Tingkat pengetahuan dan kepatuhan kontrol mahasiswa pengguna ortodonti cekat: penelitian descriptive observational
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Maloklusi merupakan suatu penyimpangan pertumbuhan dentofasial, maloklusi dapat mengganggu fungsi pengunyahan dan mengganggu estetika wajah. Tujuan perawatan ortodonti adalah untuk memperbaiki fungsi pengunyahan dan estetika. Peranti ortodonti terbagi menjadi dua yaitu, cekat dan lepasan. Keberhasilan perawatan ortodonti merupakan hasil dari kerjasama antara dokter gigi dan pasien. Pengetahuan pasien dan kepatuhan dalam kontrol penting untuk keberhasilan perawatan ortodonti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kepatuhan kontrol mahasiswa pengguna ortodonti cekat. Metode: Penelitian ini merupakan observasional deskriptif kuantitatif menggunakan kuesioner dengan sampel 100 mahasiswa Universitas Mulawarman pengguna ortodonti cekat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan, analisis data menggunakan analisis univariat. Variabel yang diamati pada penelitian adalah tingkat pengetahuan mengenai ortodonti cekat dan kepatuhan kontrol. Hasil: Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai ortodonti cekat sebesar 100% baik, dan 97% patuh dalam melakukan kontrol ortodonti cekat. Simpulan: Mayoritas mahasiswa memiliki pengetahuan mengenai ortodonti cekat yang baik dan patuh dalam melakukan kontrol ortodonti cekat.
Kata kunci: ortodonti cekat, pengetahuan, kepatuhan, janji temu, mahasiswa
Students’ knowledge and control compliance level using fixed orthodontics: descriptive observational study
ABSTRACT
Introduction: Malocclusion is an aberration of dentofacial growth, malocclusion can affect the masticatory function and facial beauty. The goal of orthodontic treatment is to improve masticatory function and aesthetics. Orthodontic appliances are divided into two, namely, fixed and removable. The success of orthodontic treatment results from a collaboration between the dentist and the patient. Patient knowledge and adherence to controls are essential for successful orthodontic treatment. This study aims to describe students' knowledge and control compliance level using fixed orthodontics. Methods: This research is a descriptive observational quantitative study. Data were collected from a questionnaire. The samples were 100 Mulawarman University students who used fixed orthodontics based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The univariate analysis were used as data analysis. The variables observed in the study were the level of knowledge regarding fixed orthodontics and control compliance. Result: The results showed that the level of students' knowledge about fixed orthodontics was 100% good, and 97% were obedient in controlling fixed orthodontics. Conclusion: The majority of students have good knowledge of fixed orthodontics and are obedient in performing fixed orthodontic control.
Keywords: fixed appliances, knowledge, compliance, appointment, student
Keywords
Full Text:
PDFReferences
DAFTAR PUSTAKA
Feroza Na, Kurdoiniawan FKD, Wibowo. Hubungan antara kebiasaan buruk bernafas melalui mulut dan tingkat keparahan maloklusi di SMPN 4 Banjarbaru dan SMAN 4 Banjarbaru. Dentino J Ked Gi. 2017;2(1):39–43. DOI: 10.1186/s12903-020-01245-w.
Kusnoto J. Buku Ajar Ortodonti Jilid 1. Jakarta: EGC., 2014. h. 34.
Kornialia K. Hubungan peranti ortodonti cekat terhadap kesehatan jaringan periodontaol. J Endur 2018;3(1):96. DOI: 10.22216/jen.v3i1.2344.
Tuti A. Komplikasi dan resiko yang berhubungan dengan perawatan ortodonti. J Ilm Widya. 2017;4(1):256–261. DOI: 10.24198/jkg.v31i2.18083.
Farani W, Abdillah MI. Prevalensi maloklusi anak usia 9-11 Tahun di SD IT Insan Utama Yogyakarta. Insisiva Dent J Maj Ked Gigi Insisiva, 2021;10(1):26–31, DOI: 10.18196/di.v10i1.7534.
Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2018. h.1
Senjaya AA Yasa KAT. Hubungan pengetahuan dengan kebersihan gigi dan mulut siswa kelas VII di SPMN 3 Selemadeg Timur Tabanan Tahun 2018. J Kes Gi. 2019;6(2):19, DOI: 10.24198/jkg.v31i2.18083.
WawanA. Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika, 2019. hal. 16-17.
Rahtyanti GCS, Hadnyanawati H, Wulandari E. Hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi pada mahasiswa baru fakultas kedokteran gigi universitas jember tahun akademik 2016/2017,” E J Pustaka Kes 2018;6(1):169-171. DOI: 10.18196/di.9111.
Jelita DT, Krisnawati K, Ismaniati NA. Perbandingan kebutuhan perawatan ortodonti pada remaja perkotaan dan remaja pinggir kota,” Padj J Dent Res. Students. 2021;5(2, hal. 119, DOI: 10.24198/pjdrs.v5i2.32002.
Fitri AA, Suharyono S, Khasanah F. Hubungan motivasi kontrol pasien dengan kepatuhan kontrol ortodonti cekat pada masa pandemi COVID-19,” Puinovakesmas, 2020;1(2):78–83. DOI: 10.29238/puinova.v1i2.979.
