Indeks karies dan asupan gizi pada anak stunting

Caries index and nutritional intake of stunted children

Tedy Alfian Normansyah, Dyah Setyorini, Roedy Budirahardjo, Berlian Prihatiningrum, Surartono Dwiatmoko

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Stunting merupakan ketidakcukupan asupan gizi yang bersifat kronis pada 1000 hari pertama kelahiran, yang dipresentasikan dengan tinggi badan menurut umur berada di bawah -2SD  dari standar median WHO. Stunting dikategorikan menjadi kategori pendek (Z-Score -2 SD) dan sangat pendek (Z-Score -3 SD). Stunting menyebabkan berbagai masalah yang berkaitan dengan rongga mulut, yaitu memengaruhi waktu erupsi gigi susu, atrofi perkembangan kelenjar saliva, flow saliva menurun dan akan semakin meningkatkan risiko terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan indeks karies anak stunting dengan menggunakan indeks def-t dan mengetahui asupan gizi pada anak stunting. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan purposive sampling dengan sampel 46 anak stunting berusia 24-60 bulan. Teknik pengambilan data indeks karies menggunakan indeks def-t dan asupan gizi menggunakan kuesioner.Teknik analisis data menggunakan deskriptif untuk deft dan asupan gizi. Klasifikasi indeks karies berdasarkan WHO dan untuk asupan gizi berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG). Hasil: Sebanyak 24 anak (53,3%) dengan indeks karies sangat tinggi, 8 anak (17,8%) dengan indeks karies tinggi, 5 anak (11,1%) dengan indeks karies sedang, 3 anak (6,7%) dengan indeks karies rendah, dan 5 anak (11,1%) dengan indeks karies sangat rendah. Hasil pemetaan asupan gizi didapatkan pada anak stunting menunjukkan angka kurang dengan persentase masing-masing asupan gizi yaitu Vitamin A (51,1%), Kalsium (62,2%), Zat Besi (68,9%), Zinc (55,6%), Protein (57,8%), dan asupan Fosfor (68,9%). Simpulan: Indeks karies def-t pada anak stunting termasuk ke dalam kategori tinggi. Asupan gizi yang dikonsumsi oleh anak stunting menunjukkan hasil kurang.

Kata kunci: stunting; indeks karies; asupan gizi, def-t, angka kecukupan gizi

ABSTRACT

Introduction: Stunting is a chronic insufficiency of nutritional intake in the first 1000 days of birth, which is represented by height for age below minus 2 Standard Deviations (<-2SD) from the WHO median standard. Stunting was categorized into short category with Z-Score -2 SD and very short with Z-Score -3 SD. Stunting causes various problems related to the oral cavity, affecting the time of eruption of milk teeth, atrophy of salivary gland development, decreased salivary flow, and further increased risk of dental caries. This study aims to obtain the caries index of stunted children using the def-t index and determine the nutritional intake of stunted children. Methods: The type of research used is descriptive observational with a cross sectional approach, with a sampling technique that is purposive sampling as many as 46 stunting children aged 24-60 months. Results: A total of 24 children (53.3%) with very high caries index, 8 children (17.8%) with high caries index, 5 children (11.1%) with moderate caries index, 3 children (6.7%) ) with low caries index, and 5 children (11.1%) with very low caries index. The results of the mapping of nutritional intake showed that the nutritional intake of stunted children showed a lack of percentage of each nutrient intake, namely Vitamin A (51.1%), Calcium (62.2%), Iron (68.9%), Zinc ( 55.6%), Protein (57.8%), and Phosphorus intake (68.9%). Conclusion: The caries index def-t in stunted children is 6.51 which is in the high category according to WHO. The nutritional intake consumed by stunting children showed fewer results.

Keywords: stunting; caries index; nutritional intake; def-t; AKG


Keywords


Stunting; kategori stunting; indeks karies; asupan gizi.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Ilham N, Qomariyatus S, Wike. Impelemtasi kebijakan intervensi gizi spesifik sebagai upaya penanganan stunting di Kabupaten Malang. J Ilm Adm Publik (JIAP). 2022;8(2):136-144.DOI:10.21776/ub.jiap.2022.008.02.1

Arini H, Fujiana F, Murtilita. Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian stunting pada balita usia 24-59. Tanjungpura J Nurs Pract Educat. 2019;2(1):1-10. DOI:10.26418/tjnpe.v2i1.41847

Ayuningtyas D, Simbolon, Rizal A. Asupan Zat Gizi Makro dan Mikro terhadap Kejadian Stunting pada Balita. J Kes 2018;9(3):444-9. DOI:10.26630/jk.v9i3.960

Halim LA, Warouw SM, Manoppo JI. Hubungan faktor - faktor risiko dengan stunting pada anak usia 3-5 tahun di tk/paud kecamatan tuminting. J Med Rehab (JMR) 2018;1(2):1-8.

Setiawan E, Machmud R, Masrul. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. J Kes Andalas. 2018;7(2):275-284. DOI: 10.25077/jka.v7i2.813

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta: Badan Penelitian Dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. h. 558-60.

Ninna R. Karies gigi dan status gizi anak. Stomatognatic J Ked Gi 2016;13(1):32-6.

Dewi EK, Nindya TS. Hubungan tingkat kecukupan zat besi dan seng dengan kejadian stunting pada balita 6-23 Bulan. Amerta Nutr 2017;1:361-8. DOI: 10.20473/amnt.v1i4.2017.361-368

Miftakhun. Salikun. Sunarjo, Lanny, Mardiati, Erni. Faktor eksternal penyebab terjadinya karies gigi pada anak pra sekolah di Paud Strowberry Rw 03 Kelurahan Bangetayu Wetan Kota Semarang Tahun 2016. 2016;3(2):27-34. DOI: 10.31983/jkg.v3i2.1781

Triswanti N. Hubungan keterbatasan anak sindrom down dalam menjaga kebersihan gigi mulut dengan terjadinya karies gigi di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung. J Ilm Ked Kes April 2016;3(2):695-706. DOI: 10.33024/.v4i2.779

Acton QA. Periodontitis: New Insights for the Healthcare Professional 2013 ed. Atlanta: Scholarly Editions. 2013. p. 60-61.

