Hubungan penilaian risiko dan tingkat keparahan karies dengan frekuensi makan anak SDN Nogosari 2 Di Daerah Agroindustri Kabupaten Jember

Berlian Prihatiningrum, Niken Probosari, Surartono Dwiatmoko, Muhammad Farid Wian

Abstract


ABSTRAK        

Pendahuluan: Hasil survei Riskesdas pada tahun 2018 menyatakan bahwa proporsi penduduk yang memiliki masalah pada kesehatan gigi dan mulutnya khususnya karies pada rentang usia 5-9 tahun adalah 92,6% dan 10-14 tahun sebesar 73,4%. Prevalensi karies aktif untuk Jawa Timur sendiri menurut Riskesdas tahun 2018 adalah sebesar 42,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa angka kejadian karies di Jawa Timur masih sangat besar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji hubungan antara penilaian risiko karies dan tingkat keparahan karies dengan frekuensi makan anak usia sekolah di daerah Agroindustri di kabupaten Jember. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi penelitian sebanyak 187 siswa dengan subjek penelitian adalah siswa SD Nogosari 2 Rambipuji yang diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 116 siswa. Pemeriksaan penilaian risiko karies dengan formulir AAPD CAT, tingkat keparahan karies (CSI) dan frekuensi makan makanan kariogenik dilakukan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan langsung. Hubungan antara penilaian risiko karies dan tingkat keparahan karies terhadap frekuensi makan diuji menggunakan Uji Korelasi pearson’s. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara penilaian risiko karies dan tingkat risiko karies (CSI) dengan frekuensi makan dengan p<0,01. 35,20% responden dengan frekuensi makan makanan kariogenik tinggi termasuk kategori penilaian risiko karies tinggi dan 59,6% responden dengan pola frekuensi makan makanan kariogenik tinggi termasuk dalam kategori tingkat keparahan sedang. Simpulan: Semakin tinggi frekuensi pola konsumsi makanan kariogenik maka akan semakin tinggi penilaian risiko dan tingkat keparahan karies.

Kata kunci: penilaian risiko karies, caries severity index, pola frekuensi makan kariogenik, AAPD-CAT


Correlation between risk assessment and caries severity level with frequency of Cariogenic Food of children at SDN Nogosari 2 in the agroindustry area of Jember regency


ABSTRACT 

Introduction: The results of the 2018 Riskesdas survey stated that the proportion of the population who had problems with oral health, especially caries, in the age range of 5-9 years was 92.6% and 10-14 years was 73.4%. The prevalence of active caries for Java Timur himself according to Riskesdas in 2018 was 42.4%. These results indicate that the incidence of caries in East Java is still very large. The aim of this study was to examine the relationship between caries risk assessment and caries severity with the frequency of eating of school-aged children in the Agro-industrial area of Jember district. Methods: This study is an analytic observational study with a cross-sectional approach. The total population of the study was 187 students and the research subjects were students of SD Nogosari 2 Rambipuji who were taken using a purposive sampling technique of 116 students. Examination of caries risk assessment with the AAPD CAT form, caries severity level (CSI) and frequency of eating cariogenic foods was carried out using a questionnaire and direct examination. The relationship between caries risk assessment and caries severity to eating frequency was tested using the Pearson's Correlation Test. Results: There was a significant relationship between caries risk assessment and caries risk level (CSI) with eating frequency with p<0.01. 35.20% of respondents with a high cariogenic food frequency were included in the high caries risk assessment category and 59.6% of respondents with a high cariogenic food frequency pattern were included in the moderate severity category. Conclusion: The higher the frequency of cariogenic food consumption patterns, the higher the risk assessment and the severity of caries.

Keywords: caries risk assesment, caries severity Index, the frequency pattern of food consumption, AAPD-CAT


Keywords


penilaian risiko karies, caries severity index, pola frekuensi makan kariogenik, AAPD-CAT,Caries Risk Assesment, caries severity Index, the frequency pattern of food consumption, AAPD-CAT

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Indonesia. 2018. h. 190.

Prihatiningrum B, Sulistiyani, Probosari N, Setyorini D, Budirahardjo R, Sukanto. The Profile of Oral and Dental Health of Children in the Agroindustrial Environment. Health Notions. 2022;11(6):458-63.

