Taiwan News, 1–2. https://id.rti.org.tw/news/view/id/103348
Tan, H. (2017, September). Serba-Sebi Kue Bulan, 5 Hal Seputar Simbol,Rasa, dan Variasi Lokal. Tionghoa.Info, 1–2. https://www.tionghoa.info/serba-serbi-kue-bulan-5-hal-seputar-simbol-rasa-dan-variasi-lokal/
Wisnu, A. (2023, September 14). Apa Itu Festival Kue Bulan Mooncake 202: Makna, dan 7 Cara Merayakannya. 1–3.
DOI: https://doi.org/10.24198/umbara.v10i2.59254
Refbacks
- There are currently no refbacks.



Umbara: Indonesian Journal of Anthropology is licensed under a