Shrestha RM, Bhattarai P, Dhakal J, Shrestha S. Knowledge, attitude and practice of patients towards orthodontic treatment: A Multi-centric Study: Orthod J Nepal. 2014;4(1):6–11. DOI: 10.3126/ojn.v4i1.11304.
Millett DT, Cunningham SJ, O’Brien KD, Benson PE, de Oliveira CM. Orthodontic treatment for deep bite and retroclined upper front teeth in children Cochrane Database Syst Rev. 2018 Feb 1;2(2):CD005972. DOI: 10.1002/14651858.CD005972.pub3.
Gill DS. Ortodonsia at a Glance. Jakarta: EGC, 2014. h. 57.
Moresca R. Orthodontic treatment time: Can it be shortened?. Dental Press J Orthod. 2018;23(6):90–105, DOI: 10.1590/2177-6709.23.6.090-105.sar.
Biba AT, Puspitasari Y, Bachtiar R, Pertiwisari A. Hubungan lama perawatan ortodonti cekat dan kualitas hidup mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Gigi UMI Tahun 2020. Sinnun Maxillofac J. 2021:3(02):43–52. DOI: 10.33096/smj.v3i02.14.
Gede D. Hubungan perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut terhadap tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa pengguna alat ortodonti cekat di SMA Negeri 1 Gianyar. Bali Dent J. 2020;4(2):88–94. DOI: 10.18196/di.7189.
Ika H, Arista Y, Adiwinarno B, Kusniati R. Perbedaan akumulasi plak pengguna ortodonti cekat berkumur khlorheksidin 0,2 % dan mengunyah permen karet xylitol pada mahasiswa universitas muhammadiyah semarang,” Prosding Seminar Nas Mhs Unimus. 2018;1;111–119. DOI: 10.33096/smj.v3i2.14.
Darby ML, Walsh M. Dental Hygiene Theory and Practice, 4th ed. Elsevier, 2015. hal. 1071.
T. S. Edrizal; Busman; Azmir. evaluation of relapse after active orthodontic treatment : scoping review,” Menara Ilm, 2021;XV(01):43–54. DOI: 10.31869/mi.v15i1.2752.
Erwansyah E, Khadijah. Complication of using an orthodontic retainer. Makasar Dent J. 2020;9(1);25–28. DOI: 10.35856/mdj.v9i1.306.
Littlewood SJ. Kandasamy S, Huang G. Retention and relapse in clinical practice. Aust Dent J. 2017;62:51–57. DOI: 10.1111/adj.12475.
Widhiastutiningsih S, Ediati S, Almujadi. Tingkat pengetahuan ortodonti dengan kepatuhan kontrol pasien ortodonti cekat di klinik bright dental care Yogyakarta. Poltekes Kemenkes Yogyakarta, 2015;2(1):20–24, DOI: 10.37160/bmi.v15i2.376.
Vithanaarachchi VSN, SPNP. Nagarathne, “Assessment of Factors Associated with Patient’s Compliance in Orthodontic Treatment. Nawarathna Sri Lanka Dent J. 2017;47(01):1–12, DOI: 10.25105/jkgt.v3i2.12633.
Singh G. Textbook of Orthodontics. 3rd ed. Jaypee Brothers Medical, 2015. p. 449.
Singh N, Tripathi T, Rai, Gupta P. Nutrition and orthodontics-interdependence and interrelationship. J Dent Sci. 2017:5(3):18–22. DOI: 10.34012/jsd.v3i2.2160.
Purnomowati RRD. Efektivitas sikat gigi orthodontik dan sikat gigi konvensional terhadap nilai ohi-s pada pasien fixed orthodontic appliance. J Keperawatan 2017:XIII(1);54, DOI: 10.46862/int.v16i1.782.
Setianingsih R, Riandhyanita, Asyrofi A. Gambaran pelaksanaan tindakan oral hygiene pada pasien di ruang intensive care unit (ICU). J Perawat Indo. 2017:1(2):48–53. DOI: 10.30867/jp.15i2.454.
Rasni NDP, Khoman JA. Pangemanan DHC. Gambaran kebiasaan menyikat gigi dan status kesehatan gingiva pada anak sekolah dasar. J e-GiGi 2020;8(2):61–65. DOI: 10.35790/eg.8.2.2020.29905.
Alshammari AK, Huggare J. Pain relief after orthodontic archwire installation-A comparison between intervention with paracetamol and chewing gum: A randomized controlled trial. Eur J Orthod. 2019:41(5):478–485. DOI: 10.1093/ejo/cjy081.
Aldahash F, Alshamali D, Albander W. Oral mucosal ulceration during orthodontic treatment: The perception of patients and knowledge and attitude of the orthodontic practitioners. J Fam Med Prim Care. 2020:9(11):5537–5541. DOI: 10.4103/jfmpc.jfmpc.
Bilodeau EA, Lalla RV. Recurrent oral ulceration: Etiology, classification, management, and diagnostic algorithm. Periodontol 2000. 2019.80(1):49–60. DOI: 10.1111/prd.12262.
Alam MK. A to Z Orthodontics Volume: 13 fixed Appliance. PPSP Publication, Universiti Sains Malaysia, 2017. p. 23
DOI: https://doi.org/10.24198/jkg.v35i3.49582
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
INDEXING & PARTNERSHIP
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License