Normansyah TA, Setyorini D, Budirahardjo R, Prihatiningrum B. Indeks karies dan asupan gizi pada anak stunting. J Ked Gi Universitas padjajaran, 2022;34(3):267-74. DOI: 10.24198/jkg.v34i3.34080

Talibo RS, Mulyadi, Bataha Y. Hubungan frekuensi konsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada siswa kelas III SDN 1 & 2 Sonuo. e-Journal Keperaw (e-KP) 2016;4:1-8. DOI: 10.35790/jkp.v4i1.10802

Mcdonald RE, Avery DR, Dean JA. Dental caries in the children and adolescent: dentistry for the child and adolescent. 9th Ed. Missouri: Mosby Elsevier; 2018. p. 177.

Manton D, Drummond BK, Kilpatrick N. Dental caries. Dalam: Cameron AC, Widmer RP, editors. The Handbook of Paediatric Dentistry. 5th Ed. New York: Mosby Elsevier; 2021. p. 39.

Marlindayanti, Widiati S, Al Supartinah. Prediksi risiko karies baru berdasarkan konsumsi pempek pada anak usia 11- 12 Tahun Di Palembang (Tinjauan dengan Cariogram). MKG, 2014;21:117-21. DOI: 10.22146/majkedgiind.8738

Docplayer [laman daring]. Siregar H. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat: Sektor Pertanian dan Pedesaan. Docplayer. Info c2013-2023. Tersedia pada: https://docplayer.info/43606168-Peningkatan-kesejahteraan-masyarakat-sektor-pertanian-perdesaan.html.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember. Kecamatan Rambipuji dalam Angka: Rambipuji Sub-District in Figures 2020. Jember: Badan Pusat Statistik. 2020. h. 3-6

Muntu LFJ, Wowor VNS, Khoman JA. Pengaruh Penggunaan Metode Irene’s Donut terhadap Penurunan Skor Risiko Karies Pada Anak. e-GiGi. 2021;9(1):45-50 DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32605

Amalia AR, Rizal MF, Sutadi H. An Indonesian Version of Caries Management by Risk Assessment (CAMBRA) for children aged 0-5 years: Assessing validity and reliabilty. J Intern Dent Med Research. 2018;11(1):90-100.

Pintauli S, Gozali P. Analisis Kariogram dalam Pengukuran Risiko Karies pada Siswa SMP medan. Dent Dent j, 2013; 17: p. 264-68. DOI : 10.32734/dentika.v17i3.1732

Alfalahi SNY, Failasufa H, Rakhmawati AK. Perbandingan Internasional Caries Detection and Assessment System (ICDAS) dan Indeks DMF-T Untuk Mengukur Keparahan Karies. 2020, Prosiding Seminar nasional Unimus; 2020; 3: p. 711-14. Diakses dari : https://prosiding.unimus.ac.id/index.php/semnas/article/view/734

Yuninda K. Hubungan pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan tingkat Keparahan Karies Gigi pada Anak Usia 12-15 tahun [Skripsi]. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta; 2017. p. 15

Lesmana RAP, Suwargiani AA, Gartika M. Validity comparison of CAT (caries risk assessment tool) and CAMBRA (caries management by risk assessment) on children: a rapid review. JDS, 2022; 7 (1): p. 55-62. DOI : 10.24815/jds.v7i1.27256

Armilda D, Aripin D, Sasmita IS. Pola makan makanan kariogenik dan non kariogenik serta pengalaman karies anak usia 11-12 tahun di SDN Cikawari Kabupaten Bandung. Padj J Dent Research and Students, 2017 Oktober; 1 : p. 37-42.DOI : 10.24198/pjdrs.v2i1.22125

Angki J, Sainudin. Hubungan Lamanya Pemberian Susu Formula Dengan Tingkat Keparahan Karies Gigi Pada Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Pancamarga Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone. Med Kes Gigi, 2020; 19: p. 20-27. DOI : 10.32382/mkg.v19i1.1578




DOI: https://doi.org/10.24198/jkg.v35i1.43399

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

INDEXING & PARTNERSHIP

     

      

     

 

Statistik Pengunjung

Creative Commons License
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License