Rahman T, Adhani R, Triawanti. Hubungan antara status gizi pendek (stunting) dengan tingkat karies gigi. Dentino J Ked Gi. 2016;1(1):88-93. DOI:10.20527/dentino.v1i1.427

Mitra. Permasalahan anak pendek (stunting) dan intervensi untuk mencegah terjadinya stunting (suatu kajian kepustakaan). J Kes Komun. 2015;2(6):254-61. DOI: 10.25311/jkk.Vol2.Iss6.85

Azriful A, Bujawati E, Habibi H, Aeni S, Yusdarif Y. Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene. Al-Sihah: The Public Health Science Journal 2018; 10(2); 192–203. DOI:10.24252/as.v10i2.6874

Fikawati S, Syafiq A, Veratamala A. Gizi Anak dan Remaja. Depok: Rajawali Pers. 2017.

Kusumawardhani N, Purnomo W, Hargono R, Hidayati SN, Utomo MT, Andari S. Determinan “picky eater” (pilih-pilih makanan) pada anak usia 1-3 tahun (studi di wilayah kerja Puskesmas Jabon Sidoarjo). J Hosp Majapahit November 2013;5(2):91-118.

Aviva NN, Pangemanan DHC, Anindita PS. Gambaran karies gigi sulung pada anak stunting di Indonesia. e-GiGi 2020;8(2):73-78. DOI:10.35790/eg.8.2.2020.29907

Ratnasari, Gultom, Andriyani D. Tingkat keparahan karies dan status gizi pada anak sekolah usia 7-8 Tahun. J Keper. 2014;10(1): 33-7. DOI:10.26630/jkep.v10i1.314

Kurniawati T. Langkah-langkah penentuan sebab terjadinya stunting pada anak. PEDADOGI J An Usi Din Pend An Us Din. 2017; 3(1): 58-69. DOI:10.30651/pedagogi.v3i1.1254

Mugianti S, Mulyadi A, Anam AK, Najah ZL. Faktor penyebab anak stunting usia 25-60 bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. J Ners Kebid 2018;5(3):268-78. DOI:10.26699/jnk.v5i3.ART.p268-278

Aridiyah FO, Rohmawati N, Ririanty M. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan (The factors affecting stunting on toddlers in rural and urban areas). e-J Pusta Kes 2015; 3(1): 163-170.

Sanif R, Nurwany R. Vitamin A dan perannya dalam siklus sel. JKK 2017;4(2):83-8.

Febria C, Masrul, Chundrayetti E. Hubungan kadar kalsium dalam ASI, PASI Dan MPASI dari asupan bayi dengan panjang badan bayi usia 6 wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang 2017. J Kes Andalas. 2017; 6(3): 662-7. DOI: 10.25077/jka.v6i3.754

Damayanti RA, Muniroh L, Farapti. Perbedaan tingkat kecukupan zat gizi dan riwayat pemberian asi eksklusif pada balita stunting dan non stunting. Media Gizi Indonesia 2016;11(1): 61-69. DOI: 10.20473/mgi.v11i1.61-69

Febrindari PA, Nuryanto. Hubungan asupan energi, protein, seng, dan kejadian infeksi kecacingan status gizi anak umur 12-36 Bulan. J Nutrit Colleg 2016; 5(4): 353-9. DOI:10.14710/jnc.v5i4.16435

Wina D, Niken P, Sulistyani. Perbedaan OHI-S DMF-T dan def-t Pada Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Letak Geografis Di Kabupaten Situbondo. E-Jurnal Pust Kes 2014; 2(1): 34-41.

Simorangkir EA, Pintauli S, Sudaryati E. Relationship between caries experience and food intake with stunting among 6- 8 years old of elementary school at Pantai Labu District in 2018. J Britain Inter Exact Scie 2020;2(1):313-9. DOI:10.33258/bioex.v2i1.152

Sheetal A, Hiremath VK, Patil AG, Sajjansetty S, Kumar S. Malnutrition and its oral outcome a review. J Clin Diagn Res. 2013;7(1):178-80. DOI:10.7860/JCDR/2012/5104.2702

Sheetal A, Hiremath VK, Patil AG, Sajjansetty S, Kumar S. Malnutrition and its oral outcome a review. JCDR. 2013;7(1):178-80.

Delgado-Angulo EK, Hobdell MH, Bernabe E. Childhood stunting and caries increment in permanent teeth: a three and a half year longitudinal study in Peru. Int J Paediatr Dent 2013;23(2):101-9. DOI: 10.1111/j.1365-263X.2012.01229.x

Achmad H, Ramadany S, Fajriani, Sukmana BI, Hanan N, Hartami E, et al. A review of stunting growth in children: relationship to the incidence of dental caries and its handling in children. J Sys Rev Pharm. 2020;11(6):230-5.

Fatimah NSH, Wirjatmadi RB. Tingkat kecukupan vitamin a, seng dan zat besi serta frekuensi infeksi pada balita stunting dan non stunting. Media Giz Indo 2018;13(2):168–75. DOI: 10.20473/mgi.v13i2.168-175




DOI: https://doi.org/10.24198/jkg.v34i3.34080

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

INDEXING & PARTNERSHIP

     

      

     

 

Statistik Pengunjung

Creative Commons License
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License